Cara sambung pucuk dengan ukuran entres atau batang atas yang sangat pendek.
Trubus — Entres atau batang atas avokad sepanjang 10 cm hanya menghasilkan 1—2 bibit. Itu bila perbanyakan dengan sambung pucuk. Padahal, entres sepanjang itu bisa menghasilkan bibit lebih banyak, tergantung jumlah mata tunas yang muncul pada entres. Jika pada entres 10 cm itu terdapat 8 mata tunas, maka sebanyak itu pula jumlah bibit yang dihasilkan. Namun, entres yang disambungkan menjadi sangat pendek.
Sayang, para penangkar enggan mencoba teknik itu karena khawatir gagal tumbuh. Berdasarkan pengalaman penulis, menggunakan entres superpendek terbukti dapat tumbuh normal. Teknik sambung pucuk dengan entres sangat pendek sejatinya sama dengan teknik sambung pucuk yang biasanya dilakukan para penangkar. Kebutuhannya sama, yakni batang bawah berupa tanaman asal biji.
Jarum pentul
Para penangkar tanaman buah biasanya menggunakan batang bawah setinggi 30—40 cm. Padahal, sebetulnya bisa juga menggunakan batang bawah yang masih muda. Penulis pernah mencoba menyambung pucuk avokad dengan batang bawah baru setinggi sekitar 10—15 cm. Daun yang muncul pun masih sangat muda. Selanjutnya potong bahan entres dengan ujung membentuk seperti huruf V.
Panjang entres disesuaikan dengan letak mata tunas. Satu entres hanya terdiri atas satu mata tunas. Oleh karena itu, panjang entres rata-rata hanya 1—2 cm. Selanjutnya potong tajuk batang bawah. Sebaiknya sisakan beberapa helai daun di bagian bawah potongan. Tujuannya agar batang bawah masih tetap bisa berfotosintesis dan menghasilkan energi untuk pertumbuhan bibit. Dengan begitu diharapkan bibit hasil sambung pucuk segera bertunas dan tumbuh lebih cepat.
Lalu belah ujung batang bawah, sisipkan entres superpendek itu. Para penangkar tanaman buah lazimnya menggunakan tali plastik untuk mengikat sambungan. Namun, jika entres yang digunakan sangat pendek sulit untuk memegang sambungan saat melilitkan tali plastik. Sambungan sering kali bergeser karena adanya getah sehingga licin. Cara yang lebih mudah adalah dengan menggunakan jarum pentul.
Tusukkan jarum itu secara horizontal di sambungan sehingga menembus batang bawah dan entres. Itulah sebabnya penulis menyebutnya dengan sebutan teknik sambung pucuk akupuntur, meski bukan dalam arti sebenarnya. Dengan cara itu sambungan tidak mudah bergeser. Selanjutnya sungkup hasil sambungan menggunakan plastik dan simpan di tempat teduh. Dua pekan pascasambung entres mulai memunculkan tunas baru. 
Pada saat bibit berumur sebulan pascasambung atau sudah muncul beberapa daun, jarum pentul yang menancap bisa dilepas karena sambungan sudah melekat. Penangkar dapat menggunakan jarum itu berulangulang sehingga lebih hemat. Bandingkan jika menggunakan tali plastik, biasanya penangkar hanya menggunakan sekali pakai sehingga harus membeli terus-menerus.
Ukuran entres yang sangat pendek juga dapat disambung dengan teknik top chip budding. Teknik itu mirip sambung pucuk biasa. Perbedaannya pada teknik pemotongan entres dan batang bawah (lihat ilustrasi). Berdasarkan pengalaman penulis tingkat keberhasilan kedua teknik sambung pucuk itu tergolong tinggi, lebih dari 90%. Dengan kedua teknik itu para penangkar dapat menghemat entres dan jumlah bibit yang dihasilkan menjadi lebih banyak. (Anton Kamaruddin, S.P., M.Si., Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat)
