Sinar matahari, media tanam, pupuk, dan stres air menjadi kunci membungakan adenium tumpuk.
Aprilia Rahmawati betah berlama-lama memandang bunga tumpuk adenium. Corak warna mahkota bunga adenium tumpuk amat elok. “Penampilan tanaman tidak membosankan karena tampak colorfull,” ujar pehobi adenium di Depok, Kota Semarang, Jawa Tengah, itu. Setahun terakhir Aprilia mengoleksi adenium tumpuk. Ia memperhatikan kebutuhan tanaman sehingga klangenannya itu tampil menawan.

Perempuan berusia 27 tahun itu meletakkan adenium di teras rumah. Ia memastikan tanaman mendapat sinar matahari setiap hari, tetapi terlindung dari hujan. Menurut pehobi dan penyilang adenium di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Rochmad Wiyono, adenium yang memperoleh cukup sinar matahari akan rajin berbunga dan tumbuh subur. Sebaliknya bila sinar matahari kurang, tanaman malas berbunga.
Potong daun
Rochmad menuturkan, adenium tanaman yang jauh dari sifat rewel. Oleh karena itu, adenium cocok dijadikan koleksi pehobi tanaman hias pemula. Menurut alumnus Universitas Sebelas Maret (UNS) itu pemula pehobi sebaiknya membeli adenium dari penangkar maupun penjual terpercaya. Jika pehobi membeli adenium dari luar kota, segera potong daun dan bakal bunga begitu menerima paket.
Tujuannya supaya tanaman terhindar dari dehidrasi dan memberi kesempatan bagi akar untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Selanjutnya, semprot tanaman dengan vitamin B1 sesuai dengan dosis anjuran. Menurut Rochmad cara itu berguna untuk memulihkan energi tanaman. “Keringanginkan tanaman selama sehari. Keesokan harinya semprot kembali dengan vitamin B1,” ujarnya.
Langkah berikutnya pemilihan pot. Gunakan pot yang memiliki lubang cukup banyak di bagian dasar supaya air sisa penyiraman cepat mengalir. Penggunaan pot minim lubang bisa memicu kemunculan cendawan. Rochmad menuturkan, pada tahap awal penanaman adenium, pehobi sebaiknya menghindari penggunaan pupuk kandang. Di habitatnya, adenium tumbuh di tanah yang berpasir dan berbatu-batu.
Karakter media seperti itulah yang digemari adenium. Hindari pemakaian bahan yang kuat menyerap air, contohnya kompos atau pupuk kandang. Kondisi lembap membuat bonggol akar rentan terserang penyakit busuk akar terutama bila terjadi luka. Pilih bahan media yang mudah melewatkan air sehingga tidak menggenang di pot seperti campuran sekam bakar dan pasir malang dengan perbandingan sama.
Biasanya sepekan berselang tanaman akan memunculkan daun baru. Pada saat itu pehobi sudah bisa memberikan pupuk pada tanaman. “Pilih pupuk organik cair atau pupuk kotoran kambing terfermentasi yang dilarutkan ke dalam air lalu siramkan air itu ke tanaman,” ujar Rochmad. Frekuensi penyiraman menyesuaikan kebutuhan tanaman. Cara paling mudah dengan membenamkan telunjuk ke dalam media tanam.

Pastikan supaya media tanam senantiasa kering. “Media tanam yang cenderung kering bagus bagi pertumbuhan adenium. Sebaliknya media tanam yang lembap memicu cendawan penyebab busuk,” kata Rochmad. Ketika adenium telah tumbuh subur maka lakukan pemangkasan untuk membentuk tajuk pohon. Tunggu hingga tajuk rimbun.
Lindungi bunga
Selanjutnya berikan nutrisi tanaman dengan pupuk rendah nitrogen, tetapi tinggi unsur fosfor dan kalium. Jika pehobi memilih aplikasi dengan cara semprot, berikan dosis sesuai anjuran. Sementara bagi pehobi yang memilih cara kocor maka tingkatkan dosis 2—3 kali dari anjuran. Frekuensi penyiraman setiap 8 hari. Usai 3 kali penyiraman segera lakukan stres air selama 8—10 hari.
Selama masa stres air letakkan tanaman di lokasi bersinar matarai penuh. Pada hari kesepuluh lakukan penyiraman biasa. “Lazimnya, sepekan kemudian tunas-tunas bunga bermunculan,” ujar Rochmad. Lakukan penyiraman biasa setiap 2—3 hari sekali. Lindungi bunga dari percikan air supaya terhindar dari busuk bunga. Ulangi kembali pemberian pupuk tinggi fosfor dan kalium dengan dosis sama lewat cara kocor. Frekuensi pemupukan 8—10 hari skali.
Ketika tanaman berbunga pehobi selayaknya melindungi penampilan bunga dari serangan kutu penyebab layu. “Pehobi bisa memanfaatkan akarisida sesuai dosis anjuran,” kara Rochmad. Pemberian akarisida mampu mematikan telur kutu, sekaligus menjaga kesehatan kuntum bunga. Langkah terakhir adalah selalu mengecek kondisi tanaman. (Andari Titisari)
