Wednesday, January 28, 2026

Pas Pilih Persea

Rekomendasi
- Advertisement -

Memilih jenis avokad untuk penanam luas harus tepat. Agar investasi tak sia-sia.

569_ 22Pohon avokad di kebun Himawan masih muda. Pekebun di Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, itu menanam avokad 2 tahun lalu. Namun, pohon anggota famili Lauraceae itu berbuah lebat. “Dari satu pohon muncul 25 buah,” ujar Haidiman Kosim, penanggung jawab kebun milik Himawan. Lantaran pohon masih pendek dan berbuah lebat, buah hampir menyentuh tanah.

Buahnya berbentuk bulat dengan bobot mencapai 300—400 gram per buah. Daging buah berwarna kuning. Cita rasanya enak, pulen, dan gurih. Himawan menanam avokad miki yang genjah. Dengan produktivitas tinggi, rasa enak, pulen, legit, daging tebal, berwarna kuning cerah, miki menjadi pilihan utama pekebun avokad di berbagai daerah. Selain unggul rasa, miki pun terbukti dapat tumbuh dan berbuah dengan baik di bagai lokasi.

Tinggi permintaan
Avokad miki berasal dari Kelurahan Kukusan, Kota Depok, Jawa Barat, berbuah di dataran rendah 10—600 meter di atas permukaan laut. Kualitas buah di kisaran tempat itu cukup memuaskan, dengan produksi cukup tinggi, Menurut pemilik dan pembibit miki di Depok, Marjuni, panen perdana saat tanaman berumur 3 tahun sebanyak 20 kg. Bobot buah rata-rata 350– 600 g. Setelah berumur 7 tahun, miki mampu hasilkan 300 kg buah per pohon per musim.

569_ 23Padahal menurut Marjuni hampir seluruh pemilik miki di Kukusan tidak merawat dengan baik. Ibaratnya tanam lalu tinggal. Mereka baru memperhatikan pohon menjelang panen buah. “Miki mereka tetap berbuah dengan lebat,” ungkap pria 45 tahun itu. Meski perawatan minimal, produksi miki masih cukup tinggi, mencapai 300 kg per musim. Masyarakat menjual buah miki Rp20.000—25.000 per kg.

Karena produktivitas yang tinggi itu, permintaan bibit Persea americana pun melambung. Marjuni melayani 500—700 bibit per bulan. Ia juga melayani permintaan buah 100 kg per hari. Namun, yang dapat dipenuhi baru 30 kg. Petani memang harus hati-hati memilih bibit avokad. Harap maklum, investasi untuk bibit relatif tinggi. Menurut petani di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Eflin Sirait, “investasi” waktu juga mahal.

569_ 23-1Jika petani salah memilih varietas, ia harus menunggu 3—4 tahun lagi. Itulah sebabnya memilih varietas avokad harus tepat. Yang menjadi bahan pertimbangan adalah kesesuaian varietas dan ketinggian lahan. Hindari memilih avokad dataran rendah untuk lahan di dataran tinggi. Selain itu produktivitas, citarasa, dan preferensi pasar juga hal penting. Jika miki mampu produktif di dataran rendah hingga tinggi, avokad wina lebih cocok di dataran tinggi.

Lokasi tepat
Ada dua kondisi iklim yang perlu diperhatikan saat menanam avokad, yaitu kesesuaian lahan. Sebab, ada jenis yang lebih sesuai untuk dataran rendah dan ada untuk dataran tinggi. Menurut Ricky Hadimulya, pemilik Hara Nurseri di Parung, Kabupaten Bogor, ada beberapa jenis avokad yang dipengaruhi oleh ketinggian tempat. Ia menanam avokad marcus pumpkin di Parung dan berbuah setelah 4 tahun.

569_ 24Parung tergolong dataran rendah, kurang dari 100 m dpl. Jumlah buah perdana avokad asal Hawaii, Amerika Serikat, itu hanya 5 buah dengan bobot 1,5 kg. Lain halnya bila ditanam di dataran tinggi, bobotnya mencapai 2,5—3 kg. Adapun avokad lain ada yang hanya cocok untuk daerah rendah dan ada yang cocok daerah dingin. Avokad yang cocok untuk dataran tinggi ialah hass dan wina. Hass merupakan avokad dari Australia.

Wina dari Bandungan, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah. Ukuran keduanya beda bagai bumi dan langit. Ukuran hass hanya sekepalan tangan atau 200—300 g, sedangkan wina berbobot 1,3—2.3 kg. Dari segi rasa, daging wina enak dan gurih, tetapi agak “dingin” atau hambar. Buahnya lebih cocok untuk jus atau es buah. Rasa hass jauh lebih enak untuk dinikmati langsung.

569_ 24-2Menurut Ricky sejauh ini hass yang ditanam di Indonesia baru berbuah di Malang. Penanaman hass di dataran rendah belum ada yang berbuah. Ricky menanam hass 5—6 tahun silam, tetapi sampai sekarang belum berbuah. Hass yang tumbuh di nurseri Bunder, Kabupaten Malang, Jawa Timur, berketinggian 500 m dpl sudah berbuah. Menurut pengelola kebun, Rudy Harianto, avokad hass berbuah setelah berumur 3 tahun.

Rasanya gurih dan warnanya kuning menggiurkan. Buah perdananya tidak banyak, hanya 5 buah. Namun menurut Rudy produksinya rendah akibat ujung ranting selalu dipanen untuk keperluan pembibitan. Dari segi kualitas, kualitas buah di Bunder itu lebih baik daripada hass impor karena dipanen kurang tua. Pemerhati avokad di Bekasi, Jawa Barat, Ahadi Bayu, mengatakan hass sangat enak rasanya.

569_ 24-3Ia beberapa kali makan menu avocado toast di restoran, dan selalu pakai hass. Rasanya pun sangat gurih, “Jarang avokad lokal yang bisa menyamai,” ungkap Ahadi Bayu. Kelemahan hass ialah warna daging kurang kuning dan ukuran buah kecil. Oleh karena itulah saat Bayu mencicip sebuah avokad di Semarang, ia pun tertegun. Rasa gurih, hanya sedikit di bawah hass. “Inilah avokad yang saya cari selama ini, yaitu sebisa mungkin mendekati gurihnya hass. Karena ada tambahan rasa sedikit manis, itu sebagai bonus,” kata Bayu.

Bobot buah sekitar 600—900 gram. Produktivitas cukup tinggi, tetapi ia belum pernah menghitung. Untuk sementara, Bayu memberi nama no name pada avokad itu. Avokad itu pun belum mengalami uji multilokasi, meski Bayu sudah menanamnya di Jakarta dengan sistem top working. Di Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Roni Krismawan, memperkenalkan avokad simas.

Avokad itu juga cukup potensial dikebunkan. Sosoknya lonjong berbentuk bohlam. Kulitnya yang halus menjadi cokelat kehitaman saat matang. Setelah dibelah, terlihat biji kecil dan daging tebal. Rasa manis, pulen, gurih, tanpa serat. Simas mulai berbuah setelah 4—5 tahun. Produktivitas 35 kg per panen, kemudian melonjak menjadi 80 kg pada panen berikut. (Syah Angkasa)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img