Friday, January 16, 2026

Agen Ekspor Produk Indonesia

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id – Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak diaspora Indonesia di seluruh dunia untuk turut mendorong peningkatan ekspor nasional melalui peran aktif sebagai importir dan promotor produk-produk dalam negeri. Peran aktif diaspora di berbagai negara dinilai dapat berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Ajakan itu disampaikan Mendag Budi saat berdiskusi bersama diaspora Indonesia dalam Congress of Indonesian Diaspora ke-8 (CID-8) yang diselenggarakan oleh Indonesian Diaspora Network (IDN) Global di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur, Jumat (1/8).

Turut hadir sebagai pembicara, Presiden IDN Global Sulistyawan Wibisono. Kegiatan ini diikuti oleh 80 peserta diaspora dari berbagai negara/wilayah, termasuk Amerika Serikat, Australia, Singapura, Taiwan, Qatar, Prancis, dan Kanada.

Mendag Budi didampingi oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Isy Karim, serta Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Fajarini Puntodewi.

“Ekspor kita terus mengalami kenaikan. Ekspor Indonesia dari Januari hingga Juni 2025 tercatat tumbuh sebesar 7,7 persen, melampaui target tahunan sebesar 7,1 persen. Ini tentu tidak terlepas dari kontribusi Bapak dan Ibu semua. Untuk itu, melalui sinergi dengan diaspora di berbagai negara, kita dapat terus mendorong peningkatan ekspor dan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sesuai target program pemerintah,” ujar Mendag Budi dilansir pada laman Kemendag.

Mendag Budi mencontohkan peran diaspora Indonesia di luar negeri yang telah menjadi pelaku usaha, termasuk importir produk Indonesia. Salah satu kisah sukses yang dibagikan adalah penyebaran produk makanan instan Indonesia, seperti mi instan, ke berbagai negara seperti India dan Nigeria. Hal ini berkat peran Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan diaspora yang mengenalkan produk tersebut secara organik kepada masyarakat lokal.

“Awalnya mi instan ini dikonsumsi oleh PMI, lalu dikenalkan kepada keluarga tempat mereka bekerja. Anak-anak majikan yang tadinya sekadar mencoba, lama-kelamaan menyukai rasa mi Indonesia. Dari situ, merek ini tumbuh kuat dan dikenal luas hingga ke Afrika,” jelas Mendag Budi.

Menurutnya, pendekatan ini merupakan strategi pemasaran yang efektif dan dapat diterapkan pada produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lainnya. Untuk itu, Kemendag siap memberikan dukungan penuh melalui fasilitasi business matching yang mempertemukan diaspora dengan pelaku UMKM dalam negeri.

“Silakan bergabung di Export Center atau kantor perwakilan perdagangan kita. Asal ada komitmen menjadi buyer atau mencarikan buyer, kami akan bantu mencarikan suplai dari UMKM di Indonesia. Kami percaya, kerja sama dengan diaspora akan memperkuat keberlanjutan ekspor kita,” tegas Mendag Budi.

Ia meyakini, peran diaspora sebagai mitra UMKM akan memudahkan proses ekspor karena kedekatan budaya, bahasa, dan jejaring yang sudah dimiliki. Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan ekspor nasional dan mendukung pencapaian target pembangunan ekonomi Indonesia.

Sementara itu, Sulistyawan menyambut baik dialog antara diaspora dan pemerintah. Ia berharap, dialog ini dapat memberi ruang seluas-luasnya bagi pelaku usaha diaspora untuk menyampaikan pengalaman, tantangan, dan aspirasi dalam mengembangkan usaha dan mendorong produk UMKM masuk ke pasar global.

“Kehadiran diaspora sangat diharapkan menjadi pintu pembuka ekspor karena memiliki pemahaman budaya, selera pasar, dan bahasa yang memudahkan penetrasi produk Indonesia ke luar negeri,” tambah Sulistyawan.

Salah satu diaspora dari Amerika Serikat menyampaikan bahwa kebijakan tarif bea masuk oleh Presiden AS menjadi peluang baik bagi produk Indonesia, khususnya UMKM, untuk menembus pasar AS. Namun, strategi yang diterapkan harus bertahap dan terkoordinasi.

Pendekatan yang bisa dipertimbangkan adalah penyesuaian harga dari hulu ke hilir agar tetap kompetitif di pasar tujuan. Dengan mekanisme yang tepat, daya beli konsumen tetap terjaga tanpa mengorbankan kualitas produk.

“Ini saat yang tepat untuk melakukan penetrasi pasar secara lebih agresif dan terstruktur,” ujarnya.

Ia juga berharap Kemendag dapat mempertimbangkan kebijakan yang memberikan kemudahan dalam pengiriman untuk mendukung ekspor UMKM. Selain itu, ia mendorong agar diaspora di negara tujuan ekspor dilibatkan dalam pengadaan barang oleh pemerintah Indonesia di luar negeri.

Dengan melibatkan diaspora sebagai mitra strategis, harga dan distribusi produk akan lebih efisien karena mereka memahami dinamika pasar setempat.

CID-8 tahun 2025 diselenggarakan untuk pertama kalinya di Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan mengusung tema “Bersama Diaspora Mewujudkan IKN Menjadi Kota Dunia untuk Semua.” Pemilihan IKN sebagai lokasi mencerminkan komitmen diaspora dalam mempromosikan dan membangun IKN sebagai pusat peradaban global.

IDN Global sendiri merupakan organisasi nirlaba yang bersifat nonpemerintah, nonpolitik, dan nonpartisan. Organisasi ini dibentuk pada Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles tahun 2012. Misinya adalah memperkuat kontribusi diaspora Indonesia bagi tanah air secara lebih efektif dan berdampak nyata.

Kongres diaspora diselenggarakan setiap dua tahun sebagai wadah pertukaran ide dan kolaborasi antara diaspora, pemerintah, dan masyarakat Indonesia.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img