Monday, January 26, 2026

PT Sosial Enterprener Indonesia: Menjamah Yang Tak Tersentuh

Rekomendasi
- Advertisement -
Pelaku bisnis gula semut di Kabupaten kulonprogo Yogyakarta salah satu yang merasakan sentuhan PT SEI.
Pelaku bisnis gula semut di Kabupaten kulonprogo Yogyakarta salah satu yang merasakan sentuhan PT SEI.

Sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia. “UKM memiliki dampak sosial yang besar,” tutur Theodore Permadi Rachmat. Pendiri grup Triputra yang antara lain bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan karet itu menyebut UKM yang maju akan membawa efek positif bagi masyarakat di sekitarnya karena biasanya menyerap tenaga kerja dari lingkungan sekitar.

Terlebih lagi, “Sebanyak 90% usaha di Indonesia adalah UKM,” kata Pramukti Surjaudaja. Menurut Presiden Komisaris Bank OCBC NISP itu UKM berperan dalam mempertahankan stabilitas negara, memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi krisis, dan merupakan fondasi ekonomi Indonesia. Penguatan UKM berarti memperkuat pilar perekonomian negara.

Itu terbukti pada masa krisis ekonomi pada 1998 sektor UKM justru bertahan di tengah krisis, sementara perusahaan besar justru kolaps. Namun demikian sektor UKM belum tersentuh sektor perbankan dalam hal pinjaman permodalan untuk pengembangan usaha. Sebab bank menganggap sektor itu penuh ketidakpastian. Oleh karena itu bersama 2 pengusaha besar lain yakni Shanti Poesposoetjipto (Komisaris Utama PT Samudera Indonesia Tbk) dan Amit Lohia (Managing Director Indorama Corporation) dengan sponsor Grassroots Business Initiatives (GBI) yang saat ini menjadi Grassroots Business Fund (GBF), Theodore Permadi Rachmat dan Pramukti Surjaudaja pada 2008 mendirikan PT Sosial Enterprener Indonesia (PT SEI).

Dalam perkembangan berikutnya 2 pengusaha berikut menjadi pemegang saham, yakni Edwin Soeryadjaya dan Beny Subianto. PT SEI mendorong perkembangan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia, menumbuhkan misi sosial mereka, sekaligus menjadikan bisnis mereka tetap menguntungkan dan berkesinambungan, serta menciptakan tenaga kerja dan penguatan pertumbuhan ekonomi masyakarat berpenghasilan rendah. Caranya antara lain dengan memberikan pinjaman kepada pelaku UKM. Saat ini fokus UKM yang menjadi target adalah sektor agribisnis, industri kreatif seperti kerajinan tangan, dan furnitur.

Bukan sekadar memberikan pinjaman dana, PT SEI juga memberikan pendampingan, bimbingan, dan pelatihan kepada klien mereka. Baik berupa pelatihan teknis usaha maupun pengelolaan keuangan. Salah satu tujuannya agar selanjutnya pelaku usaha yang menjadi klien menjadi bankable. Para pelaku bisnis gula semut di Kabupaten Kulonprogo, Yogyakarta salah satu yang merasakan sentuhan PT SEI.

Untuk mengetahui lebih lanjut peran PT Sosial Enterprener Indonesia wartawan Trubus Argohartono Arie Raharjo, Evy Syariefa, dan Riefza Vebriansyah mewawancarai Theodore Permadi Rachmat dan Pramukti Surjaudaja serta Direktur PT SEI Adee Tiwow.

 

 

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img