Tuesday, January 27, 2026

Panen Vitis Fantastis

Rekomendasi
- Advertisement -

Berbagai perlakuan untuk merangsang anggur berbuah.

Halaman rumah yang sempit hanya 4 m² tak menyurutkan Nur Widiyanto menghadirkan suasana asri. Warga Kelurahan Candi, Kecamatan Candisari, Kota Semarang, Jawa Tengah, itu menanam anggur jenis chocolate di halaman rumah. Sulur tanaman anggota famili Vitaceae itu ia rambatkan pada tali-tali yang diikatkan pada besi berbentuk pergola. Sayangnya lokasi halaman yang berada di bawah membuat tanaman kekurangan paparan sinar matahari. Oleh sebab itu sebagian sulur ia rambatkan pada tiang-tiang pegangan tangga menuju ke balkon.

Saat Trubus berkunjung pada akhir Juni 2018, Vitis vinifera di kediaman Widiyanto tengah berbuah. Setiap dompolan diperkirakan berbobot 2 kg. Total setidaknya ada 25 dompol buah yang bergelantungan di cabang. Widiyanto itu girang bukan kepalang karena tanaman anggur berumur 1,5 tahun itu berbuah lebat meski baru berbuah perdana. “Saya juga baru pertama kali menanam anggur,” tuturnya.

Stres air

Widiyanto menanam anggur dari bibit berukuran 70 cm. Ia menanam bibit itu tanam di dalam lubang tanam berkedalaman 70 cm yang diisi media tanam siap pakai berupa campuran tanah, sekam, dan pupuk kandang. Ia rutin memberikan segenggam pupuk NPK sebagai sumber nutrisi setiap 3 pekan. Selain itu ia juga rutin memangkas cabang-cabang tersier.

Ketika muncul bakal bunga, ia memangkas untuk mengurangi daun. Dengan begitu nutrisi hanya fokus untuk pertumbuhan buah. Menurut pehobi anggur di Ciledug, Kota Tengerang, Provinsi Banten, Widayat, A.M.A.K., para pehobi anggur biasanya mengenal istilah SPAP—singkatan dari stres air, pemupukan, air, dan pemangkasan—untuk membantu merangsang anggur berbuah (lihat ilustrasi).

Namun, ahli buah dan juga anggota Dewan Pengarah Pusat Kajian Hortikultura Tropika (PKHT) Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Sobir, M.Si., mengingatkan agar pehobi berhati-hati sebelum melakukan stres air. “Stres air hanya berhasil bila tanaman memperoleh nutrisi cukup. Bila tidak, perlakuan stres air dapat menyebabkan tanaman mati,” ujarnya. Caranya dengan memacu pertumbuhan vegetatif sebelum perlakuan. (Imam Wiguna/Peliput: Andari Titisari)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img