Sunday, January 25, 2026

Kontes Lou han Chencu Terelok

Rekomendasi
- Advertisement -

Kontes perdana liga lou han pada 2019 berlangsung semarak. Sebanyak 425 lou han meramaikan acara.

Lou han peraih grand champion milik pehobi asal Jakarta, Andria
Chang.

Trubus — Andria Chang bungah saat dewan juri mengumumkan lou han klangenannya menjadi grand champion. Ikan kategori chencu itu unggul setelah menjadi yang terbaik di kelasnya. “Saya tak menyangka menang, pesaing lain juga sebetulnya tak kalah bagus, apalagi saat memperebutkan grand champion,” kata pehobi di Jakarta Utara itu. Menurut Andria, “Bisa dibilang momen kontes tepat saat ikan sedang optimal.”

Para pemilik lou han jawara champion Liga Lou han Indonesia 2019 dan dewan juri.

Juri dari Tangerang, Provinsi Banten, Miat Talim, sang jawara pun bukan tanpa cela. “Secara keseluruhan baik, hanya mutiara kurang optimal,” kata Miat. Penentuan grand champion cukup ketat karena juara setiap kelas sama baiknya. Namun, lou han jawara kelas chencu A menunjukkan performa aktif hingga akhir. Miat mengatakan, penentuan young champion dan baby champion lebih mudah karena pemenang lebih istimewa dibandingkan dengan pesaing.

Terbaik

Young champion milik pehobi asal Gowa, Sulawesi Selatan, Roy Panorama. (Dok. Perhimpunan Pencinta Louhan Indonesia)

Andria memang berharap koleksinya menjadi yang terbaik. Itulah sebabnya ia memberikan pakan udang setiap dua pekan untuk menebalkan tubuh ikan. Namun, sepekan menjelang kontes perlakuan lebih intensif, pemberian pakan udang dua kali sehari. Indikatornya sampai ikan kenyang. “Kalau kenyang ikan menolak makan lagi,” kata Andria. Ia juga merawat atau grooming sirip atas dan bawah.

Jika kedua sirip itu terlihat jarang dan terpisah dengan tubuh ikan, bisa mengurangi poin. Oleh karena itu, ia merawat agar kedua sirip itu rapat dengan tubuh agar sesuai dengan kriteria lou han jawara. Andria menggunakan pelet khusus asal Thailand untuk mengoptimalkan warna. Namun, pemberian tidak terlalu sering untuk mencegah dampak buruk pada pencernaan ikan. Sehari sekali cukup saat menjelang kontes.

Adapun jawara lainnya young champion milik pehobi asal Gowa, Sulawesi Selatan, Roy Panorama. Menurut Roy kunci utama perawatan ikan adalah mengganti air. Setiap pekan anggota tim JLM Reborn itu mengganti 20% air agar kualitas air optimal. Setelah ganti air dan membersihkan kotoran, Roy kerap memberikan garam kristal. Tujuannya mencegah bibit penyakit berkembang dalam akuarium.

Panitia dan para pemilik lou han jawara Liga Lou han Indonesia 2019. (Dok. Trubus)

Menurut ketua panitia, David Margo, Liga Lou han Indonesia rutin digelar saban tahun. Gelaran Liga ke-1 tahun 2019 perdana diselenggarakan di Seasons City, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada 27 Februari—3 Maret 2019. Total 425 ikan mengikuti kontes. Pehobi dari kota-kota besar seluruh Indonesia berpartisipasi. Mereka datang dari berbagai kota seperti Palembang, Sumatera Selatan, Gowa, Sulawesi Selatan dan Denpasar, Bali.

Menurut David total 3 juri dari Perhimpunan Pencinta Lou han Indonesia (P2LI) didaulat untuk menilai kontes. David mengatakan kriteria penilaian kontes di tanah air menjadi acuan negara lain jika menggelar acara serupa. Musababnya, lou han berkembang pesat di tanah air. Kontes regional berlangsung saban bulan. Menurut pehobi dari Denpasar, Bali, Michael Gunawan, kontes menjadi ajang pertemuan sesama pencinta lou han di Indonesia. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img