Sunday, January 25, 2026

Yang Terbaik di Nusatic

Rekomendasi
- Advertisement -
Panitia dan pemilik ikan juara kontes ikan hias di
Nusantara Aquatic 2019. (Dok. Trubus)

Kampiun kontes ikan hias terbesar di dunia.

Trubus — Total 11.115 ikan mengikuti adu elok ikan hias terbesar di Indonesia, Nusantara Aquatic (Nusatic) 2019. Menurut panitia pelaksana Nusatic, Hendra Gunadi, ikan-ikan itu mengikuti tujuh kontes nasional dan internasional seperti gupi, cupang, diskus, maskoki, arwana, dan koi. Cupang menyumbang peserta terbanyak hingga 1.423 ekor. Menurut juri kontes cupang bertajuk The Ultimate International Betta Show 2019, Daniel Indarta, animo pehobi amat tinggi.

Grand champion maskoki jenis
ranchu superjumbo. (Dok. Trubus)

Pehobi dari luar negeri antara lain, Amerika Serikat, Thailand, Singapura, Malaysia, dan Jepang pun ikut ambil bagian. Menurut Daniel regenerasi pehobi anyar pun bermunculan. Salah satunya bocah berumur 10 tahun asal Bekasi, Jawa Barat, Muhammad Damas Batubara, ambil bagian dalam kontes. Cupang tangkaran Damas berhasil menjadi juara ke-2 dan ke-3 kelas plakat solid merah.

Arwana peraih grand champion bersisik rapi dan bentuk tubuh
proposional.

Adapun peraih best of show adalah cupang jenis halfmoon plakat butterfly milik pehobi asal Jakarta, Joko Sudarmadi. Menurut Daniel ikan jawara memiliki kontras sangat baik. Pemisahan warna terbagi merata 50:50. Proporsi tubuh dan sirip pun pas. Mental dan pergerakan ikan baik dan indah. Peserta lain peraih grand champion adalah ikan milik pehobi asal Jakarta, Anggela Prischilia. Grand champion dinilai dari akumulasi poin banyaknya ikan milik peserta menjadi jawara di setiap kelas.

Berbagai negara

Koi jenis showa shanshoku, peraih grand champion 16th All Indonesia Koi Show 2019 proporsi tubuh dan warna terbaik.

Kontes ikan hias internasional lain bertajuk 16th All Indonesia Koi Show 2019. Koi jenis showa shansoku milik pehobi asal Pekanbaru, Riau, Amin, meraih grand champion. Koi sepanjang 90 cm itu mengungguli 1.002 ekor lainnya. Menurut juri asal Kota Blitar, Jawa Timur, Agus Riyanto, proporsi tubuh sangat bagus, proposional. Warna pun tak kalah menarik, “Seolah bersinar dan bagian warna hitamnya pekat,” kata Riyanto.

Total 12 juri dari berbagai negara yakni 4 orang dari jepang, 5 orang dari Indonesia, dan masing-masing 1 orang dari Malaysia, Filipina, dan Singapura menilai kualitas ikan. Kontes lainnya bertajuk Arwana Cup Indonesia ke-6. Total 150 arwana asal Jakarta, Kota Bandung, dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dan Kota Pontianak, Kalimantan Barat, memeriahkan kontes. Pemenang grand champion adalah arwana milik pehobi asal Jakarta, Kelvin Effendi.

Gupi tuxedo jenis half blackwhite meraih grand champion. Ikan berdorsal besar tegak, badan bongsor, ekor lebar tanpa tekukan, dan warna sesuai pakem.

Menurut juri asal Bekasi, Jawa Barat, Sriyadi kelebihan jawara memiliki sisik rapi dan bentuk tubuh proposional. Indikator lainnya seperti warna, mata, sirip, ekor, dan mulut bagus sesuai kriteria arwana jawara. “Gaya renangnya bagus, mentalnya bagus tidak turun,” kata Sriyadi. Kontes lainnya gupi bertajuk The 4th Indonesia International Guppy Show. Menurut Hendra, total 129 gupi turut ambil bagian.

Peserta kontes antara lain ikan-ikan milik pehobi dari Brasil, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Malaysia. Gupi jenis tuxedo half black white milik peserta dari Kota Semarang, Jawa Tengah, Ferdian Eka Permana berhasil menjadi grand champion mengguli peserta lainnya. Kontes lainnya diskus bertajuk 11th Discus Contest. Diskus milik peserta asal Jakarta, Juan Sabam, berhasil menjadi grand champion. Menurut Hendra total 120 ekor diskus berpartisipasi.

Cupang jenis halfmoon plakad butterfly peraih best of show, kontras sangat baik, warna terbagi merata 50:50.

Merakit dari rumah

Kontes lainnya bertajuk All Indonesia Goldfish Competition. Diikuti 250 ekor maskoki dari seluruh kota besar di Indonesia. Peraih grand champion ikan jenis ranchu super jumbo milik pehobi dari Kota Bandung, Jawa Barat, Deni Ho. Panitia juga menyelenggarakan kontes akuaskap bertajuk Nusatic Aquascape Contest 2019. Total 200 akuarium meramaikan acara yang terbagi menjadi kelas legend atau profesional dan beginner atau pemula.

Juara akuskap kategori legend, Haikal Rizky, dengan akuaskap kreasinya tebing dan gua.

Pemenang akuaskap kelas legend kreasi pehobi asal Kota Semarang, Jawa Tengah, Haikal Rizky. Menurut Haikal pehobi boleh merakit dasar akusakap dari rumah. Saat kontes hanya menghias dengan menanam tanaman air dan mengisi air. Konsep yang diusung Haikal berupa tebing dengan gua. Ia menggunakan kayu gunung, batu seiryu, dan pasir silika. Haikal juga memaanfaatkan beragam tanaman seperti Ricardia moss dan aneka Hygrophyla.

Menurut Hendra animo para pehobi dan pengunjung tinggi. Total 16 komunitas ikan hias berpartisipasi untuk meneyemarakkan hari ulang tahun ke-50 Majalah Trubus. Kontes pada 28 November–1 Desember 2019 itu berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang, Provinsi Banten. Tidak semua komunitas menyelenggarakan kontes. Misalnya komunitas lou han dan manfish yang sekadar memamerkan ikan hias. Total 20.000 pengunjung dari berbagai negara meramaikan Nusatic 2019 selama 3 hari. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img