Trubud.id—Tim peneliti IPB merancang inovasi berupa alat untuk mempertahankan mutu buah sawit melalui pemanasan TBS dengan teknik inaktivasi enzim lipase. Alat itu dirancang agar mudah dipindahkan atau portable.
Tim periset itu Dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Tien R. Muchtadi, M.S., dosen Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi Manajemen, IPB, M. Syaefudin Andrianto, S.T.P., M.Si.
Periset juga terdiri dari dosen Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB, Dr. Nur Wulandari S.T.P. M.Si., serta peneliti Pusat Pengembangan Ilmu dan Teknologi (ILTEK) Pertanian dan Pangan Asia Tenggara (SEAFAST Center), Yuli Sukmawati, S.T.P., M.M.
Alat itu terdiri dari 4 bagian utama yaitu ruang penampung air, ruang pemanas, alat penutup, dan kaki penyangga. Ruang penampung air dan ruang pemanas terbuat dari stainless steel austenitic type 304 (food grade, tensile strenght 515 MPa) yang dipisahkan oleh saringan air khusus.

Saringan itu berfungsi juga mengalirkan uap panas dari ruang penampung air yang berkapasitas 192 liter. Adapun kaki penyangga berfungsi sebagai pemberi jarak antara sumber bahan bakar dan bagian pemanas. Sumber bahan energi pemanas alat itu bisa menggunakan liquified petroleum gas (LPG).
Alat itu memerlukan energi berupa gas sebanyak 1,8 kg. “Bahan bakar lain juga bisa yang tersedia di lapangan seperti limbah sawit yang dapat terbakar,” ujar Syaefudin.
Prototipe alat inaktivasi enzim lipase itu dirancang memiliki efsiensi energi sebesar 64% pada kondisi katup bukaan terbuka maksimal. Tim peneliti IPB sudah mematenkan alat itu dengan nomor S00202010320.
