Dalam wawancara eksklusif kali ini, kami menghadirkan pembahasan mendalam mengenai potensi besar komoditas sukun bersama Bapak Hotman Fajar Simajuntak, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian. Berawal dari sekadar tanaman yang tumbuh di pekarangan rumah, kini sukun didorong untuk menjadi komoditas unggulan masa depan dengan nilai ekonomi tinggi dan peran penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Di video ini, Bapak Hotman menjelaskan mengapa sukun sangat layak dilirik sebagai peluang investasi baru di sektor pertanian. Mulai dari keunggulan iklim tropis Indonesia yang membuat tanaman ini berproduksi maksimal, tren panen yang diproyeksikan terus meningkat hingga tahun 2025, hingga besarnya peluang hilirisasi sukun menjadi tepung bebas gluten. Inovasi ini sangat menjanjikan sebagai tren diet sehat dan pencegahan diabetes melitus, sehingga potensi pasarnya sangat terbuka lebar baik untuk skala domestik maupun ekspor.
Tak hanya membahas prospek bisnis, wawancara ini juga mengulas strategi pengembangan budidaya sukun secara lengkap. Pembahasan mencakup pentingnya peralihan menuju sistem kebun komersial, penyediaan benih varietas unggul yang adaptif seperti Sukun Tengah-tengah dari Maluku dan Iriani dari Manokwari, penerapan Good Agriculture Practice dari pemerintah, hingga ajakan bagi sektor swasta untuk mengolah hasil panen segar menjadi produk turunan agar daya simpannya jauh lebih lama.
Mari simak pemaparan informatif dan pembelajaran berharga tentang bagaimana mengangkat potensi komoditas lokal, membangun pasar hilirisasi, serta menciptakan nilai tambah di sektor pertanian kita. Semoga tayangan ini dapat menjadi referensi bagi siapa saja yang ingin memulai usaha olahan pangan premium maupun mengembangkan agribisnis sukun yang menguntungkan dan berkelanjutan
