
Klangenan Irwan Setiawan itu memiliki panjang tubuh 30 cm. Bandingkan dengan pesaingnya kampiun cencu A dan kampiun free marking A, berukuran 20-25 cm. Padahal, 5 bulan silam saat menjadi GC di Kontes Lou Han Regional I, ikan berumur 1,5 tahun itu baru mencapai panjang 25 cm. ‘Ada penambahan sekitar 5 cm, meski ikan itu tidak diberi perlakuan khusus,’ kata Irwan.
Ukuran bongsor bukan satu-satunya keistimewaan cinhua A. ‘Warnanya bagus. Agresif. Nongnongnya besar,’ kata Waryadi Talim, juri dari Jakarta Barat. Menurut Irwan untuk membuat lou hannya bercorak terang ia rajin memberi pakan kombinasi pelet, cacing beku, dan udang. ‘Sifat agresif muncul karena ikan dipelihara bersama parrot,’ katanya.
Cencu A yang kalah telak, sebetulnya menyimpan keistimewaan. Tubuhnya proporsional dan totol-totol mutiara cerah. Sirip atasnya selalu mekar saat bergerak. Namun, di mata juri ada kekurangan lain yang membuatnya semakin menjauh dari tangga juara. ‘Warna dasarnya kurang mencolok dan tidak terlampau agresif,’ ujar Waryadi.
Free marking B
Dengan jumlah 31 ikan, terbanyak di antara kelas lain, kategori free marking B berlangsung ramai. Kualitas ikan nyaris setara, sehingga menyulitkan para juri menentukan pilihan nominasi. Di babak akhir tampil sebagai juara lou han milik Wawan. ‘Nongnong ikan ini bulatnya proporsional,’ kata Hadi. Padahal, banyak pesaing lain yang bernongnong lebih besar tetapi tidak tampak seimbang bagian kiri dan kanan.
Rival utama klangenan Wawan adalah lou han milik Petisi. Dengan gradasi corak merah muda, kuning, dan merah yang halus, ikan sepanjang 15-18 cm itu mencuri perhatian para juri. Meski memiliki keistimewaan, sayang dari agresivitas ia dinilai kurang sehingga tersingkir. ‘Selisih poin tipis hanya 2,825,’ ujar Hadi.
Di kelas golden base klangenan Benyamin didaulat sebagai jawara setelah menyisihkan klangenan Hery dan Elmer. Kampiun golden base itu memang istimewa. Tubuhnya kemerahan dengan semburat mutiara di seperempat bagian tubuh atas. Para pesaingnya, meski bercorak sama, tetapi tanpa hiasan mutiara.
Ratusan
Kontes yang digelar 23-27 Juli 2008 itu dibanjiri peserta. Data panitia tercatat 130 lou han yang beradu cantik. Mereka bertarung di 8 kelas yang dilombakan. ‘Selain free marking B, kelas yang diminati cencu B diikuti sampai 26 ikan,’ kata Jimmy, panitia kontes. Kelas dengan peserta paling sedikit adalah free marking A, 11 ikan.
Menurut Hadi secara kualitas ikan yang tampil masih perlu dibenahi oleh pemiliknya. ‘Ada beberapa yang kondisinya mudah drop dan kurang aktif,’ ujarnya. Sebetulnya banyak cara agar kekurangan itu bisa diatasi. Salah satunya dengan memberi cermin pada ikan sebelum kontes. ‘Cara ini sudah cukup bagus membuat ikan jadi agresif,’ kata Irwan. (Tri Susanti)
