Jus labu siam berkhasiat menjaga tekanan darah.
Trubus — Luvi Dwi masygul lantaran suaminya Widi Koescahyono kerap menolak ajakan ke dokter. Bukan tanpa alasan, tekanan darah Widi mencapai 160/100 mmHg pada saat itu—tahun 2006. Perempuan yang kini tinggal di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur, itu paham benar suaminya punya riwayat hipertensi. Terlebih gaya hidup Widi tergolong sembrono. Ia gemar mengonsumsi makanan cepat saji. Sudah begitu Widi enggan berolahraga.

Petaka terjadi pada 2014. Widi terperanjat karena tidak bisa menggerakkan bagian tubuh sebelah kiri. Keluarga bergegas membawa Widi ke dokter untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan. Dokter mendiagnosis Widi positif strok—serangan otak disertai kelumpuhan. Kala itu keluarga Luvi menghadapi kesulitan finansial. Keruan saja Luvi tak sanggup membawanya ke rumah sakit untuk fisioterapi. Oleh sebab itu Widi hanya mengonsumsi obat captropil.
Sakit jantung
Selain konsumsi captropil, Luvi membuatkan suaminya jus buah labu siam Sechium edule. Ia sempat ragu sebab buah bergetah itu biasa tersaji sebagai sayur. “Ibu saya dahulu menderita hipertensi juga. Tensinya bisa normal kembali setelah konsumsi jus labu siam,” tuturnya. Ia mengambil dua buah manisa atau labu siam berukuran kecil dan melumatnya bersama setengah gelas air matang. Setiap pagi Widi minum jus buah anggota famili Cucurbitaceae itu.

Laki-laki yang kini berusia 46 tahun itu juga mengonsumsi sambiloto Andrographis paniculata dan pulai pandak Rauvolfia serpentina. Luvi merebus daun sambiloto kering dan akar pulai pandak dalam dua gelas air. Setiap malam Widi tak pernah absen mengonsumsinya. Setelah tiga bulan, ia bisa kembali beraktivitas seperti sediakala. Tekanan darahnya turun menjadi 140/90 mmHg. Bahkan ia mampu bersepeda.

Widi kurang beruntung lantaran dua tahun berikutnya ia terkena sakit jantung. Dokter memasang stent pada jantungnya. Stent tabung logam yang dimasukkan arteri agar pembuluh darah jantung tetap terbuka. Ia pun lanjut mengonsumsi jus manisa serta rebusan sambiloto dan pulai pandak. Dua bulan kemudian tekanan darahnya normal 120/80 mmHg. Widi tak lagi mengeluhkan sesak di dada kiri. Ia bisa kembali bekerja seperti sedia kala.
Kalium
Periset dari Sekolah Tinggi Kesehatan (Stikes) Aisyiyah Yogyakarta, Eka Kurnia Putra Djaelani, membuktikan konsumsi labu siam mampu menurunkan tekanan darah. Riset melibatkan 17 lansia di Panti Sosial Tresna Wredha (PSTW) Budi Luhur, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Eka melumatkan 122 gram jipang―nama lain labu siam―dengan 180 ml air matang dan menyaringnya.
Selama lima hari, responden mengonsumsi air saringan buah bergetah itu sekali sehari pada pukul 13.00. Tak perlu waktu lama, tekanan darah sistolik turun dari rerata 170,1 mmHg menjadi 148,94 mmHg. Tekanan diastolik turun dari rerata 96,82 mmHg menjadi 87,52 mmHg. Perempuan pascamenopause berisiko hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan laki-laki. Musababnya penurunan hormon estrogen memicu terjadinya aterosklerosis―penyempitan pembuluh darah.

Penuaan menyebabkan pembuluh darah arteri kaku dan tidak lurus. Katup jantung juga akan menebal dan membentuk tonjolan sehingga terjadi hipertensi. Menurut Eka kalium dalam labu siam baik untuk menurunkan dan mengendalikan tekanan darah. Sifatnya diuretik sehingga membantu menjaga keseimbangan air, tekanan darah, dan melancarkan pengeluaran air kemih. Kalium juga berperan mengubah gula darah menjadi gula otot.
Menurut herbalis di Taman Sringanis Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sapto Waluyo, pulai pandak berkhasiat untuk hipertensi. Adapun konsumsi sambiloto harus ada jeda. “Bisa konsumsi sambiloto setiap hari untuk terapi awal pengobatan. Namun setelahnya harus diberi jeda misalnya seminggu dua kali,” kata Sapto. Cukup sejimpit―mengambil dengan ujung telunjuk dan ibu jari―daun sambiloto kering dan satu cm akar pulai pandak. Jika berlebihan juga tak baik bagi organ. Itulah mengapa Sapto selalu menyarankan pasien untuk konsultasi sebelum konsumsi herbal.
Herbalis di Bogor, Valentina Indrajati menuturkan manisa punya kandungan luar biasa. Ia menuturkan, “Selain kaya akan serat, juga bisa melarutkan lemak. Vitamin B juga tinggi. Labu siam baik untuk pasien kolesterol, asam urat, hipertensi, bahkan kanker sebab tinggi antioksidan.” (Sinta Herian Pawestri)
