Wednesday, January 28, 2026

Kelapa Sawit Baru Tahan Gempuran Ganoderma

Rekomendasi
- Advertisement -

Varietas baru kelapa sawit yang menghasilkan 9 ton minyak mentah per haktare dan toleran ganoderma.

Sosok buah kelapa sawit DxP 540 NG.

Trubus — Menurut Kementerian Pertanian produksi minyak sawit mentah (crude palm oil, CPO) nasional rata-rata hanya 2—3 ton per hektare per tahun. Angka itu jauh tertinggal dari Malaysia yang lebih dari 2 kali lipat angka itu. Salah satu penyebabnya, penanaman sawit dari benih yang tidak jelas asal-usulnya. Itu sebabnya Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Medan, Sumatera Utara, merilis varietas DxP 540 NG pada 2017.

Lembaga riset itu memproduksi benih varietas baru secara komersial sejak 2018.DxP 540 NG mempunyai keunggulan seperti bongsor dengan pelepah sepanjang 5,5—6,1 m. Pertambahan tinggi tanaman 61—80 cm per tahun. Pada pohon umur 6 tahun, produksinya sebesar 35 ton tandan buah segar per ha per tahun dengan rendemen minyak 26,5—27,4%. Jumlah itu setara 9,3—9,6 ton CPO atau meningkat 300%.

Tahan ganoderma

Dr. Sri Wening, peneliti pemuliaan dan bioteknologi tanaman PPKS.

Selain itu DxP 540 NG toleran serangan ganoderma yang selama ini bak “malaikat maut” bagi kelapa sawit. Periset PPKS mulai merakit sawit jagoan itu sejak 2009. Tahap awal merupakan identifikasi populasi yang memiliki ketahanan. Dura x Deli dan turunan SP 540 T adalah sumber gen ketahanan yang dimiliki DxP 540 NG. Menurut pemulia tanaman di PPKS, Dr. Sri Wening, ketahanan terhadap ganoderma dikendalikan oleh beberapa gen.

“Ketahanannya termasuk moderat atau parsial tahan. Memang tidak benar-benar kebal, tetapi pertahanannya tidak mudah dipatahkan,” kata Dr. Sri Wening. Setelah analisis silsilah, kemudian dilanjutkan pada tahap mating design, crossing plan, dan uji pembibitan. Riset sejak 2009 itu mulai menampakkan hasil pada 2017. Selain itu tanaman anggota famili Arecaceae itu juga produktif. Sebab, kandungan mesokarp tinggi, 84,5—87,5% volume buah.

Hasil uji di pembibitan dengan inokulasi ganoderma
secara buatan setelah enam bulan. Kiri: DxP 540
NG, kanan: varietas lain.

Para periset menguji pembibitan dengan menginokulasi ganoderma secara buatan terhadap bibit progeni DxP 540 NG. Artinya, inokulasi ganoderma dilakukan secara sengaja dengan meletakkan balok kayu mengandung ganoderma dalam media pembibitan. Pengujian itu memakan waktu 6 bulan. Hasilnya, bibit DxP 540 NG tetap bugar hingga akhir pengujian. Berbeda dengan varietas lain yang diujikan, sosoknya tak lagi sedap dipandang.

Akar membusuk dan batang menghitam. Tiga dari enam helai daun tak lagi tegak dan mulai menguning. Riset ditutup dengan analisis Deoxyribo Nucleic Acid  (DNA). Varietas DxP 540 NG mendapatkan SK Menteri Pertanian pada 2017. Produksinya baru dimulai sejak 2018. Bibit varietas baru itu dijual di PPKS seharga Rp16.000 per butir. Kini umurnya baru satu tahun dan penanaman masih dalam pengawasan.

Pengendalian terpadu

Edy Suprianto. General Manager Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman
PPKS.

Kehadiran DxP 540 NG tidak lantas menjadikan kebun sawit benar-benar bebas ganoderma. “Tidak ada tanaman yang betul-betul tahan. Kultur teknis merupakan salah satu optimalisasi aplikasi varietas moderat tahan,” kata general manager Satuan Usaha Strategis Bahan Tanaman PPKS, Dr. Edy Suprianto. Kultur teknis berupa modifikasi lingkungan tanaman budidaya agar tidak mendukung pertumbuhan patogen.

Pada perkebunan kelapa sawit, kegiatan antisipasi ganoderma berupa pengolahan tanah sebelum replanting bila ditemukan tanda-tanda keberadaan inokulum dan aplikasi jamur antagonis Trichoderma. Ganodermaboninense merupakan pengganggu utama pohon sawit. Jamur famili Ganodermataceae itu merupakan patogen tular tanah, makin banyak keberadaan inokulum di dalam tanah makin tinggi potensi serangannya.

“Gejala serangan ganoderma biasanya muncul pada generasi kedua atau telah memasuki fase tanaman replanting, serangannya mengakibatkan penurunan bobot buah, produksi berangsur rendah hingga kematian tanaman,” kata Edy. Serangan jamur berbentuk mirip kipas pengantin itu ibarat vonis mati bagi pohon sawit. Sumber penyakit di dalam tanah melakukan kontak dengan akar pohon.

Area pembibitan DxP 540 NG. Generasi baru kelapa sawit.

Infeksi menyebar hingga mengakibatkan busuk pangkal batang. Itulah awal mula jerat ganoderma hingga akhirnya tanaman mati. Tanaman yang mati kembali menjadi sumber inokulum ganoderma. Basidiospora—tubuh buah jamur—yang berkembang akan menyebarkan spora salah satunya melalui perantara angin, akibatnya sebaran penyakit makin meluas. Kehadiran pohon toleran seperti varietas DxP 540 NG menjadi salah satu jawaban terhadap tantangan ganoderma. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img