
Kini ikan dewa bisa memijah lebih dari 3 kali setahun, sebelumnya hanya sekali setahun.
Trubus — Lazimnya ikan dewa hanya memijah sekali setahun. Di kolam Dedin Khoerudin ikan anggota famili Cyprinidae itu memijah 3 kali setahun. Pembenih ikan dewa di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, itu memilki 50 induk ikan dewa yang terdiri atas 15 jantan dan 85 betina. Semula pembenih ikan dewa itu memproduksi 1.500 telur dari 1 induk per tahun. Kini satu induk memijah 3 kali sehingga menghasilkan 3.500 telur per tahun.

Artinya produksi telur meningkat lebih dari 100% per induk. Selain itu, satwa kerabat ikan mas itu memijah lebih cepat. Selang 1,5 bulan dari pemijahan pertama, induk ikan dewa kembali matang gonad dan siap memijah lagi. “Saya senang karena mendapatkan lebih banyak anakan dalam waktu relatif singkat,” kata Dedin. Apa rahasia Dedin sehingga induk ikan dewa lebih cepat memijah?
Pakan khusus
Dedin menggunakan pakan khusus ikan dewa buatan ahli pakan ikan dari Balai Riset Penelitian Budidaya Air Tawar dan Penyuluh Perikanan (BRPBATPP) Bogor, Jawa Barat, Prof. Dr. Ir. Mas Tri Djoko Sunarno, M.S. Pakan itu mengandung nutrisi lengkap seperti tepung ikan lokal berprotein lebih dari 50%, tepung bungkil kedelai, vitamin dan mineral, serta sumber minyak.

Penelitian Budidaya Air Tawar dan Penyuluh Perikanan (BRPBATPP), Prof. Dr. Ir. Mas Tri Djoko Sunarno, M.S.
Glutamat, ragi, dan klorofil, termasuk unsur mikro dalam pakan khusus induk ikan dewa itu. Djoko menghendaki kandungan abu dan serat sedikit sehingga pakan menjadi efisien. Bentuk pakan berupa pelet. Djoko mengatakan pakan bikinannya lebih ekonomis dibandingkan dengan pakan komersial, meski berprotein tinggi. Meski begitu kualitas pakan tetap prima.
“Selisih harga pakan saya dengan pakan komersial Rp2.000—Rp3.000 per kg,” kata alumnus Asian Institute of Technology, Bangkok, Thailand, itu. Djoko menduga Saccharomyces sp. dalam ragi mengefisienkan penyerapan nutrisi dalam pakan. Nutrisi lengkap dalam pakan juga mendukung induk ikan dewa memijah lebih cepat dan menghasilkan lebih banyak telur.

Menurut Djoko ikan dewa bisa memijah 5—7 kali setahun jika terus mengonsumsi pakan itu. Setelah 7 kali memijah, induk ikan dewa tergolong apkir. Dedin memberikan 0,5 kg pakan untuk semua indukan di kolam berukuran 15 m x 20 m pada pagi dan sore setiap hari. Djoko memerlukan waktu 2—3 bulan untuk memformulasi pakan khusus itu. Ia memang ahli dan berpengalaman meramu pakan ikan.
Djoko mencari bahan baku dan memproduksi pakan khusus itu pada April 2019. Pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat, itu belum memproduksi massal pakan khusus itu. Pabrik bisa beroperasi dengan kapasitas produksi 100 kg per jam. Dengan kata lain pakan induk khusus ikan dewa itu tergolong pakan mandiri. Pakan mandiri adalah pakan berkualitas dan ekonomis.
Peluang besar
Sejatinya kini penggunaan pakan masih dalam tahap penelitian. Rencananya Djoko dan tim mematenkan pakan khusus induk ikan dewa itu pada 2020. Apalagi para pembudidaya pun mampu membuat pakan dengan arahan Djoko. Bahan baku pun tersedia di pasaran lokal. Hanya tepung bungkil kedelai yang impor.

Ia menyampaikan ke Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan untuk meberikan bantuan bahan baku berprotein lebih dari 50%. “Itu untuk kemudahan pembuatan pakan mandiri,” kata profesor riset bidang nutrisi dan teknologi pakan ikan itu. Djoko berharap adanya pakan khusus bisa membuat bisnis ikan dewa berjalan lebih baik. Ketersediaan benih ikan dewa untuk penambahan stok ikan dewa di alam pun memadai.
Kepala Badan Riset Dan Sumber Daya Manusia Kelautan Dan Perikanan, Prof. Sjarief Widjaja, Ph.D., FRINA., mengatakan, ikan dewa bernilai ekonomis tinggi. Alasannya pasar dalam dan luar negeri memerlukan pasokan ikan itu. Masyarakat adat Batak membutuhkan ikan dewa untuk upacara adat. Sementara warga Tiongkok menyukai ikan itu karena bercita rasa tinggi. Adanya pakan khusus induk memperkuat posisi Indonesia sebagai eksportir ikan dewa di masa depan. (Riefza Vebriansyah)
