Bioetanol Limbah Kopi

Rekomendasi

571_ 38-3Pengolahan biji kopi membuang 35% kulit kopi berkadar selulosa 49,87%. Limbah itu melimpah di Indonesia dan belum termanfaatkan. Hasil penelitian Nana Dyah Siswati dari Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Pembangunan Nasional Veteran, Surabaya, Jawa Timur, menunjukkan kulit kopi berpotensi sebagai sumber bioetanol. Nana menghidrolisis kulit kopi menggunakan HCl berkonsentrasi 20% (v/v). Selanjutnya ia memfermentasi kulit kopi dengan bakteri Zymomonas mobilis 11% selama 7 hari. Bakteri itu mengubah 97,99% glukosa menjadi 51,02% etanol. Setelah destilasi 8 jam proses itu menghasilkan bioetanol berkadar 38,68%.***

Previous article
Next article

Artikel Terbaru

UNAIR Kembangkan “Malaiscope”, Sistem Cerdas Deteksi Malaria Berbasis Klasifikasi Sel Darah

Keterbatasan akses layanan kesehatan di wilayah terpencil masih menjadi tantangan serius dalam penanganan penyakit menular di Indonesia, termasuk malaria....

More Articles Like This