Ubi jalar sering dianggap sebagai tanaman biasa yang ditanam di lahan kering, lalu dijual apa adanya. Namun siapa sangka, komoditas sederhana ini menjadi buruan utama di pasar Jepang dan Korea Selatan! Sayangnya, meskipun Indonesia memproduksi sekitar 2,38 juta ton per tahun, pangsa ekspor kita baru menyumbang sekitar 1,1% di pasar dunia. Mengapa?
Masalah utamanya bukan karena ketiadaan pasar, melainkan kegagalan dalam memenuhi standar kualitas, kuantitas, dan kontinuitas pabrik. Saksikakn selengkapnya pada video berikut.
