Thursday, January 29, 2026

Sang Naga Butuh Peneduh

Rekomendasi
- Advertisement -

 

Arwana mampu mengambil oksigen dari udara bebasDengan jaring peneduh suhu udara di permukaan air berada pada kisaran 28—30°CDua tahun lalu 4 kolam pembesaran ukuran 4 m x 8 m milik PT Arwana Indonesia (PTAI) di Cimanggis, Depok, Jawa Barat, itu mesti dikuras setiap minggu. ‘Kolam banyak ditumbuhi lumut,’ kata Suwandi, manajer operasional PTAI. Lumut menyebabkan arwana kekurangan oksigen terlarut sehingga mesti dienyahkan dengan cara menguras kolam.

Menurut Dr Komarudin Helmy SSi, MT, dari Fakultas Sipil dan Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), sinar matahari langsung memacu pertumbuhan lumut. Kehadirannya di kolam merugikan apabila terlalu banyak. ‘Lumut membutuhkan oksigen untuk tumbuh sehingga ia dan ikan akan bersaing untuk mendapatkan oksigen,’ tambahnya.

Sejatinya, arwana tidak butuh oksigen terlarut dalam jumlah banyak. Siluk tergolong ikan yang hidup di permukaan air sehingga mampu mengambil oksigen langsung dari udara bebas. Namun, tetap ada jumlah kadar oksigen terlarut minimal agar pemeliharaan arwana mendapat hasil yang optimal, khususnya untuk anakan. ‘Arwana membutuhkan minimal 5 ppm oksigen terlarut agar dapat tumbuh optimal,’ ujar Suwandi. Di kolam yang rendah kadar oksigen terlarut, arwana sering terlihat megap-megap.

Naungan pohon

Suwandi segera memutar otak. Di habitat aslinya, Kalimantan, arwana hidup di sungai yang tepiannya ditumbuhi pohon besar. ‘Artinya sebagai peneduh buatan, shading net cocok digunakan, terutama di daerah dengan intensitas cahaya matahari tinggi seperti di Kalimantan dan Jakarta,’ ujar Suwandi. Dengan jaring peneduh suhu udara di permukaan air berada pada kisaran 28 – 30°C seperti yang diinginkan arwana. Menurut Ir Yos Sutiyoso, alumnus Institut Pertanian Bogor, berkurangnya intensitas cahaya matahari yang masuk itu mampu menurunkan suhu udara.

Suwandi lalu membentangkan selapis jaring peneduh dengan kerapatan 65% di tengah kolam. Dengan kerapatan 65% berarti cahaya yang masuk ke dalam kolam hanya 35%.

Jaring peneduh serupa juga digunakan di kolam pemijahan arwana milik Edo Kristanto di Pontianak, Kalimantan Barat. Namun, di sana rata-rata jaring menutupi 10% dari luas kolam. Menurut Edo ada 12 kolam pemijahan dengan luas masing-masing 12 m x 38 m beratapkan shading net selebar 2 m di salah satu tepinya. Jaring peneduh sudah dipakai sejak 2003.

Maklum, di sekitar lokasi farm tak ada pohon besar yang berperan sebagai peneduh di saat matahari bersinar terik. Menurut Heriyanto, domestic sales manager PT Inti Kapuas International di Jakarta, peneduh juga membuat suhu kolam stabil sehingga perubahan suhu mendadak bisa dihindari. ‘Suhu udara di Kalimantan rata-rata 33 – 34°C. Tanpa naungan arwana bisa stres,’ kata Heriyanto. Suhu meningkat itu menyebabkan oksigen terlarut dalam air menurun karena menguap. Akibatnya arwana kekurangan oksigen.

Jarak jaring

Edo memasang shading net berjarak 3 m dari permukaan air. Caranya dengan menggunakan tiang besi setinggi 2 m untuk menyangga jaring peneduh itu. ‘Dengan begitu sinar matahari yang masuk berkurang, tapi pekerja masih bisa leluasa merawat arwana,’ tutur pria yang membuka showroom arwana di Meruya, Jakarta Barat, itu.

Sementara PTAI memasang shading net tepat sejajar dengan tinggi kolam atau minimal 1,2 m dari permukaan air. ‘Supaya arwana tak bisa melompat ke jaring yang bisa menyebabkan cedera,’ kata Suwandi. Jaring peneduh diletakkan di tengah kolam dengan arah utaraselatan, sementara tepi kolam di timur dan barat terbuka. ‘Matahari pagi dan sore biasanya tidak seterik siang hari sehingga tak masalah sinarnya menembus kolam,’ tambahnya. Sinar matahari diperlukan untuk pembentukan pigmen warna ikan. Pigmen menentukan ketebalan dan kecerahan warna arwana. Tanpa cahaya matahari cukup, corak sang naga pudar.

Menurut Suwandi peran lain dari shading net adalah menghindari predator seperti burung untuk farm yang dekat dengan hutan. Jaring peneduh itu dipakai sepanjang tahun, termasuk saat musim hujan. Namun, pada musim hujan intensitas cahaya matahari berkurang dan suhu udara menurun. Agar suhu air tetap stabil, Suwandi mengatasinya dengan mengurangi volume air. ‘Di musim panas biasanya ketinggian air kolam 80 – 100 cm, sementara di musim hujan diturunkan jadi 60 – 80 cm,’ kata Suwandi.

Berkurangnya volume air membuat sinar matahari bisa menembus hingga ke dasar kolam sehingga suhu air tetap sesuai untuk pertumbuhan arwana. Dengan begitu anggota famili Osteoglossidae tetap prima meski kolam tak sering dikuras. (Rosy Nur Apriyanti)

Arwana butuh minimal 5 ppm oksigen terlarut agar dapat tumbuh optimal

Arwana mampu mengambil oksigen dari udara bebas

Dengan jaring peneduh suhu udara di permukaan air berada pada kisaran 28 – 30°C

Lumut dalam jumlah banyak menyebabkan arwana kekurangan oksigen terlarut sehingga mesti dikurangi

Artikel Terbaru

Rahasia Kecepatan Tumbuh Lele: Genetik, Pakan, dan Kepadatan Tebar

Kecepatan pertumbuhan lele sangat dipengaruhi faktor genetik dan pemilihan strain. Penelitian lapangan dan uji laboratorium menunjukkan bahwa varietas komersial...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img