Monday, January 26, 2026

Koi Kampiun Pet Vaganza

Rekomendasi
- Advertisement -
Koi jenis taisho sanshoku milik pehobi di Jakarta, Michael Widjaja meraih grand champion pada ajang All Indonesia 15th Young Koi Show 2019.

Kontes koi dan ketangkasan anjing di pameran pencinta satwa.

Aneka jenis iguana di stan komunitas reptil.

Trubus — Koi jenis taisho sanshoku itu penuh energi. Gerakannya gemulai memukau pengunjung. Koi sepanjang 65 cm itu tidak menunjukkan gejala kelelahan. Padahal, sudah hari ke-3 ia berada di arena kontes. Menurut juri asal Blitar, Jawa Timur, Agus Riyanto, koi milik pehobi asal Jakarta, Michael Widjaja itu terbaik pada ajang All Indonesia 15th Young Koi Show 2019. Juri mengganjar koi itu sebagai grand champion (GC).

Koi juara satu di setiap kelas berhak memperebutan gelar grand champion. Dari segi bentuk tubuh, warna, dan performa sesuai dengan kriteria koi jawara. Menurut sang perawat, Jani Lauw, ikan berumur 3 tahun itu langsung mengikuti kontes setelah menempuh perjalanan jauh dari Jepang. Koi tangkaran Negeri Sakura memang sohor memiliki genetik unggul. Namun, perlu penangangan khusus untuk beradaptasi di tanah air agar performa optimal.

Koi kampiun

Jani menjaga suhu pada kisaran 24—26?. Peningkatan suhu mendadak mengakibatkan ikan stres. Imbasanya performa ikan menurun. Penanganan lain memuasakan ikan sepekan menjelang kontes. Jani menambahkan, tidak memberi pakan ikan sangat disarankan ketika pengiriman atau menjelang kontes. Ikan puasa tidak mengeluarkan feses. Tujuannya agar kadar amonia pada air rendah.

Tersedia peturasan khusus satwa untuk pengunjung yang membawa klangenan.

Amonia berlebih pada air menyebabkan ikan keracunan. Faedah lain memuasakan ikan membuat warna optimal. Menurut pemilik Koi Castle itu, tidak memberi makan ikan menyebabkan tubuh ikan menjadi lebih kurus sehingga warna ikan lebih optimal. Total 846 koi dari seluruh Indonesia meramaikan acara kontes. Peserta dari Medan, Provinsi Sumatera Utara dan Pekanbaru, Provinsi Riau pun ikut ambil bagian.

Andreas Boediman (kiri) bersama anjing jenis golden retriever bernama Leon, serta handler, Sheila, mendapat juara ke-1 kategori beginner
agiliti dan jumping large.

Total 8 juri menilai mutu ikan. Rinciannya 4 juri asal Jepang dan 4 juri lokal Indonesia. Menurut Jani kualitas ikan peserta makin baik, sehingga makin kompetitif. Menjadi jawara di setiap kelas saja sudah bagus. Kontes koi salah satu gelaran para pencinta satwa pada acara bertajuk Pet Vaganza di QBig Bumi Serpong Damai City Mal, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten pada 28—30 Juni 2019.

Ketangkasan anjing

Panitia Pet Vaganza juga menggelar kontes nasional satwa lain yakni agiliti atau ketangkasan anjing. Menurut panitia sekaligus juri kontes ketangkasan anjing, Andreas Boediman, kontes nasional ketangkasan anjing bersifat terbuka. Artinya, anjing tanpa stambum atau silsilah keturunan anjing ras boleh ikut berkompetisi. Menurut Andreas kontes terbagi menjadi kelas profesional dan pemula.

Komunitas pencinta kelinci memajang kelinci hias jenis netherland dwarf. (Dok. Trubus)

Pemula bisa berarti anjing pemula atau handler pemula. Di kelas pemula masih memperkenankan anjing menggunakan tali saat melewati rintangan. Pada kelas professional tidak diperkenankan menggunakan tali saat melewati rintangan. Peraih juara ke-1 agiliti dan jumping large kelas profesional versi juri Andreas Boediman adalah anjing jenis belgian malinois bernama Bi.

Menurut perawat Bi, Tunggul Soedhiarthono, anjing berumur 4 tahun itu menjadi juara karena rutin berlatih kepatuhan seperti duduk, tiarap, diam di tempat, jalan di samping, hingga datang ketika dipanggil. Menurut Tatung—panggilan akrab Tunggul Soedhiarthono—rutin berlatih setiap hari meningkatkan bounding atau ikatan antar aanjing dan perawat. Satu bulan menjelang kontes latihan melewati rintangan atau agility menggunakan alat lebih rutin.

