Sunday, January 25, 2026

Melimpah Tabungan Berkat Sampah

Rekomendasi
- Advertisement -
Buku Tabungan Bank Sampah Saribaye, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Buku Tabungan Bank Sampah Saribaye, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Warga Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memanfaatkan sampah untuk membeli susu atau biaya pendidikan.

Sebagian orang acap menuding sampah sebagai sumber penyakit. Padahal, sampah menjadi ongkos kesehatan dan pendidikan. Lihat saja Balai Desa Saribaye, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat. Para pengepul sampah plastik dalam 6 bulan terakhir nihil pasokan botol atau gelas plastik. Semula para pengepul itu selalu panen limbah plastik saat bertandang ke Balai Desa.

Harap mafhum, pelbagai kegiatan yang dihelat di Balai desa kerap menyisakan ceceran barang plastik seperti gelas atau botol minuman plastik. Pun, sisa operasional kantor seperti kertas. Raibnya botol plastik sera kertas sisa itu bukan tanpa musabab. Kini botol atau gelas plastik dikumpulkan penduduk, penjaga atau petugas kebersihan balai desa. Mereka menjual botol-botol serta kertas yang terkumpul ke Bank Sampah Desa Saribaye.

Sadar lingkungan

Ahmad (tengah) bersama kepala desa (kedua dari kanan) dan fasilitator Generasi Sehat dan Cerdas.
Ahmad (tengah) bersama kepala desa (kedua dari kanan) dan fasilitator Generasi Sehat dan Cerdas.

Dahulu sampah-sampah itu hanya teronggok atau terhambur begitu saja. Bank Sampah Saribaye didirikan sejak Oktober 2016. Ahmad, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa Generasi Sehat dan Cerdas (GSC), Direktorat Pelayanan Sosial Dasar, Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, yang menginisiasi kehadiran Bank Sampah Saribaye.

Menurut Ahmad hadirnya Bank Sampah merupakan upaya masyarakat sadar akan kebersihan lingkungan. “Plus mendapatkan nilai tambah dari sampah yang selama ini dianggap sebagai limbah,” ungkapnya. Syarat menjadi anggota Bank Sampah Saribaye cukup mudah. Cukup menyetorkan 1 kg sampah sebagai awal pendaftaran. Selepas pendaftaran, penyetor sampah kemudian mendapat buku tabungan.

Sampah di gudang penyimpanan Bank Sampah Saribaye, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Sampah di gudang penyimpanan Bank Sampah Saribaye, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

“Tidak ada syarat khusus lain,” kata Kepala Desa Saribaye, Sarawan. Walhasil anak usia sekolah pun bisa menjadi anggota Bank Sampah selagi bisa menyetor sampah sesuai dengan persyaratan. Jenis tabungan terdiri atas tabungan reguler, tabungan pendidikan, serta tabungan kesehatan. Menurut Ahmad tabungan bisa diambil setelah 3 bulan menabung. Warga menyetorkan sampah-sampah ke Bank Sampah.

Semula penyetoran setiap hari di pos keamanan masing-masing lingkungan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu jadwal penyetoran berubah. Penyetoran dilakukan setiap Jumat. “Petugas pengumpul berkeliling ke setiap pos ronda untuk menimbang dan mengambil sampah yang disetorkan masing-masing anggota,” ujar Ahmad. Harap mafhum kebanyakan petugas Bank Sampah Saribaye merupakan buruh bangunan. Jumat saat mereka libur.

Harga beli
Soal harga beli bervariasi. Ahmad menuturkan harga kardus Rp1.300 per kg. Gelas plastik yang sudah dikerok bersih Rp2.500 per kg. Jika tidak, hanya Rp2.100 per kg. Kaleng besi, paku, atau kaleng pun diterima. Harganya Rp10.000 per kg. Sementara untuk besi diterima Bank Sampah Saribaye dengan harga Rp1.600 per kg. Uang yang terkumpul di tabungan dimanfaatkan oleh warga secara beragam.

Di Bank Sampah Malang, sampah menjadi alat pembayaran beragam keperluan.
Di Bank Sampah Malang, sampah menjadi alat pembayaran beragam keperluan.

Sarini, salah satu anggota Bank Sampah memanfaatkan uang tabungannya setiap bulan untuk membeli susu bagi sang buah hati. Lain halnya dengan Darmawan. Siswa sekolah dasar itu menggunakan uang tabungan untuk membeli alat tulis atau perlengkapan sekolah lainnya. Menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat Muhammad Zainul Majdi, Bank Sampah Saribaye patut dihargai.

Balai Desa Saribaye kini nihil dari ceceran sampah.
Balai Desa Saribaye kini nihil dari ceceran sampah.

“Hal tersebut merupakan upaya kreatif warga desa menyiasati limbah agar menjadi berkah,” ungkapnya. Fasilitator GSC Kabupaten Lombok Barat, Budi Muslim, berpendapat serupa. Ia menyebut Bank Sampah Saribaye sebagai terobosan yang bisa diterapkan di daerah lain terkait permasalahan berskala lokal desa. Nun, di Malang, Jawa Timur, pemanfaatan sampah pun menuai beragam manfaat tidak sebatas kepentingan pendidikan dan kesehatan.

Sampah plastik diproses menjadi serpihan.
Sampah plastik diproses menjadi serpihan.

Bank Sampah Malang yang dirintis sejak 2011 mengkonversi sampah menjadi beragam manfaat. Sampah yang disetor warga selain bisa ditabung, juga sebagai alat pembayaran rekening listrik, telepon, ataupun air. Selain itu warga juga memanfaatkannya menjadi beragam kerajinan berbahan baku sampah plastik. Banyak sampah ternyata mengalirkan banyak berkah. (Faiz Yajri, Kontributor Trubus di Jakarta)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img