
Budidaya tanaman sistem hidroponik lebih efektif dan efisien dengan mengandalkan teknologi SimonKori.

pengelolaan kebun hidroponik secara otomatis tanpa perlu pengecekan beberapa parameter seperti konsentrasi nutrisi dan pH. (Dok. SimonKori Tech)
Trubus — PT Saribhakti Bumi Agri hanya menugaskan satu karyawan untuk mengelola kebun hidroponik seluas 700 m². Mestinya minimal dua karyawan yang mengurusi rumah tanam itu. Satu orang mengecek kondisi tanaman. Sementara lainnya memastikan semua parameter seperti kepekatan nutrisi, pH, dan suhu sesuai dengan kebutuhan tanaman. Commercial Manager PT Saribhakti Bumi Agri, Shandi Prasetya, S.T., mengatakan, tugas satu pekerja itu hanya memeriksa kondisi tanaman secara rutin.
Shandi tidak meminta karyawan itu mengecek aneka parameter yang menentukan pertumbuhan tanaman. Ia menyerahkan tanggung jawab itu pada teknologi SimonKori, akronim sistem monitoring dan kontrol irigasi. Inovasi PT Jogja Media Inovasi asal Yogyakarta itu mengatur dan menjaga parameter penting penentu pertumbuhan tanaman secara otomatis.
Otomatisasi
Menurut Head of Research and Development PT Jogja Media Inovasi, Umar Abdul Maajid, SimonKori berupa alat yang sistem kerjanya mengandalkan sensor untuk memantau beragam parameter. Misal ketika terjadi perubahan kepekatan nutrisi, lazimnya pekerja mendatangi tandon untuk menormalkan kepekatan nutrisi hingga mencapai angka ideal. Jika menggunakan SimonKori, pekerja tidak perlu repot mengembalikan kepekatan nutrisi ke angka semula.

SimonKori mengerjakan tugas itu secara otomatis. Dengan kata lain ada otomatisasi dalam pengelolaan kebun hidroponik berkat kehadiran SimonKori. Pantas saja Shandi hanya mengandalkan satu pekerja dalam rumah tanam di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu. “Saya tertarik menggunakan SimonKori karena terkoneksi dengan internet. Pemilik bisa memantau kebun hidroponik menggunakan komputer jinjing. Bahkan pemilik juga bisa melihat kondisi rumah tanam secara langsung,” kata Shandi.
Sebetulnya pengguna SimonKori pun bisa melihat kondisi mutakhir di lapangan menggunakan ponsel cerdas (smartphone). Artinya pengguna bisa memantau kebun hidroponik di mana pun selama tersedia koneksi internet. SimonKori juga menyediakan analisis kondisi kebun berdasarkan semua data yang terkumpul.

Umar mengatakan, pengguna SimonKori tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Ir. Sismanto, M.P., juga cukup puas dengan kinerja SimonKori. Dosen Program Studi Hortikultura, Jurusan Budidaya Tanaman Pangan, Politeknik Negeri Lampung, itu menggunakan SimonKori sejak Desember 2019. “Keunggulan SimonKori yakni tingkat akurasi tinggi dan pertumbuhan tanaman lebih cepat,” kata Sismanto. Pengguna inovasi teknologi itu kebun hidroponik skala menengah hingga besar. Namun, Umar juga menyediakan SimonKori mini untuk skala pehobi.
Meskipun berteknologi canggih, pengoperasian SimonKori relatif mudah. Siapa pun bisa mempelajarinya. Ada pemeriksaan berkala untuk memastikan alat itu berfungsi optimal. Inovasi SimonKori berawal dari riset pemantauan pertanian untuk irigasi persawahan pada 2017. Lalu pada 2018 Umar dan tim mendapatkan dana dari Kementerian Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) sehingga terbentuklah perusahaan rintisan (start up).
Sejak saat itulah nama SimonKori digunakan. Pemasaran perdana alat itu pada 2019. Adanya inovasi itu bentuk sumbangsih para perancang SimonKori yang berasal dari Program Studi Teknik Elektro, Fakultas Teknik Industri, Universitas Ahmad Dahlan, Yogayakarta, kepada masyarakat. Anggota staf pengajar Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta, Endah Budi Irawati, S.P., M.P., mengatakan semua kemajuan teknologi termasuk otomatisasi sangat membantu dunia pertanian asalkan bisa meningkatkan pendapatan.

Ekonomis
Penerapan otomatisasi juga banyak pertimbangan seperti modal, sumber daya manusia, dan pemeliharaan. Umar mengatakan, harga SimonKori mulai belasan juta rupiah itu masih tergolong ekonomis. Dosen Departemen Teknik Mesin dan Biosistem, Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Dr. Slamet Widodo, S.TP., M.Sc., menuturkan pemakaian otomatisasi hidroponik dalam rumah tanam (smart greenhouse) menghasilkan produk bermutu dan berproduktivitas tinggi.
Alasannya peranti itu memberikan input produksi yang lebih efisien karena diberikan secara presisi sesuai kebutuhan tanaman. Direktur PT Jogja Media Inovasi Muhammad Ramadhani berharap SimonKori memudahkan petani hidroponik mengelola kebun sehingga hasil panen meningkat melalui pengaturan nutrisi yang baik dan tepat. (Riefza Vebriansyah)
