Saturday, August 13, 2022

Agar Tampil Kian Elok

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Tanaman ubi terlihat cantik dengan pot transparan yang mengekspos akarnya.
Tanaman ubi terlihat cantik dengan pot transparan yang mengekspos akarnya.

Beragam cara meningkatkan keelokan tanaman hias.

Tanaman hias di pot transparan itu terlihat apik. Dedaunan muncul pada batang yang menjuntai. Batang yang muncul dari media tanam relatif panjang menyebabkan si empunya meletakkan pot di atas pot lain. Pot di bagian bawah dalam posisi terbalik berfungsi sebagai penyangga supaya lebih stabil. Pemandangan dari sisi lain rimbunnya daun menampakkan kumpulan akar yang terekspose pada media tanam melalui beningnya bagian luar pot.

Dari situ terungkap pula bahwa sejatinya tanaman hias itu adalah Ipomoea batatas alias ubi jalar. “Melalui penataan yang tepat, maka tidak ada yang menyangka bahwa dari bahan tanaman yang sedemikian murah dapat disulap menjadi ornamen penghias ruangan,” ujar Adelia Anastasia, pebisnis tanaman hias di Tapos, Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Dengan demikian maka estetika tanaman pun meningkat.

Potongan sisa batang kayu berukuran besar dapat menampung tanaman hias dalam jumlah banyak.
Potongan sisa batang kayu berukuran besar dapat menampung tanaman hias dalam jumlah banyak.

Bahan murah
Adelia Anastasia terinspirasi untuk mempercantik tampilan tanaman hias sejak 2 tahun terakhir. “Jenis tanamannya dapat beraneka macam, misalnya tillandsia, janggut musa, bahkan tanduk rusa atau simbar menjangan yang berukuran besar. Bahan tambahan yang digunakan untuk membuat kreasi dapat berasal dari benda-benda yang murah dan banyak dijumpai di lingkungan sekitar,” ujar Adelia.

Karya pertamanya adalah rangkaian tanaman tanduk rusa Platycerium sp yang dipadu dengan kayu bekas bantalan rel kereta api sebagai tempat menempel tanaman. Rangkaian dua bilah kayu berukuran panjang 1 meter itu terlihat cantik mendukung sosok simbar menjangan yang besar dan daunnya menjuntai. Menurut Adel kayu itu juga dapat menyimpan air dengan baik sehingga mampu memenuhi kebutuhan tanaman di atasnya.

Tillandsia di "berpot" buah bintaro kering asal Thailand.
Tillandsia di “berpot” buah bintaro kering asal Thailand.

Simbar menjangan yang berpadu dengan kayu cocok untuk mempercantik berbagai ruangan. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah pemenuhan kebutuhan sinar matahari untuk berfotosintesis. Adel menempatkan kreasinya itu sebagai ornamen penghias greenhouse di nurserinya. Atap terbuat dari bahan transparan mempermudah perawatan. Cukup rutin menyiramnya 2 kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari.

Adel kembali berkreasi menggunakan tanaman hias yang berukuran lebih kecil seperti tillandsia. “Tillandsia memiliki bentuk tanaman yang unik, daunnya saat dewasa yang melengkung memberikan kesan fleksibel. Perawatannya juga mudah karena tanaman itu tidak memerlukan media tanam. Untuk mempertahankan kebutuhan nutrisi dengan menyemprot air. Tidak perlu sampai terlalu lembap untuk mencegah tanaman busuk,” ujar Adel.

Ia biasa menggabungkan tillandsia dengan tanaman lain dalam sebuah rangkaian, seperti sansevieria dan janggut musa. Tillandsia yang dapat tumbuh tanpa media tanam membuat tanaman itu menjadi andalan Adel saat merangkai tanaman hias. Salah satu yang menarik perhatian pengunjung nurserinya adalah rangkaian pada sebuah pot porselen berornamen Tiongkok.

Sesuaikan ruang
Di rangkaian itu tampak patung kecil berbentuk orang bersila di tengah rangkaian. “Seperti seorang pertapa atau orang bijak yang sedang mencari inspirasi di tengah hutan,” ujar Adel. Tanaman dalam rangkaian disusun mengelilingi patung sebagai pusat perhatian orang yang melihatnya. Ia menggunakan kawat alumunium yang biasa dipakai membentuk bonsai sebagai tempat tumbuh tanaman.