Sugar glider jenis grey juga meramaikan Pet Vaganza.

Lazimnya hanya 1—2 kali tiap pekan. Namun, 1 bulan menjelang lomba intensitas meningkat menjadi 4—5 kali tiap pekan. Juara ke-1 lainnya kategori beginner agility dan jumping versi juri Andreas Boediman adalah anjing ras golden retriever bernama Leon. Sang perawat, Sheila, perdana mendampingi klangenannya mengikuti kontes. Menurut Sheila sebelumnya Leon berlatih di tempat pelatihan anjing ternama di Tangerang, sehari menjelang lomba kembali berlatih untuk memantapkan ikatan.

Sheila menuturkan, latihan rutin setiap hari tak kalah penting. Berlatih di taman atau rumah meningkatkan ikatan antara pemilik dan klangenan. Perawat sejak 2019 itu menambahkan, misalnya menggunakan hula hoop. Leon diarahkan memasuki hula hoop. Lambat laun perintah “jump” atau lompat bisa diartikan melompat sambil memasuki hula hoop. Menurut Sheila dalam 3 hari Leon sudah terbiasa dengan perintah itu.

Pengunjung diperbolehkan membawa klangenan sembari mengelilingi pameran.

Latihan pun bertahap, saat melewati rintangan sulit bisa menggunakan tali. Jika sudah terbiasa tali bisa dilepas sehingga pergerakan klangenan lebih leluasa. Juri lain yang menilai peserta adu tangkas anjing adalah Wellington Ho asal Malaysia. Peserta adu tangkas anjing memperebutkan hadiah total Rp20 juta. Juara kelas professional meraih hadiah utama uang tunai Rp5 juta, sedangkan pemula Rp2,5 juta. Total 22 peserta dari semua kelas ikut ambil bagian dalam adau ketangkasan anjing.

Acara tidak melulu diramikan oleh gelaran kontes komunitas pencinta koi dan anjing. Komunitas lain seperti kelinci, repti, tupai gula (sugar glider) pun meramaikan acara. Beberapa pengunjung membawa klangenan sembari menikmati suasana pameran. Mereka tidak terlalu risau jika klangenannya hendak buang hajat. Panitia menyediakan peturasan umum khusus klangenan di beberapa titik pameran. Kegiatan itu sebagai ajang kopi darat komunitas pencinta satwa.

Lou han Kampiun Bandung

Kontes ikan lain bertajuk Bandung Lou han Competition 3 2019 dihelat pada 26—30 Juni 2019 di Pasar Segar Kopo, Kota Bandung Jawa Barat. Ikan milik pehobi asal Gowa, Sulawesi Selatan, Roy Panorama meraih grand champion. Menurut juri asal Jakarta, Miat Talim, dari semua kriteria penilaian lou han itu termasuk unggul. Penilaian terpenting untuk gelar bergengsi itu adalah performa hingga akhir.

Ikan jawara konsisten aktif hingga akhir saat pesaing lainnya terlihat menurun. Menurut Roy perawatan harian kunci keberhasilan merawat ikan. Ibarat manusia, ikan pun perlu perhatian lebih. Tujuannya agar ikan sehat. “Jika ikan sehat pemilik pun bahagia,” kata Roy. Perawatan rutin harian antara lain mengganti air 20% tiap pekan. Setelah ganti air Roy kerap menaburkan garam kristal untuk mencegah perkembangan bibit penyakit.

Ikan jenis free marking milik pehobi asal Gowa, Sulawesi Selatan, meraih grand champion Bandung Lou han Competition 3 2019. (Dok. Roy Panorama)

Perlakuan lainnya pemberian pakan pas. Roy kerap memberikan kombinasi pakan berupa cacing beku pada pagi, pelet (siang), dan udang (malam). Kombinasi pakan tepat membuat ikan lebih cemerlang. Mutiara di tubuh ikan dan warna menjadi lebih optimal. Kombinasi itu terbukti menjadikan klangenan Roy kerap jawara di berbagai kontes.
Menurut ketua panitia Dadang Rohendi, total 291 lou han meramaikan acara. Peserta dari Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur, dan Makassar, Sulawesi Selatan meramaikan acara. Total 3 juri nasional lou han menilai acara. Komunitas lou han di tanah air selalu eksis. Acara berupa kontes rutin dihelat 2—3 kali saban tahun. Oleh karena itu, kriteria penilaian kontes lou han dalam negeri kerap menjadi acuan kontes lou han di mancanegara. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img