Wednesday, January 28, 2026

Asal Mula Wangi Kapur

Rekomendasi
- Advertisement -
Kristal kapur temuan tim peneliti Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Kristal kapur temuan tim peneliti Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ruangan itu mendadak beraroma khas. Harum menguar. “Teman-teman yang datang heran dengan wangi yang cukup menyengat itu,” kata peneliti silvikultur di Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK), Dr Aswandi SHut MSi. Ruangan wangi bukan karena Aswandi menyemprotkan pewangi atau parfum. Bau harum itu menguar dari kristal pohon kapur.

Aswandi mendapatkan kristal itu dari Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil, keduanya di Provinsi Naggroe Aceh Darussalam. Kristal kapur itu bukan berasal dari hasil tambang karst, tapi dari pohon kapur Dryobalanops aromatica. Dahulu pada abad ke-7 kristal kapur itu salah satu komoditas perdagangan utama. Sejatinya kristal kapur berasal dari minyak pohon kapur. Minyak itu tersimpan dalam batang.

Menurut periset di Balai Penelitian Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Cut Rizlani Kholibrina SHut MSi batang yang terluka karena gigitan binatang atau lainnya bakal mengeluarkan minyak melalui saluran khusus. Minyak yang keluar teroksidasi dengan udara dan bakteri lalu menggumpal. Semula gumpalan halus seperti pasir. Lama-kelamaan gumpalan pasir menyatu menjadi gumpalan lebih besar. Itulah kristal kapur.

Aswandi menuturkan wangi dalam kapur salah satunya berasal dari borneol. Tidak heran jika borneol menjadi bahan baku parfum dari zaman dahulu hingga sekarang. Kandungan borneol kristal kapur lebih tinggi mencapai 93—98%, sedangkan minyak kapur berisi 25—30%. “Itulah yang menyebabkan kristal kapur lebih wangi ketimbang minyak kapur,” kata Aswandi. (Riefza Vebriansyah)

Previous article
Next article
Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img