Teknologi Hasilkan Nila Jantan, Pertumbuhan Lebih Cepat dan Seragam

Rekomendasi

Pembudidaya ikan nila cenderung memilih benih jantan karena pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan betina. Periset Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Tawar (BBPBAT), Dian Hardiantho S.Pi., M.Si., menyebutkan nila jantan membutuhkan waktu 4—5 bulan untuk mencapai bobot konsumsi 600 gram. Sementara nila betina memerlukan 6—7 bulan.

Perbedaan itulah yang mendorong berbagai inovasi untuk menghasilkan benih nila jantan atau monoseks. Salah satu terobosan berasal dari BBPBAT melalui varietas nila gesit (Genetically Supermale Indonesia Tilapia).

Varietas itu dihasilkan melalui rekayasa kromosom dengan teknik manipulasi kromosom seks. Peneliti menciptakan induk jantan super berkromosom YY yang kemudian dikawinkan dengan betina normal (XX). Hasilnya, benih yang dihasilkan mencapai 90—100% jantan dengan pertumbuhan 30% lebih cepat.

Selain pendekatan genetika, peneliti juga mengembangkan metode alami melalui pakan. Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung menemukan bahwa air kelapa dapat dimanfaatkan untuk proses maskulinisasi ikan nila.

Dalam penelitian yang berlangsung pada 25 September hingga 22 November 2024 itu, larva nila diberi pakan yang dicampur air kelapa selama 14 hari. Hasilnya, dosis optimal 0,12 ml air kelapa per gram pakan mampu menghasilkan 66,32% ikan jantan dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 98,89%.

Inovasi lain datang dari Muhammad Luthfi dan tim dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB). Mereka berhasil menghasilkan nila monoseks melalui teknologi transplantasi sel testikular.

Teknik itu dilakukan dengan menyuntikkan sel testikular (spermatogonia) dari ikan nila merah ke larva ikan nila hitam berumur 3 hari menggunakan mikroinjektor. Larva resipien sebelumnya dibuat steril (triploid) melalui perlakuan kejut suhu 40°C selama 4 menit agar hanya sel donor yang berkembang.

Hasilnya, seluruh larva yang dihasilkan berkelamin jantan dengan tingkat kelangsungan hidup mencapai 100%. Teknologi ini membuka peluang besar untuk menghasilkan benih unggul yang tumbuh lebih cepat dan seragam.

Berbagai inovasi tersebut menjadi solusi bagi pembudidaya untuk meningkatkan produktivitas sekaligus efisiensi usaha budi daya ikan nila


Artikel Terbaru

Ekspor 270 Ton Sarden Banyuwangi Tembus Pasar Global, Industri Pengolahan Ikan Kian Prospektif

Trubus.id – Industri pengolahan hasil perikanan di Banyuwangi, Jawa Timur, terus menunjukkan geliat positif. Hal itu ditandai dengan pelepasan...

More Articles Like This