Monday, January 26, 2026

Melimpah Susu Karena Kencur

Rekomendasi
- Advertisement -

Rimpang kencur dan temulawak meningkatkan volume air susu ibu.

Rimpang temulawak terbukti membantu
memperlancar air susu ibu.

Trubus — Yulia Constantia galau setelah melahirkan anak kedua pada 28 Oktober 2018. Penyebabnya air susu ibu (ASI) perempuan 27 tahun itu seret. Ia hanya memperoleh kira-kira 300 ml per hari. Padahal, ketika melahirkan anak pertama pada April 2016 volume air susu ibu amat besar, mencapai 1.000 ml sehari. Menurut dokter di Rumah Sakit Atmajaya, Jakarta Utara, dr. Ben Intosius, air susu ibu berperan untuk mencukupi nutrisi bayi.

Yuli Constantia mengonsumsi rimpang temulawak dan kencur untuk memperbanyak air susu ibu.

ASI sumber nutrisi bayi yang sudah tidak diragukan lagi manfaatnya. Komponen makro dan mikro nutrisi yang terkandung di dalam ASI sangat kompleks, yaitu karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral lainnya sehingga mampu menopang kesehatan bayi. Sebanyak 90% dari ASI adalah air. Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ASI terbagi menjadi 4 jenis, yaitu kolostrum, ASI transisi, ASI matang, dan ASI penyapihan.

Dua rimpang

Kandungan gizi dari 4 jenis ASI itu berbeda. Ben mengatakan, kolostrum diproduksi 1—5 hari setelah perempuan melahirkan. Kandungan utamanya adalah protein. Sebaliknya, ASI penyapihan lebih banyak mengandung lemak dan laktosa. Menurut Ben perkembangan fisik dan mental bayi yang mengonsumsi ASI sebagai nutrisi utama akan lebih baik dibandingkan dengan bayi tanpa ASI.

Nutrisi ASI membantu melindungi bayi dari infeksi, penyakit lain, dan mengurangi potensi serangan penyakit seiring bertumbuhnya bayi. Itulah sebabnya Yulia Constantia pun mengeluhkan minimnya ASI kepada ibunya, Dra. Adetikoalu. Mendengar hal itu, Adetikoalu mengolah rimpang kencur dan temulawak. Untuk membuat ramuan, ia menyediakan 500 gram rimpang kencur dan 500 gram rimpang temulawak—sekali konsumsi.

Rimpang kencur membantu produksi air susu ibu dan berkhasiat analgesik.

Adetikoalu lalu memarut kedua rimpang itu secara terpisah, memeras dengan kain bersih untuk memperoleh air. Air perasan rimpang anggota famili Zingiberaceae itu kemudian direbus hingga mendidih dengan api kecil. Setelah air rebusan hangat, Yulia mulai mengonsumsinya. Ia rutin mengonsumsi 250 ml atau segelas besar ramuan itu sebelum makan ketika perut kosong. Frekuensi konsumsi 3 kali sehari.

Alumnus Fakultas Hukum Universitas Diponegoro itu merasakan efek konsumsi herbal setelah rutin konsumsi selama 3 hari. Tubuh lebih bugar dan volume ASI meningkat, 500 ml per hari di luar yang dikonsumsi langsung oleh putri keduanya itu. Artinya volume ASI meningkat 100%. Namun, Yulia kewalahan mendengar tangisan bayinya. Ia pun berkonsultasi dengan dokter yang menyatakan bayinya kolik.

Menurut dr. Ben Intosius kolik adalah sumbatan mekanik pada pencernaan bayi. Pemicu kolik adalah pemberian nutrisi lain pada bayi yang masih berusia hitungan bulan. Akibat kolik bayi menangis terus-menerus sambil mengepalkan tangan dan kaki yang melingkar. Menurut dokter, kemungkingan bayi belum mampu mencerna kandungan temulawak dan kencur itu yang masuk melalui ASI.

Valentina Indrajati. Herbalis asal Bogor, Provinsi Jawa Barat.

Menurut herbalis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, secara umum konsumsi kencur dan temulawak oleh ibu menyusui tidak memberikan dampak buruk bagi bayi. Karena sebaliknya, kandungan antibiotik dapat berperan sebagai proteksi dalam menjaga imunitas bayi. Namun, dosis dikonsumsi harus tepat, yakni 15 gram serbuk temulawak dan 20 gram kencur.

Rebus atau seduh serbuk itu secara bersamaan dengan segelas air sebelum konsumsi pada pagi dan siang hari. Valentina mengatakan, konsumsi dalam bentuk segar, cukup dengan 1 rimpang induk temulawak dan segenggam kencur. Blender kedua rimpang kemudian rebus. Minuman berasal dari bahan segar itu dapat dikonsumsi 3 kali sehari setiap pagi, siang, dan malam hari.

Keringat
Meski kadang bayi menangis pada 2 hari pertama, Yulia tetap mengonsumsi kedua herbal itu. Pada hari kelima, bayi lebih tenang, tidak menangis. Selain itu pada hari kelima volume ASI juga kian melimpah. Menurut Valentina Indrajati, rimpang kencur dan temulawak mampu memperlancar ASI. Valentina mengatakan, temulawak mengandung antioksidan yang mampu menghambat proses oksidasi nutrisi yang terjadi pada ibu menyusui.

dr. Ben Intosius, dokter di
Rumah Sakit. Atmajaya, Jakarta Utara.

“Oksidasi mengakibatkan penurunan jumlah air susu,” kata Valentina. Selain itu, rimpang temulawak mampu mencegah kanker payudara pada ibu menyusui. Menurut penelitian Chyntia Desbriyanti dan rekan dari Politeknik Kesehatan (Poltekes) Semarang, rimpang temulawak kaya antioksidan. Peran antioksidan untuk membangun sistem kekebalan tubuh.

Rimpang itu juga mengandung komponen metabolit sekunder kelompok kurkuminoid dan flavonoid, vitamin A dan sumber polifenol. Peran polifenol membantu meningkatkan produksi susu dan prolaktin. Adapun rimpang kencur mengandung minyak atsiri dan zat analgesik. Zat analgesik pada kencur menghilangkan kelelahan pada ibu menyusui. Dengan begitu, tubuh ibu menyusui akan lebih prima.

Selain itu konsumsi kencur berpengaruh juga pada peningkatan produksi ASI. Menurut Drs. Med. Ir. D’Hiru M.M., pilih rimpang temulawak segar. Rimpang belum bertunas. Sebab, rimpang bertunas khasiatnya akan berkurang. “Konsumsi sesuatu untuk memperlancar ASI sepertinya cocok-cocokan. Terkadang ada ibu yang sangat cocok. Bila cocok ASI yang dihasilkan bertambah drastis, sebaliknya ada yang tidak berdampak sama sekali,” ujar Yulia. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img