Thursday, January 29, 2026

Kedelai Pasang Surut

Rekomendasi
- Advertisement -
Kedelai varietas dega 1 cocok untuk lahan pasang surut. (Dok. Bondan Setyawan)

Penerapan teknologi kepas di lahan pasang surut meningkatkan produksi kedelai hingga lebih dari 2 ton.

Trubus — Belasan tahun menjadi petani, “Baru sekarang saya memanen kedelai tembus 6,3 ton dari lahan tiga hektare. Biasanya mentok di 4,5—5,2 ton per tiga hektare,” ujar Triyanto semringah. Petani kedelai sejak 1996 itu memelihara tanaman polong di lahan tiga hektare selama dua setengah bulan. Apalagi 80% hasil panen milik petani di Desa Simpang, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, itu lolos sebagai benih.

Proses seleksi hasil panen kedelai untuk benih. (Dok. Bondan Setyawan)

Harga kedelai dalam bentuk benih lebih mahal dibandingkan dengan kedelai konsumsi. Harga benih kedelai saat panen pada 2018 mencapai Rp8.500—Rp9.000 per kg di tingkat petani. Biaya produksi mencapai Rp7,4 juta per hektare. Laba Triyanto mencapai Rp23,1 juta. “Kuncinya tekun dan mengikuti budidaya intensif dengan teknologi terbaru,” ujar Triyanto yang menjadi petani selama 13 tahun.

Teknik kepas

Lahan milik Triyanto berketinggian 5 meter di atas permukaan laut merupakan lahan pasang surut. Ketika penamaman terakhir pada Mei 2018 itu Triyanto mengadopsi teknologi budidaya ala Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi). Tim dari Balitkabi menyebutnya teknologi budidaya kedelai di lahan pasang surut atau disingkat kepas. Menanam kedelai di lahan pasang surut memang kerap menemui kendala seperti tanah terlalu asam, kandungan bahan organik tanah yang sedikit, plus benih yang kurang terjamin.

Ir Abdullah Taufiq MP, peneliti ekofisiologi Balitkabi. (Dok. Bondan Setyawan)

Menurut peneliti Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Ir. Abdulah Taufiq, M.P., untuk menurunkan kemasaman tanah dan meminimalkan bahaya keracunan unsur aluminium, serta meningkatkan kandungan Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg), solusinya dengan melakukan pengapuran menggunakan dolomit. Untuk meningkatkan kandungan C-organik dengan pemberian pupuk organik.

“Pemupukan organik selain untuk meningkatkan kandungan C-organik, juga sebagai sumber N, dan detoksifikasi Al,” ujar alumnus Jurusan Tanah, Universitas Gadjah Mada itu. Sementara untuk meningkatkan ketersediaan nitrogen, fosfor, dan kalium melalui pemberian pupuk tunggal maupun pupuk majemuk NPK. Triyanto melakukan itu semua (baca ilustrasi: Budidaya Kedelai Lahan Pasang Surut).

Sesuai arahan Kementerian Pertanian dan Badan Litbang Pertanian melalui rencana strategi 2015-2019 pengembangan kedelai untuk meningkatkan produksi nasional diarahkan pada lahan suboptimal (lahan potensial). Dari aspek ketersediaan lahan, perluasan areal tanam kedelai lebih berpeluang di lahan pasang surut yang mencapai 20 juta hektare. Dari luasan itu yang berpeluang untuk pengembangan tanaman pangan, hortikultura dan tanaman tahunan sekitar 5 juta hektare.

Panen kedelai oleh Bupati Tanjung Jabung Timur, H Romi Haryono, SE (tengah berbaju batik), Kepala Balitkabi diwakili Prof Dr. Didik Harnowo (kiri memakai seragam dinas warna abu-abu) beserta jajaran pejabat terkait. (Dok. Bondan Setyawan)

Menurut Abdullah Taufiq hasil pengujian teknologi kepas di lahan 40 hektar. Tim melibatkan 21 petani di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, pada 2018. Produktivitas kedelai rata-rata tembus 2,3—2,4 ton per hektare. Biaya usaha tani mencapai Rp10,224 juta per hektare yang terdiri dari 34% biaya sarana produksi dan 66% biaya tenaga kerja.

Produktivitas kedelai di lahan pasang surut dengan teknologi kepas rata-rata 2,3—2,4 ton per hektare. (Dok. Bondan Setyawan)

Pada tingkat hasil 2,3 ton per hektare kadar air 10% dan harga Rp 9.000 per kg, petani memperoleh pemasukkan Rp20,97 juta per hektare. Menurut Taufiq yang meraih penghargaan peneliti tanaman kedelai berpretasi pada 2009 dari Menteri Pertanian itu keuntungan petani Rp 10,75 juta per hektare. Lahan pasang surut yang selama ini kurang optimal kini lebih bermanfaat untuk budidaya kedelai. (Bondan Setyawan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img