Wednesday, August 10, 2022

Tomohon Surga Seruni

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Kota Tomohon menjadi sentra krisan yang menghidupi banyak petani.

Krisan komponen utama dalam rangkaian bunga.
Krisan komponen utama dalam rangkaian bunga.

Pendapatan Indra Salam berangsur meningkat sejak 2008. Semula Indra berpenghasilan rata-rata Rp1-juta per bulan dari hasil perniagaan aneka sayuran. Pendapatan sejumlah itu ajek selama 4 tahun. Kini ia mengantongi Rp4,5-juta saban bulan. Peningkatan penghasilan itu bukan karena Indra meningkatkan produktivitas kebun sayuran miliknya. Pundi-pundi Indra semakin menggembung karena ia membudidayakan bunga krisan.

Sumber rezeki Indra dari penjualan bunga potong dan bibit krisan. Pekebun di Kakaskasen, Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, itu memproduksi 2.500 krisan per bulan. Harga setangkai krisan Rp3.000. Petani itu mengutip laba bersih Rp1.000 per tangkai sehingga laba Indra Rp2,5-juta. Selain menjual bunga potong, ia memproduksi bibit krisan sejak 2013.

Menguntungkan

Indra Salam mengatakan, “Saya menjual 10.000 bibit krisan setiap bulan seharga Rp400 per batang.” Ongkos produksi bibit Rp200 sehingga pria berumur 49 tahun itu mendulang untung Rp2-juta per bulan. Dari perniagaan bunga potong dan bibit krisan laba bersih Indra Rp4,5-juta. Indra tertarik menanam krisan karena lebih menguntungkan daripada membudidayakan sayuran.

Ketua Asosiasi Tanaman Hias Krisan Sulawesi Utara periode 2011—2015, Ir Jany Jeffry Adry Hanny Lasut SP, menuturkan mengembangkan krisan sangat menjanjikan. Ia menggambarkan lahan 1 m2 berpopulasi 81 batang krisan. Jika pekebun memiliki lahan 100 m2, maka terdapat 8.100 krisan. Harga krisan kini sekitar Rp3.000 per tangkai. Jadi omzet pekebun pemilik lahan 100 m2 mencapai Rp24,3-juta dari satu siklus penanaman.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Ir Ervinz D H Liuw MSi.
Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara, Ir Ervinz D H Liuw MSi.

Bandingkan dengan lahan sama untuk budidaya sayuran. Jany menghitung maksimal petani mendapatkan omzet Rp2-juta. Keindahan dan keuntungan yang dijanjikan bunga seruni itu juga membetot perhatian Jenny Mogi. Warga Kakaskasen 1, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon, Sulawesi Utara, itu menanam Chrysanthemum indicum pada 2008. Kebetulan saat itu pemerintah kota menganjurkan warga berkebun krisan.
Jenny pun beralih profesi menjadi pekebun krisan. Semula ia bekerja di sebuah salon kecantikan di Manado dan Tomohon. Hanya sebuah greenhouse atau rumah tanam yang Jenny miliki saat memulai bertanam krisan. Populasi 5.000 tanaman. Saat itu ia mampu menjual 4.000 tangkai per 3 bulan. Padahal, permintaan krisan yang datang mencapai 10.000 batang.

Oleh karena itu Jenny menambah rumah tanam untuk memenuhi tingginya permintaan. Kini ia memiliki 9 rumah tanam berbagai ukuran mulai dari 10 m x 15 m hingga 10 m x 30 m di ketinggian 800 meter di atas permukaan laut. Setiap bulan ia menuai rata-rata 9.000 tangkai krisan aneka varietas. Jenny membanderol krisan seharga Rp3.500 per tangkai. Setelah dikurangi biaya produksi Rp2.000 per tangkai, laba bersih Rp13,5-juta.

Kota bunga
Sejatinya semua rumah tanam milik Jenny berkapasitas produksi 40.000 tanaman. Lazimnya ia menggenjot produksi maksimal saat acara Tomohon International Flower Festival (TIFF) dan Natal. Konsumen Jenny tidak hanya dari Tomohon. Ia pun memasok kebutuhan krisan di Gorontalo, Ternate, dan Manokwari saat Natal sejak 2015. Tidak hanya Indra dan Jenny yang mengembangkan krisan di Tomohon.

Krisan menjadi sumber keindahan dan pendapatan masyarakat Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.
Krisan menjadi sumber keindahan dan pendapatan masyarakat Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Jany terdapat 50 pekebun lain yang berkebun tanaman anggota famili Asteraceae itu. Data dari Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Tomohon pada 2008 menunjukkan luas lahan krisan 2,15 ha yang memproduksi 1,04-juta tangkai. Dari data itu juga terungkap krisan menjadi bunga kedua yang paling banyak diproduksi setelah gladiol.

Bunga lain yang dikembangkan di Tomohon yakni anggrek, anyelir, kerk lilly, anthurium, dan aster. Total jenderal saat itu luas kebun bunga sekitar lebih dari 23 ha. Oleh karena itu Pemerintah Kota Tomohon menobatkan diri sebagai kota bunga. “Predikat kota bunga semakin melekat karena Tomohon memiliki 2 krisan lokal yang telah menasional,” kata Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Tomohon, Ir Ervinz D H Liuw MSi.

Krisan menjadi komponen utama dalam rangkaian bunga. Lebih lanjut Ervinz mengatakan Tomohon semakin meneguhkan diri sebagai kota bunga karena memiliki etalase (show window) berupa Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Pertanian. Ervinz mengatakan, lembaga itu etalase Tomohon sebagai kota bunga. Menurut Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Pertanian, Janeke N A Polii SE, lembaganya dibangun pada 2013—2014.

Di lahan 2 ha itu berdiri ruang pameran berukuran 6 m x 6 m, kantor balai, laboratoirum kultur jaringan untuk produksi benih krisan, dan 10 greenhouse atau rumah tanam. Tiga rumah tanam berisi tanaman hias dalam pot seperti aglaonema dan anthurium. Sementara krisan menghuni tujuh rumah tanam lainnya. Ervinz mengatakan etalase berfungsi sebagai pusat pembelajaran untuk kelompok tani agar menghasilkan krisan berkualitas ekspor.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Pertanian, Janeke N A Polii SE.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Pertanian, Janeke N A Polii SE.

Peran lain Unit Pelaksana Teknis Balai Benih Pertanian sebagai pusat pembibitan bunga dan agrowisata yang mengusung tema cara membudidayakan bunga. Janeke menjelaskan sasaran etalase yakni kelompok tani pemula yang belum mengetahui cara budidaya krisan yang baik dan benar.

Ekspor

Janeke mengatakan prospek krisan sangat bagus. “Kadang Tomohon pun masih kekurangan krisan,” kata perempuan kelahiran 1 Januari 1968 itu. Apalagi ada permintaan krisan dari Jepang yang belum terpenuhi. Janny mengatakan permintaan krisan dari Jepang bermula saat ia dan rombongan dari Kementerian Pertanian mengikuti International Flower Expo di Jepang pada 2015.

Saat itu ada 10 pembeli dari Negeri Matahari Terbit yang tertarik dengan krisan asal Indonesia. ”Terutama krisan berwarna putih, kuning, dan merah muda,” kata Janny yang meraih prestasi sebagai Petani Teladan Tingkat Nasional pada 2014. Lebih lanjut ia menuturkan total jenderal permintaan dari konsumen asal Negeri Sakura yakni 12-juta tangkai per tahun. Kini Tomohon tengah bersiap menjadi pemasok krisan skala ekspor. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img