Rangkaian tidak memerlukan media tanam berupa tanah. Sebagai penggantinya, kolektor dan penjual sansevieria itu memasang busa tebal atau oasis sebagai tempat menancapkan kawat. Bagi yang tidak memiliki pot unik sebagai ornamen penambah keindahan tanaman, dapat juga menggunakan bahan dari sisa batang atau cabang tanaman.

Ia mendapatkan ide memanfaatkan limbah kayu saat melihat tumpukan sisa batang setelah pemangkasan tanaman buah di kebunnya. “Dari sebuah cabang berukuran besar bisa diperoleh banyak bahan untuk menempel tanaman hias. Tergantung kreativitas perangkai dalam memotong dan menyesuaikan dimana rangkaian itu akan dipasang,” ujar perempuan yang hobi piknik itu.

Penambahan patung di atas pot unik semakin mencuri perhatian orang yang melihatnya.
Penambahan patung di atas pot unik semakin mencuri perhatian orang yang melihatnya.

Nilai tambah
Kadang-kadang Adel juga memakai bromelia dan sansevieria kecil untuk memperkaya warna. Perlakuan terhadap batang tanaman juga beragam. Ada yang perlu dikelupas sebagian kulit luarnya, tetapi ada juga yang dibiarkan seperti aslinya. Itu terutama untuk mempertegas kesan tua dan menambah nilai keunikan media. Tanaman dapat diletakkan begitu saja di ceruk yang dibuat di batang dan ditempel menggunakan kawat berlapis semacam alumunium foil yang mengilap.

Bagi orang yang ingin membuat rangkaian tanaman hias tetapi terkendala ruang yang terbatas, Adel menyarankan untuk membuat yang hasil akhirnya dibuat menggantung. Gantungan dapat dibuat di dinding, plafon, atau membuat bangunan sederhana sebagai tempat rangkaian.

Adel terinspirasi oleh penjual tanaman hias di Thailand yang belum lama ini ia kunjungi. “Potongan kayu kering, kantong hasil rajutan, sampai buah yang dikeringkan dapat dimanfaatkan sebagai ornamen mempercantik tanaman,” kata Adel. Ia membeli buah bintaro kering kreasi penjual tanaman hias Negeri Gajah Putih itu lantaran belum pernah menjumpai di tanahair. Di tangan Adelia buah bintaro kering itu segera diubah menjadi hiasan gantung dengan tambahan tanaman tillandsia.

Sekitar 15 menit saja waktu yang dibutuhkan Adel untuk membuat sebuah rangkaian yang cantik. Ia menempatkan tanaman di bagian atas buah, lalu segera membelit dengan kawat dan menyisakan sebagian yang panjang sebagai cantelan. “Sangat cepat proses membuatnya dan nilai jual langsung terangkat naik,” kata Adel sumringah. Menjual tanaman hias dengan cara merangkai atau memanfaatkan materi tambahan lain seperti Adel, sejatinya sudah dilakukan sebagian pebisnis tanaman hias.

Manfaatkan kantong rajutan dan buah kering sebagai media rangkaian tanaman hias yang digantung.
Manfaatkan kantong rajutan dan buah kering sebagai media rangkaian tanaman hias yang digantung.

Rizal Djafaarer membuat rangkaian dalam pot kecil menggunakan kaktus. Hasilnya memang unik dan menarik. Bentuk, ukuran, dan warna-warni kaktus dipadukan sehingga tampil apik. Apalagi Rizal memberikan “sentuhan akhir” berupa mata, hidung, dan pita. Kaktus pun tampak “hidup” dan terlihat cantik. Kreasi pemilik Rizal Orchids di Lembang, Bandung, itu terinspirasi dari konsep terarium.

Adapun Syahroni Irfan, pemilik Kina’s Art Gallery Cibubur, Jakarta Timur, mengkhususkan pada pembuatan hiasan dengan memanfaatkan berbagai tanaman hias berukuran kecil. Irfan lebih banyak menggunakan tillandsia dengan alasan daya tahan tanaman yang tinggi dalam kondisi tanpa media tanam.

Media tambahan yang digunakan adalah bingkai foto. “Berbagai tanaman hias disusun dalam bingkai sehingga menjadi karya yang mengandung nilai seni tinggi dan meningkatkan nilai jual,” ujar lelaki berusia 37 tahun itu. Selama ini ia membuat rangkaian untuk diikutkan dalam pameran di berbagai kota. Adel, Rizal Djafaarer dan Irfan sepakat, dengan penambahan ornamen dapat meningkatkan nilai jual hingga ratusan ribu jika didukung kreativitas tinggi dan materi bahan yang unik. (Muhammad Hernawan Nugroho).

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img