Sukun vs El Niño: Mengapa Pohon Ini Tetap Tumbuh di Tengah Kekeringan?

Rekomendasi

Di tengah meningkatnya ancaman El Niño yang memicu kekeringan di wilayah tropis, sukun (Artocarpus altilis) muncul sebagai salah satu tanaman pangan yang dinilai memiliki ketahanan tinggi terhadap perubahan iklim.

Studi dalam jurnal PLOS Climate (2022) berjudul “Potential of breadfruit cultivation to contribute to climate-resilient low latitude food systems” menunjukkan bahwa sukun memiliki potensi besar sebagai tanaman pangan tahan iklim di wilayah tropis dan subtropis.

Penelitian ini menggunakan model distribusi spesies (species distribution model/SDM) berbasis data keanekaragaman hayati global dan variabel iklim untuk memetakan kesesuaian wilayah tumbuh sukun saat ini dan di masa depan hingga tahun 2061–2080.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa sukun memiliki wilayah tumbuh yang luas di daerah tropis, termasuk Asia Tenggara, Afrika ekuator, Amerika Tengah, dan Kepulauan Pasifik. Bahkan, sebagian wilayah yang belum banyak dibudidayakan juga dinilai berpotensi cocok untuk pengembangan sukun sebagai sumber pangan.

Dalam skenario perubahan iklim, studi ini menemukan bahwa total wilayah yang sesuai untuk sukun relatif stabil, dengan penurunan hanya sekitar 4,5–4,7% pada skenario emisi tinggi maupun stabilisasi. Namun, kualitas hasil panen diperkirakan dapat menurun di sejumlah wilayah akibat perubahan pola curah hujan dan suhu.

Peneliti juga menyoroti bahwa wilayah Afrika sub-Sahara memiliki peluang besar untuk pengembangan sukun sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan, mengingat tingginya tingkat kerawanan pangan di kawasan tersebut.

Di kawasan Asia dan Pasifik, termasuk Indonesia, sukun diproyeksikan tetap menjadi tanaman yang relatif stabil bahkan berpotensi mengalami perluasan wilayah tumbuh pada beberapa area tertentu.

Studi ini menyimpulkan bahwa sukun merupakan salah satu neglected and underutilized species (NUS) yang menjanjikan untuk dimasukkan dalam strategi adaptasi perubahan iklim di sektor pangan tropis.

Dengan sifatnya yang berupa pohon berumur panjang, tidak membutuhkan replanting tahunan, serta mampu menghasilkan pangan dalam jangka panjang, sukun dinilai dapat menjadi komponen penting dalam sistem pangan berkelanjutan di masa depan.


Artikel Terbaru

Sukun Dinilai Superfood Lokal, Punya Potensi Jadi Pangan Masa Depan

Di tengah tantangan perubahan iklim dan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, sukun dinilai memiliki potensi besar sebagai pangan masa...

More Articles Like This