Kali ini kita belajar langsung dari Bapak Markus Susanto, CEO PT Magot Indonesia Lestari di Bekasi. Beliau membagikan kisah luar biasa tentang bagaimana mengubah masalah sampah organik menjadi solusi agribisnis yang terintegrasi dan bernilai tinggi lewat budidaya magot BSF (Black Soldier Fly).
Dalam sistem terintegrasi yang beliau bangun, sampah organik dikonversi menjadi magot yang kemudian digunakan sebagai pakan untuk 6.000 ekor ayam petelur. Hasilnya sangat mengejutkan. Biaya pakan ternak bisa ditekan 30 hingga 40 persen, dan peternakan ini mampu meraup omzet hingga Rp 9 juta setiap harinya dari panen telur, belum termasuk dari penjualan pupuk organik.
Mari kita simak inspirasi dari Bapak Markus tentang bagaimana lalat tentara hitam ini bisa menjadi solusi masalah sampah nasional sekaligus mewujudkan ketahanan pangan Indonesia di masa depan.
