Sunday, January 25, 2026

Dulu Kosong, Kini Produktif

Rekomendasi
- Advertisement -

Seri Walet (247)

Selama lima tahun rumah walet ini kosong. Kini produksi sarang waletnya mulai naik. Kuncinya penggunaan tweeter dan parfum pemikat walet.

Rumah walet itu terletak di pinggiran Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Bentuknya minimalis hanya terdiri atas 2 lantai. Setiap sore langit di atas rumah berukuran 8 m x 2 m x 12 m itu riuh oleh walet yang beterbangan. Ratusan Callocalia fuchipaga terlihat keluar masuk dari lubang di bagian atas rumah. Paulus Supriatna, sang empunya rumah, bungah melihat pemandangan itu. Maklum, populasi walet yang melimpah berimbas positif pada peningkatan produksi sarang. Paulus rutin menuai 3—4 kg sarang setiap panen.

Paulus Supriatna beserta istri meningkatkan produksi sarang dengan menggunakan tweeter dan aroma.

Bandingkan dengan pengalaman pahit pria yang berprofesi sebagai dokter itu sembilan tahun silam. Tak secuil pun sarang menempel di dalam bangunan. Walet hanya berputar-putar di atas rumah lalu pergi. “Beberapa walet ada yang masuk rumah, tetapi tidak bersarang,” kata Paulus. Impian untuk memanen sarang-sarang si liur emas pun sekadar angan. Padahal, ia berharap beternak walet bisa menjadi bekal pensiun kelak.

Pantang menyerah
Untung saja Paulus tak patah semangat. Ia menempuh berbagai cara untuk memancing walet masuk ke dalam rumah dan bersarang. Informasi yang didapat dari kolega, walet enggan bersarang karena ada tokek di bangunan walet. “Saya menuruti saja saran itu,” katanya. Paulus memasang racun tokek di beberapa titik di dalam rumah walet. Sayang, hasilnya nihil.

Kegagalan itu tak membuat Paulus jera. Berikutnya ia mencoba memikat walet masuk dengan menghadirkan serangga pakan walet. Caranya dengan meletakkan potongan-potongan singkong di bawah lubang masuk burung. Informasi yang didapat, singkong yang dibiarkan busuk memicu munculnya serangga santapan favorit walet. Alih-alih walet berbondong-bondong masuk yang ada justru semakin menjauh.

Parfum menjadi salah satu kunci agar walet betah tinggal.

Secercah harapan muncul saat pria yang tinggal di Kota Bekasi, Jawa Barat, itu menggunakan air cucian sarang walet. Paulus memperoleh larutan itu dari seorang kolega. Ia lantas menyemprotkan larutan itu ke sejumlah bagian dinding. Harapanya walet terpancing masuk ke dalam rumah. Langkah itu cukup berhasil. Beberapa walet tampak singgah dan bersarang. Namun, volume panen sarang hanya sedikit, sekitar 200 gram.

Pucuk dicinta ulam pun tiba. Paulus berkenalan dengan Harry Wijaya, konsultan budidaya walet di Jakarta Utara. Harry menyarankan pemasangan tweeter dan penyemprotan parfum aroma walet secara berkala. Menurut Harry, keberadaan tweeter sangat vital dalam budidaya walet. Alat itu berperan memanggil walet untuk datang, menginap, dan beranak pinak di dalam rumah.

Paulus lantas memasang audio pemikat walet sesuai saran Harry. Ada 20 tweeter yang dipasang menyebar di seluruh bagian dalam rumah. Cara itu manjur memancing walet masuk dan menginap di dalam rumah. Paulus memilih tweeter terbaik sehingga suara yang muncul terdengar natural alias mirip dengan suara koloni walet. Setahun berselang panen sarang mulai meningkat. Jika semula hasil panen nyaris nihil perlahan Paulus menuai 0,5 kg setiap panen.

Selanjutnya Paulus menyemprotkan parfum setiap 3 bulan atau usai panen. Ia melarutkan 1 liter parfum ke dalam 5 liter air bersih. Ia menyemprotkan larutan itu ke sejumlah titik antara lain dinding, plafon, sirip, dan lubang masuk burung. Penyemprotan dilakukan pada siang saat walet ke luar rumah, sekitar pukul 12.00. Paulus juga menambahkan obat antiserangga dan antikutu dalam larutan itu. “Antiserangga berguna untuk mengusir semut dan kecoa,” ujarnya.

Lingkungan tempat tinggal yang nyaman memungkinkan walet untuk menginap dan bersarang.

Kombinasi perlakuan
Parfum racikan Harry terbuat dari bahan-bahan alami yang berasal dari sebuah gedung yang ditinggali ribuan walet. Cara membuatnya serupa dengan proses penyulingan minyak. Dari proses ekstraksi itu didapat biang parfum yang kental. “Pembuatan parfum butuh waktu paling cepat 3 bulan,” kata Harry. Ia menyarankan para peternak pemula supaya langsung mengoleskan parfum di lubang masuk tanpa dilarutkan. Sementara pada bagian dalam bangunan penggunaan parfum dilarutkan ke dalam air dahulu.

Caranya larutkan 1,5 kg parfum ke dalam 15 liter air. Masukkan larutan itu ke dalam wadah yang tertutup rapat kemudian simpan selama 6 hari sebelum digunakan. Letakkan wadah di tempat teduh dan tidak terpapar sinar matahari. Semprotkan larutan pada siang hari agar lebih efektif. Burung pulang menjelang sore sehingga aroma parfum masih membekas kuat. Penyiraman pagi hari kurang efektif sebab saat walet kembali pulang aroma parfum sudah menipis.

Pemasangan tweeter dan penggunaan parfum perlu diimbangi dengan pemeliharaan rumah walet. Paulus memasang racun tikus untuk mencegah serangan tikus Menurut Arief Budiman, konsultan walet di Tegal, Jawa Tengah, tikus hama utama rumah walet. Bila tikus memangsa walet, si liur emas itu akan mengeluarkan suara yang membuat seluruh walet kabur. Ancaman kedua, burung hantu. Dengan kombinasi perlakuan penggunaan tweeter dan parfum serta pemeliharaan lingkungan bangunan, walet pun betah bersarang. (Andari Titisari)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img