Pisang Blue Java, Si Biru Eksotis yang Tahan Dingin

Rekomendasi

Lazimnya kulit pisang berwarna kuning cerah saat matang. Namun, berbeda dengan pisang blue java yang justru berwarna biru keperakan saat mentah. Keunikan itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pelaku hortikultura global.

Bibit pisang blue java dipamerkan oleh perusahaan produsen tanaman tropis asal Malaga, Spanyol, Viveros Royal Plants. Manajer perusahaan tersebut, Francisco Gil Carmona, menyebutkan bahwa blue java merupakan salah satu varietas anyar yang tengah dikembangkan.

Meski berwarna biru saat muda, daging buah pisang ini tetap berwarna putih hingga kuning pucat saat matang, dengan cita rasa manis. Keunggulan lain dari blue java adalah kemampuannya beradaptasi pada suhu dingin sehingga dapat dibudidayakan di wilayah subtropis.

Asal-usul pisang blue java diketahui dari Asia Tenggara. Buah itu berwarna biru saat mentah dan berubah menjadi kuning cerah ketika matang. Saat ini, budidayanya masih terbatas di Spanyol dan sebagian wilayah Afrika. Meski tergolong baru di pasar Eropa, respons konsumen terhadap varietas tersebut tergolong positif.

Menurut peneliti dalam majalah AgroPalca edisi Oktober—Desember 2023, Leonardo J. Amador Díaz, pisang blue java merupakan hibrida triploid (ABB) hasil persilangan Musa balbisiana (genom B) dan Musa acuminata (genom A). Varietas itu mulai masuk ke Spanyol pada 2021.

Warna biru keperakan pada kulit buah saat mentah disebabkan oleh kandungan lilin dan pigmen antosianin. Pigmen larut air itu tersimpan dalam vakuola sel tanaman dan berperan dalam pembentukan warna pada berbagai buah dan sayuran.

Budidaya pisang blue java di Spanyol antara lain dilakukan di perkebunan La Arenita milik Eduardo León di selatan Tenerife, Kepulauan Kanari. Proyek tersebut merupakan hasil kerja sama antara Federasi Pertanian Serikat Tenerife (FAST) dan perusahaan agraria Cultesa.

Penanaman awal dilakukan pada Oktober 2022 sebanyak 78 tanaman. Seluruh tanaman mulai membentuk tandan pada Juli 2023, dan hasil panen pertama berhasil dipasarkan pada Oktober 2023 di Tenerife dan Gran Canaria. Distribusi dilakukan melalui sejumlah pusat perbelanjaan besar.

Dari sisi produksi, bobot tandan pisang blue java berkisar 20—30 kg, lebih ringan dibandingkan pisang kuning lokal yang mencapai 36—37 kg. Ukuran buahnya pun relatif lebih pendek, sekitar 16—17 cm, dibandingkan pisang lain yang bisa mencapai 22—23 cm.

Kulit buah blue java memiliki tekstur unik menyerupai beludru dengan lapisan halus seperti serbuk. Hingga saat ini, belum ditemukan serangan hama signifikan pada tanaman tersebut. Namun, faktor angin menjadi tantangan utama karena tanaman ini cukup sensitif terhadap terpaan angin kencang.

Selain blue java, Viveros Royal Plants juga memperkenalkan pisang red dacca. Varietas ini memiliki kulit berwarna merah keunguan dengan daging buah kuning hingga merah muda pucat. Rasanya manis dengan sedikit sentuhan rasa menyerupai raspberry.

Kulit pisang red dacca cenderung lebih tebal dibandingkan pisang kuning biasa. Buahnya dapat dikonsumsi segar, sama seperti blue java. Varietas ini pertama kali diperkenalkan di Kepulauan Kanari melalui Institut Penelitian Pertanian Canarias (ICIA) dari Martinik.

Kehadiran pisang-pisang eksotis seperti blue java dan red dacca menunjukkan bahwa inovasi varietas terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan pasar sekaligus menjawab tantangan budidaya di berbagai kondisi lingkungan.



Artikel Terbaru

Kopi dan Tempe Desa Pakel Naik Kelas Berkat Teknologi Tepat Guna

Di Desa Pakel, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, mesin pengolah kopi, pengemasan tempe, penguatan manajemen, dan gagasan...

More Articles Like This