Pupuk Cair Limbah Dapur, Rahasia Selada Hidroponik Tumbuh Lebih Subur

Rekomendasi
- Advertisement -

Limbah dapur seperti kulit bawang merah, bonggol pisang, dan tanaman air kiambang kerap dianggap tak bernilai. Padahal, di tangan peneliti, bahan-bahan tersebut justru menjadi pupuk organik cair (POC) yang mampu meningkatkan pertumbuhan selada hidroponik sekaligus menekan biaya produksi. Riset terbaru menunjukkan kombinasi bahan sederhana itu bisa menjadi alternatif nutrisi yang efektif menggantikan sebagian pupuk kimia komersial.

Permintaan selada terus meningkat seiring tren konsumsi makanan sehat dan segar. Sayuran ini banyak digunakan sebagai lalapan hingga bahan utama salad dan hidangan modern. Namun, budidaya selada menghadapi kendala keterbatasan lahan dan ketergantungan pada nutrisi hidroponik berbasis AB Mix yang harganya kian mahal dan pasokannya terbatas.

Sebagai solusi, peneliti memanfaatkan limbah organik menjadi pupuk cair melalui proses fermentasi. Kulit bawang merah mengandung nitrogen, kalium, magnesium, fosfor, dan besi serta hormon tumbuh seperti auksin dan giberelin yang merangsang perkembangan tanaman. Bonggol pisang kepok kaya unsur hara sekaligus mikroorganisme pengurai yang membantu memperbaiki kondisi media tanam. Sementara itu, kiambang berperan sebagai sumber tambahan unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium.

Ketiga bahan tersebut difermentasi menjadi pupuk organik cair, lalu diaplikasikan pada sistem hidroponik wick. Dalam sistem ini, nutrisi diserap tanaman melalui sumbu kain dari larutan nutrisi, sehingga kestabilan dan komposisi nutrisi menjadi faktor kunci keberhasilan budidaya.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi pupuk memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan selada, baik dari segi tinggi tanaman, jumlah daun, maupun lebar daun. Perlakuan terbaik diperoleh pada campuran 75% AB Mix dan 25% POC. Pada komposisi ini, tanaman menunjukkan pertumbuhan paling optimal dibandingkan perlakuan lainnya.

Menariknya, penggunaan POC tidak bisa berlebihan. Ketika proporsi pupuk organik cair terlalu tinggi, justru berpotensi memicu pertumbuhan mikroorganisme patogen yang dapat menghambat perkembangan akar. Sebaliknya, kombinasi yang seimbang mampu menjaga ketersediaan nutrisi sekaligus meningkatkan efisiensi penyerapan oleh tanaman.

Temuan ini membuka peluang bagi petani maupun pegiat urban farming untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia. Selain lebih murah, bahan baku POC mudah diperoleh dari lingkungan sekitar sehingga mendukung prinsip pertanian berkelanjutan. Limbah yang sebelumnya terbuang kini memiliki nilai tambah sebagai sumber nutrisi tanaman.

Pemanfaatan pupuk organik cair dari limbah dapur menjadi langkah sederhana namun berdampak besar. Tidak hanya meningkatkan produktivitas selada hidroponik, inovasi ini juga membantu mengurangi limbah dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Sumber: Meiana, N. A., Jumrodah, & Swestyani, S. (2026). Pengaruh Kombinasi Kulit Bawang Merah, Bonggol Pisang Kepok dan Kiambang sebagai Pupuk Organik Cair Selada Hidroponik. Jurnal Ilmiah Respati, Vol. 17 No.
3

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

Cokelat Bubuk dan Arang Karbon Aktif Indonesia Jajaki Pasar Timur Tengah

Produk cokelat bubuk dan kepingan arang karbon aktif asal Indonesia berpeluang menembus pasar Timur Tengah. Peluang tersebut ditandai dengan...

More Articles Like This