Friday, August 12, 2022

Ajang Pembuktian di 4 Kota

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

 

Penampilan erythraeae nyaris sempurna. Susunan daun begitu roset sehingga nyaris tak ada ruang kosong. Seluruh permukaan daun lidah mertua berumur di atas 5 tahun itu pun mulus. ‘Biasanya permukaan daun erythraeae yang halus rawan tergores,’ ujar Anna Sylvana, juri asal Jakarta. Itu menunjukkan sang pemilik begitu tekun merawat sang klangenan sehingga pantas mendapat ganjaran juara.

Yang membuat ketiga juri – Anna Sylvana, Taufik Hidayat, dan Nesia Artdiyasa – berdiskusi alot ialah kehadiran pesaingnya Sansevieria burdettii milik nurseri B Green dari Bogor. Lidah naga berdaun runcing itu tak kalah sempurna. Susunan daun yang mengipas tampak simetris. Pun permukaan daun 99% mulus. Buktinya selisih nilai keduanya sangat tipis yaitu 1,6 poin. Namun, tiga juri mendaulat erythraeae sebagai pemenang karena untuk membuat roset dan mulus jauh lebih sulit.

Selain daun bulat, kontes sansevieria yang diselenggarakan di Taman Anggrek Indonesia Permai (TAIP) itu juga mempertandingkan kelas daun pipih dan trifasciata. Seminggu sebelumnya kontes serupa digelar di Pasar Bunga Rawabelong, Jakarta Barat. Berderetnya kontes menunjukkan bahwa pamor lidah mertua dalam jagat tanaman hias belum surut.

Ajang pembuktian

Tahun 2009 sepertinya juga menjadi ajang pembuktian kebangkitan tanaman hias di tanahair. Selama Juni 2009 saja sebanyak 8 kontes diselenggarakan di berbagai kota di tanahair. Yang terakbar ialah kontes adenium di Universitas Budiluhur, Jakarta Selatan. Sebanyak 500 peserta beradu cantik pada Budiluhur Flona Adenium Kontes 2009 yang dibagi ke dalam 17 kategori.

Pada ajang itu juga digelar pemilihan Miss Adenium. ‘Tujuannya agar adenium makin dikenal masyarakat,’ ujar Wijaya Sutanto, ketua panita. Di Jabodetabek kontes adenium juga digelar di nurseri Istana Alam (Depok) yang diikuti 159 peserta dan Pasar Bunga Rawabelong (Jakarta Barat) 30 peserta.

Kontes adenium di berbagai kota di tanahair juga tak kalah semarak. Sebanyak 87 peserta berkompetisi pada kontes adenium Bali Agro Expo 2009 yang diselenggarakan Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali. Di Jember, kontes adenium juga diikuti 87 peserta.

Sejak sukses sebagai tuan rumah Asia Pasific (ASPAC) Bonsai & Suiseki Convention ke-9 di Bali pada 2007, pamor bonsai di tanahair kembali menggeliat. Itu terbukti semakin maraknya kontes di tingkat nasional maupun regional. Sebut saja Pameran Bonsai, Suiseki, dan Tanaman Hias Tingkat Nasional di Jember. Di sana sebanyak 401 bonsai dan 93 suiseki bertarung. Di nurseri Istana Alam lomba bonsai diikuti 117 peserta dan 44 suiseki. Sementara di Bali Agro Expo 2009 sebanyak 93 bonsai bersaing memperebutkan peringkat terbaik. (Imam Wiguna/Peliput: Destika Cahyana dan Nesia Artdiyasa)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img