Trubus.id— Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Tanaman Pangan (PRTP) bersama CV Semi mengembangkan dua varietas unggul baru (VUB) kacang hijau, yakni VIPRO 2 dan VIPRO 6. Kedua varietas merupakan hasil penelitian dan pemuliaan tanaman yang berlangsung pada 2022–2026.
VIPRO 2 dan VIPRO 6 dikembangkan untuk menghasilkan kacang hijau berdaya hasil tinggi dengan karakter biji yang sesuai kebutuhan industri pangan sekaligus berpeluang memenuhi pasar ekspor. Keduanya memiliki ukuran biji relatif besar, warna hijau kusam, dan umur panen sekitar 61 hari setelah tanam.
VIPRO 2 memiliki potensi hasil hingga 2,23 ton per hektare, sedangkan VIPRO 6 mencapai 2,05 ton per hektare. Pada kadar air 12%, bobot 100 biji VIPRO 2 sekitar 7,11 gram dan VIPRO 6 mencapai 7,74 gram.
Dari sisi mutu, kedua varietas mengandung protein sekitar 21,83% berdasarkan berat kering dan kandungan zat besi (Fe) sekitar 589 ppm. Keduanya juga tergolong agak tahan terhadap penyakit bercak daun dan embun tepung.
Perbedaan karakter adaptasi menjadi salah satu pembeda kedua varietas. VIPRO 2 direkomendasikan untuk lahan optimal, terutama sawah setelah padi pada musim kemarau. Sementara itu, VIPRO 6 memiliki adaptasi lebih luas sehingga berpotensi ditanam di lahan sawah maupun lahan kering.
Kedua varietas berpotensi dikembangkan di sejumlah sentra kacang hijau seperti Jawa, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur. Ukuran biji yang relatif besar menjadi salah satu karakter yang mendukung pemanfaatannya untuk kebutuhan industri pangan dan pasar ekspor.
Kepala Pusat Riset Tanaman Pangan BRIN mengatakan pengembangan varietas unggul menjadi bagian penting dalam menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat, terutama un
