Masa kecil peneliti silvikultur di Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aeknauli, Simalungun, Sumatera Utara, Cut Rizlani Kholibrina SHut MSi tidak terlepas dari minyak kapur. Saat duduk di bangku taman kanak-kanak Cut mengeluh perutnya sakit. Sang nenek lantas membaluri perut Cut kecil dengan minyak kapur yang berasal dari tanaman Dryobalanops aromatica.
Pemanfaatan lain yakni menghilangkan bekas luka pada tubuh. Selain itu minyak dari tanaman berkulit kayu cokelat atau cokelat kemerahan dengan permukaan kasar dan pecah-pecah itu pun berfaedah mengatasi masuk angin dan diare. Caranya mudah. Masukkan setengah sendok makan minyak kapur ke dalam segelas air panas, lalu minum. Metode itu juga dapat meningkatkan stamina setelah seharian beraktivitas.
Menurut Cut minyak tanaman kerabat kapur kayat Dryobalanops rappa itu lengket dan bercitarasa kelat. Sayang keberadaan minyak kapur asli saat ini seakan hilang. Padahal, “Saat saya kecil hampir semua masyarakat memiliki minyak itu meski termasuk obat mahal,” kata Cut. (Riefza Vebriansyah)
