Monday, January 26, 2026

Paku Tunjuk Langit Rival Anyar Kanker

Rekomendasi
- Advertisement -
Masyarakat kerap abai terhadap paku tunjuk langit Helminthostachys zeylanic.

Tumbuhan baru berkhasiat antikanker.

Trubus — Tidak ada bagian tumbuhan ini yang mirip paku. Masyarakat menyebutnya paku tunjuk langit Helminthostachys zeylanica. Sosoknya memang tak setenar paku-pakuan lain seperti suplir dan paku tanduk rusa. Paku tunjuk langit tumbuhan asli Asia Tenggara dan Australia. Penduduk lokal di setiap daerah di Nusantara menyebut paku tunjuk langit dengan beragam nama seperti rawu bekubang, jajalakan, pakis kaler, tukod langit, pokok tunjuk langit, manon, dan bute-bute.

Nama Helminthostachys berasal dari bahasa Yunani kuno yakni helminen yang berarti cacing, dan stachys yang berarti telinga. Sementara zeylanica mengacu pada asal tanaman saat pertama kali ditemukan yaitu Ceylon atau Srilanka. Paku tunjuk langit satu-satunya tumbuhan dalam marga Helminthostachys. Masyarakat Tiongkok sering kali memanfaatkan akar tanaman sebagai obat. Mereka memanen akar tanaman pada musim hujan.

Khasiat obat

Berdasarkan hasil eksplorasi Kebun Raya Bogor paku tunjuk langit tumbuh liar di hutan cagar alam dan suaka margasatwa seperti Rimbo Panti (Sumatera Barat) dan Kakenauwe (Sulawesi Tenggara). Paku tunjuk langit juga ditemukan keberadaannya di Kalimantan Barat dan Sulawesi Tengah. Mereka hidup di tempat ternaungi yang dekat dengan air atau tepian sungai berpasir dan kaya humus.

Tumbuhan paku tunjuk langit berkembang biak dengan spora. (Dok. Dra Sri Hartini)

Tanaman anggota keluarga Ophioglossaceae itu menyukai tempat yang cenderung lembap. Lazimnya, mereka tumbuh mulai dari daerah tepian pantai sampai ketinggian 1.000 m di atas permukaan laut (m dpl). Namun, populasi tanaman di alam sangat sedikit dan jarang diperhatikan. Dalam satu lokasi penemuan paling banyak hanya 2 tanaman. Itulah sebabnya literatur maupun penelitian yang mengungkap kegunaannya pun terbatas.

Padahal, paku tunjuk langit berpotensi sebagai tanaman obat. Masyarakat India menggunakan akar tunjuk langit sebagai afrodisiak atau pembangkit gairah seksual, disfungsi ereksi, dan masalah hati. Sementara warga Malaysia menggunakan batang tanaman sebagai obat diare dan mengatasi pendarahan pada hidung. Mereka juga menggunakan akar paku langit untuk mengobati batuk rejan. Caranya mudah hanya dengan menumbuk halus akar tanaman bersama buah pinang.

Menurut K. Hyne dalam Tumbuhan Berguna Indonesia paku tunjuk langit berkhasiat sebagai obat pening, batuk rejan, disentri, dan luka. Masyarakat Inderalaya, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, memanfaatkan akar tunjuk langit secara tradisional sebagai salah satu bahan campuran obat penyakit kanker. Para periset membuktikan khasiat paku tunjuk langit sebagai antikanker.

Penelitian uji aktivitas antikanker secara in vitro dengan sel murine leukemia P-388 senyawa flavonoid dari fraksi etilasetat akar tumbuhan tunjuk langit. Uji aktivitas antikanker dilakukan dengan metode bioassay menggunakan sel murine leukimia P-388. Uji aktivitas antikanker terhadap sel murine leukemia P-388 senyawa flavonoid hasil isolasi menunjukkan aktivitas yang mencolok dengan nilai IC50 sebesar 2,4 µg/ml.

Penambah darah

Uji aktivitas sitotoksik dengan metode brine shrimp lethality test (BSLT) fraksi etilasetat akar tumbuhan tunjuk langit menunjukkan nilai LC50 adalah 27 ppm. Akar paku langit kaya antioksidan yang mampu membantu metabolisme vitamin C dalam mempertahankan integritas dinding kapiler serta memiliki sifat antikanker. Khasiat lain paku langit adalah penambah darah.

Tanaman mengalami masa dorman usai menghasilkan spora, biasanya terjadi pada musim kemarau.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan, rebusan akar paku tunjuk langit berkhasiat sebagai obat penambah darah. Adapun daun tanaman dimanfaatkan sebagai obat penghangat tubuh. Berdasarkan uji fitokimia paku tunjuk langit mengandung senyawa saponin, flavonoid, steroid, dan polifenol. Selain itu paku tunjuk langit juga kaya metabolit sekunder.

Oleh karena itu, pelestarian tumbuhan sudah selayaknya karena faedah yang besar. Guna memperoleh bibit tanaman secara cepat dalam jumlah banyak bisa menggunakan perbanyakan secara in vitro. Paku tunjuk langit tergolong paku terrestrial alias tumbuh di permukaan tanah. Tanaman berakar rimpang dan tidak bercabang. Daun berjumlah 1—2 helai dengan panjang tangkai 10—60 cm.

Helaian daun majemuk menyirip atau agak menjari dan cenderung keras. Sementara anak daunnya berbentuk belah ketupat dan bertangkai pendek. Tanaman berkembang biak dengan spora. Pada musim kemarau tanaman akan dorman biasanya usai menghasilkan spora. Spora itulah yang tersebar dan kelak menjadi tumbuhan yang menunjuk langit. (Dra. Sri Hartini, peneliti di Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img