Kedelai

Budidaya kedelai dalam polibag cocok untuk kawasan perkotaan yang berlahan sempit.
Munajiah mengamati deretan kedelai tumbuh di dalam polibag. Puluhan tanaman Glycine max itu tengah berbuah lebat. Stan Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi memamerkan inovasi itu pada Pekan Nasional Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (Penas KTNA) XV di Provinsi Aceh. “Ternyata kedelai bisa berbuah meski ditanam di polibag. Ini bagus sekali kalau dikembangkan di lingkungan tempat tinggal saya,” tutur Munajiah.
Peserta Penas KTNA asal Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu seorang petani dan penggiat lingkungan di daerahnya. “Saya menanam apa saja untuk menghijaukan lahan yang kosong,” tutur ibu paruh baya itu. Ia mengebunkan berbagai komoditas seperti jagung, ubi jalar, cabai, dan lengkuas di lahan 10 hektare. “Saya juga mengajak warga menanami halaman rumah yang kosong di kampung saya,” ujarnya.
Relatif mudah
Munajiah tertarik menanam kedelai di polibag sebagai komoditas alternatif yang dapat dibudidayakan di halaman rumah. “Apalagi kacang kedelai mengandung protein tinggi sehingga bisa dikonsumsi keluarga sebagai camilan sehat,” tuturnya. Menurut peneliti Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Dr. Ir. Didik Harnowo, M.S., untuk membudidayakan kedelai di dalam polibag relatif mudah.

“Hampir sama dengan menanam kedelai pada umumnya,” katanya. Apalagi kedelai tergolong tanaman yang dapat bertahan hidup di lahan kering, yaitu di daerah bersuhu 23—45ºC. Didik menuturkan, jika ingin membudidayakan kedelai dalam polibag, yang terpenting adalah media tanam yang digunakan harus porous sehingga memiliki drainase yang baik. “Kedelai tidak menyukai genangan air,” tutur koordinator kedelai di Balitkabi itu.
Oleh sebab itu, Didik menyarankan untuk menggunakan campuran tanah, pupuk kandang atau kompos, sekam padi, dan arang dengan perbandingan sama, sebagai media tanam. “Bisa juga dengan hanya campuran tanah dan pupuk kandang,” tuturnya. Agar perakaran tumbuh dengan leluasa, Didik menyarankan gunakan polibag atau pot minimal berdiameter 30 cm. Selanjutnya lubangi bagian bawah pot agar air dapat mengalir.
Selanjutnya siapkan benih kedelai yang akan ditanam. Menurut Didik sebaiknya gunakan benih yang berkualitas, yakni benih dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi, yakni lebih dari 85%. “Benih bermutu dapat diperoleh dari benih berlabel yang sudah lulus proses sertifikasi,” tuturnya. Selain itu pilih benih berdaya tumbuh cepat dan seragam, serta bebas dari kontaminasi hama dan penyakit.
Pada saat Penas KTNA XV berlangsung, Balitkabi membagi-bagikan benih kedelai varietas devon secara gratis kepada para pengunjung. Ketika penanaman cukup benamkan 2 butir benih per polibag. Lubang tanam tidak perlu terlalu dalam karena dapat menghambat pertumbuhan kecambah. Selanjutnya lakukan penyiraman dengan frekuensi tergantung suhu lingkungan.
Jika suhu udara normal penyiraman dapat dilakukan setiap 10 hari. Jika suhu udara tinggi lakukan penyiraman lebih sering tergantung kondisi media tanam. “Yang penting jangan sampai air menggenangi media tanam karena dapat menyebabkan pembusukan benih dan perakaran.
Hama
Menurut Didik sebagai sumber nutrisi tambahan, berikan pupuk kombinasi Urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 1:2:1 atau sesuai dengan kebutuhan tanaman. Pemupukan pada umur 25 hari setelah tanam (HST) dan umur 40—45 HST dengan dosis 3 sendok makan per polibag. Meski ditanam dalam polibag dan bukan dalam skala luas, bukan berarti tanaman kedelai aman dari ancaman hama dan penyakit.
Didik menuturkan, hama yang kerap menyerang kedelai adalah lalat bibit Ophiomyia phaseoli, pengisap polong Riportus linearis, ulat grayak Spodoptera litura, dan penggerek polong Etiella zinckenella. Untuk mengatasinya sebaiknya upayakan dulu pengendalian hama secara fisik dan mekanis. “Jika serangan hama melebihi ambang batas, barulah disemprot menggunakan pestisida kimia,” katanya.
Adapun penyakit yang kerap menyerang tanaman anggota famili Fabaceae itu adalah karat dan hawar daun. Pencegahan penyakit sebaiknya lakukan sejak pemilihan benih. Oleh karena itu, Didik menyarankan petani yang hendak menanam kedelai di polibag untuk, “Pilih benih yang tahan karat dan hawar daun.” Salah satunya kedelai varietas gamasugen 1 dan gamasugen 2 yang dirilis pada 2013.
Jika hasil panen kedelai dalam polibag untuk camilan, maka pemanenan dilakukan saat polong masih hijau, tapi sudah berisi penuh, yakni pada umur sekitar 60 hari. Jika untuk bahan baku tempe, misalnya, kedelai dipanen saat polong menguning dan daun rontok, yaitu pada umur 75—110 hari. (Imam Wiguna)
