Saturday, January 24, 2026

Aglaonema Hibrida Selalu Memikat Pehobi

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id-Pehobi dan pembudidaya aglaonema di Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta,  Raden Agus Choliq, selalu terpikat dengan ragam aglaonema hibrida. Sebagai contoh jenis baru aglaonema antik.

 Pemilik Aglaonema Park itu terpikat aglaonema antik lantaran memiliki karakteristik yang menarik. “Keistimewaan aglaonema antik terletak pada corak batik yang menawan,” ujar Choliq. Ia juga menyukai keistimewaan aglaonema hibrida itu karena berdaun tebal.

 Aglaonmea antik juga terlihat besar, kokoh, dan kuat. Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Aglaonema Nusantara (ASSA) itu masih enggan untuk melepas tanaman kesayangannya. Harap mafhum karena kecantikan tanaman itu bagaikan barang antik.

Susunan setiap helai daun aglaonema hibrida baru itu terlihat proporsional. Daun tampak cekung seperti mangkok. Bentuk daun bulat memanjang. Garis urat pada daun juga tampak jelas.

Pada bagian garis tengah terdapat warna merah muda. seolah memisahkan sayap kanan dan kiri daun. Sementara pada belahan kanan dan kiri bercorak semburat batik hijau cerah. Bagian dasar daun masih sedikit terlihat merah muda.

Saat ini Choliq masih fokus untuk memperbanyak aglaonema koleksi barunya itu. Choliq melakukan perbanyakan dengan cara setek batang. Ia membudidayakan aglaonema di taman miliknya yang sekaligus dijadikan sebagai taman edukasi.

Dalam taman itu Choliq juga menyajikan jenis aglaonema lain. Mulai dari aglaonema hibrida jenis lama hingga aglaonema spesies. Pengunjung dapat menikmati serta mempelajari sejarah tanaman anggota famili araceae itu.

Pengunjung boleh juga apabila ingin membeli tanaman aglaonema jenis tertentu. “Jenis aglaonema tertentu yang sudah banyak stok kami jual,” ujar Choliq. Namun, untuk beberapa jenis yang masih langka masih dalam proses perbanyakan.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img