Thursday, August 18, 2022

Anggrek Macan Tebar Pesona

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Anggrek macan dengan 1.000 kuntum menjadi yang terbaik.

Lebih dari 1.000 kuntum anggrek Grammatophyllum speciosum itu menggelayuti 20 tangkai. Sosok anggrek begitu anggun sehingga mencuri hati para juri. Penampilan seronok itu yang mengantar koleksi Medi Pekpekai sebagai the best of show pada Papua Orchid Show 2016. Anggrek koleksi pehobi di Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, itu memang menjadi bintang pada pesta anggrek di gelanggang olahraga Cenderawasih, Jayapura.

Grammatophyllum speciosum, koleksi Medi Pekpekai, DPD PAI Kabupaten Sarmi, Papua.
Grammatophyllum speciosum, koleksi Medi Pekpekai, DPD PAI Kabupaten Sarmi, Papua.

Bunganya yang mencapai ribuan kuntum bagai kupu-kupu kuning yang beterbangan di antara daun-daun mirip tebu. Selain lebat bunganya, sosok anggrek itu pun sangat besar. Ukuran tangkai bunga 80—125 cm dan batang atau umbi semu mencapai 150 cm. Untuk mengangkat anggrek itu perlu tenaga 5 orang dewasa. Koleksi pehobi di Sulawesi Selatan, Tampang, tampil sebagai The Best of Show kategori hibrida.

Kualitas bagus
Sebanyak lebih 100 tanaman anggrek beradu indah pada kontes di Jayapura pada 12—15 Mei 2016. Mereka berlomba pada kelas spesies dan hibrida, yakni dendrobium, phalaenopsis, oncidium, vanda, grammatophyllum, dan kelas lain. Sebagai gudang dendrobium, maka anggrek itulah yang paling ramai diikuti peserta, sehingga dibuka Section Latouria dan section Stachyobium.

Penataan anggrek membentuk panorama Papua yang alami.
Penataan anggrek membentuk panorama Papua yang alami.

Sebanyak 40 gerai antara lain dari Sumatera Utara, Jambi, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara juga memeriahkan lomba itu. Pesta anggrek nasional itu menarik masyarakat untuk berkunjung. “Anggrek itu kebanggaan perempuan Papua. Bahkan ada yang identik dengan perempuan Papua, berkulit hitam manis dan rambut keriting,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof Yohana Yembise MA, yang membuka pameran.

VEL 1.pdfPenataan anggrek di gerai menjadi satu kesatuan yang sangat menarik. Itu menggambarkan habitat anggrek di Papua. Menurut pehobi di Kota Depok, Jawa Barat, Rudy Mintarno, penataan seperti itu belum pernah dilakukan di Indonesia. Wajar bila banyak pengunjung memujinya. Apalagi anggrek berbunga sangat lebat.

Dendrobium milik Tampang, juara di kelas hibrida.
Dendrobium milik Tampang, juara di kelas hibrida.

Contoh, dendrobium besi D. violaceo-flavens, D. lasianthera, D. macrophyllum, D. schulleri, dan D. spectabile yang sarat bunga. “Semuanya berbunga lebat dengan warna dan bentuk yang macam-macam,” kata Dr. Irawati, juri dari Bogor. Wajar bila para juri seperti Kessie Manuputti (ketua), Dr Irawati, Moling Simardjo, Sien Moling, Ramadani Yudha Prasetya, Destario Metusala, Emma Salossa, dan Joko Asaad sulit menentukan pemenang. Mereka akhirnya menentukan pemenang lewat sistem voting. Untuk penentuan the best of show, para juri memilih Grammatophyllum speciosum koleksi Medi Pekpekai yang bersaing dengan anggrek besi D. violaceo-flavens. Dendrobium besi itu juga tampil memukau dengan bunga yang banyak serta sehat. Namun, akhirnya mereka sepakat anggrek macan menjadi pemenang karena lebih showy. Anggrek dari Kabupaten Sarmi itu pun menyabet gelar yaitu Best of Show dan Best of Species.

Warna biru

Dua pekan sebelumnya, di Malang, Jawa Timur, juga berlangsung pesta anggrek. Menurut ketua panitia, Yani Rahmasari, kontes itu diikuti oleh 54 tanaman terdiri atas 16 hibrida dan 38 spesies. Peserta datang dari Malang, Mojokerto, dan Pasuruan. Juri yang menilai terdiri atas Prof Titis Adisarwanto, Prof Lita Sutopo, Sugeng Praptono, Suryanto, dan Dedek Setia Santoso. Penilaian meliputi susunan bunga, tingkat kerajinan, corak, kelangkaan bunga, dan kesehatan.

Kiri-kanan, Yolanda Tinal SE (Ketua PAI Papua), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof Yohana Yembise, MA, Yulce Enembe, SH (ketua TP PKK Papua), dan Staf Ahli Menteri Pertanian Ani Handayani.
Kiri-kanan, Yolanda Tinal SE (Ketua PAI Papua), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Prof Yohana Yembise, MA, Yulce Enembe, SH (ketua TP PKK Papua), dan Staf Ahli Menteri Pertanian Ani Handayani.

Para juri sepakat menobatkan Dendrobium lineale ‘blue’ milik Ashari sebagai “best of show” pada lomba yang diselenggarakan di Museum Brawijaya itu. Dedek menuturkan, lineale milik Ashari sangat unik sebab memiliki bunga berwarna biru. Lazimnya, warna bunga lineale itu putih. “Perbandingan kemunculan warna biru pada lineale sangat minim yakni 1:100,” ujar Dedek.

Medi Pekpekai (baju jingga) DPD PAI Kabupaten Sarmi, bangga  dengan piala.
Medi Pekpekai (baju jingga) DPD PAI Kabupaten Sarmi, bangga dengan piala.

Lineale biru itu semakin mempesona sebab banjir bunga dan tersusun sangat rapi. Jumlah tangkainya pun banyak dan terlihat tegak menjulang. “Padahal tangkai yang berisi banyak bunga akan melengkung, tetapi lineale milik Ashari bisa tegak,” ujarnya. Ashari memperoleh lineale biru itu dari alam sekitar 1,5 tahun lalu. Ia tidak memberikan perlakuan khusus pada klangenannya itu.

Dendrobium liniale koleksi Ashari meraih the best of show pada kontes di Malang.
Dendrobium liniale koleksi Ashari meraih the best of show pada kontes di Malang.

“Lineale tergolong anggrek bandel dan gampang beradaptasi,” ujarnya. Kunci utamanya adalah meletakkan sang klangenan di tempat sesuai dengan habitat aslinya. “Lineale menyukai sinar matahari. Itu sebabnya saya meletakkannya di tempat bersinar matahari penuh tanpa naungan,” ujar Ashari. (Pearl Valerie Waromi, pehobi anggrek di Papua)

Previous articleJuniperus Kampiun
Next articleTomohon Surga Seruni
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img