Jejak Petani: Buah Naga Fantasia, Menuju 3.000 Ton Tanpa Hormon Pembesar

Rekomendasi

Kali ini kita belajar langsung dari Bapak Johan Prasetio selaku Direktur Operasional PT DSAR atau Buah Naga Fantasia. Beliau membagikan kisah inspiratif tentang visi besar perusahaannya dalam membudidayakan buah naga premium nusantara yang sehat dan alami agar mampu bersaing dan menembus pasar ekspor di Eropa, Singapura, Tiongkok, dan Timur Tengah.

Melalui usaha yang dirintis sejak tahun 2020 oleh Bapak Erik Setiawan, kebun yang awalnya hanya berukuran 10 hektar di Bangka kini telah berkembang pesat menjadi hamparan 100 hektar yang mengadopsi teknologi pertanian presisi. Tidak hanya sekadar memperluas lahan, mereka menerapkan sistem irigasi tetes, pencahayaan malam buatan, dan secara tegas menolak penggunaan hormon pembesar demi menghasilkan lima varietas buah naga yang jauh lebih manis dan renyah secara alami. Hasilnya sangat luar biasa. Dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 ton per tahun, Buah Naga Fantasia kini sukses menyuplai pasar B2B berskala besar dan siap berekspansi hingga 200 hektar untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.

Mari kita simak inspirasi dari tim Buah Naga Fantasia tentang bagaimana penerapan inovasi cerdas dan komitmen teguh pada kualitas panen bisa menjadi jalan utama untuk mewujudkan kemandirian agribisnis dan mengangkat pamor buah tropis kebanggaan Indonesia di kancah global

Artikel Terbaru

Tergiur Madu Trigona, Hidayat Kembangkan Produksi hingga Wisata Lebah

Hidayat mula-mula dikenal sebagai pengusaha madu Aphis sp sebelum melirik peluang madu trigona pada 2020. Awalnya ia hanya menjual...

More Articles Like This