Kali ini Jejak Petani mengunjungi lahan perkebunan di Desa Mekarsari, Kecamatan Rumpin bersama Bapak Fredy Wiyanto, yang membagikan pengalaman membudidayakan durian premium jenis Super Tembaga dan Cumasi. Berawal dari mengelola lahan kosong sekadar untuk hobi tanam pada masa pandemi, kini kebun seluas tiga hektar tersebut sukses menghasilkan komoditas durian lokal unggulan asli Bangka dengan pasar yang eksklusif.
Dalam video ini, Bapak Fredy menjelaskan pesona dari durian Super Tembaga dan Cumasi yang menjadikannya incaran di kelas premium. Dengan karakteristik daging buah kuning pekat yang sangat lembut, varietas lokal ini memiliki daya tarik visual dan kualitas rasa yang mampu bersaing di pasar atas. Menariknya, karena tingginya permintaan dan terbatasnya jumlah panen, para penikmat durian ini wajib melakukan pemesanan (pre-order) setidaknya lima hari sebelum buah matang dan jatuh dari pohon.
Tak hanya membahas potensi pasarnya, video ini juga mengulas tantangan operasional dan teknis perawatan kebun durian secara faktual. Mulai dari pentingnya pemilihan bibit hasil okulasi, pembuatan gundukan drainase untuk mencegah penyakit busuk akar, pemupukan rutin, pemangkasan dahan (pruning), hingga mitigasi terhadap serangan jamur dan cuaca ekstrem. Semua dibagikan secara terbuka berdasarkan pengalaman langsung di lapangan.
Mari simak kisah dan pembelajaran berharga tentang bagaimana menaklukkan tantangan merawat tanaman durian dan membangun pasar premium untuk buah lokal Indonesia.
