Friday, August 12, 2022

Atasi Tumor Prostat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tumor prostat sirna berkat konsumsi kapsul rimpang temumangga.

Semula Robertus Siswoyo mengira gejala sulit berkemih yang dirasakan sejak awal 2012 itu gejala batu ginjal. “Saat buang air kecil terasa nyeri,” ujarnya. Urine yang keluar pun hanya sedikit. Kondisi itu semakin parah lantaran rasa sakit menjalar hingga pinggang dan perut. Siswoyo bergegas merebus daun tempuyung Sonchus arvensis kering yang dipercaya andal melawan batu ginjal.

Temumangga andal membantu halau tumor prostat.
Temumangga andal membantu halau tumor prostat.

Sayang, konsumsi air rebusan daun tanaman anggota keluarga Asteraceae itu gagal menumpas nyeri. Beberapa kali Siwoyo masih kesulitan berkemih. Warga Kotagede, Yogyakarta, itu kemudian memeriksakan diri ke dokter usai setahun menahan derita. Hasil pemeriksaan dokter membuatnya kaget. Dokter mendiagnosis ia terserang tumor prostat.

Lansia
Pria berusia 70 tahun itu membayangkan kematian sudah dekat. Maklum, ia memiliki riwayat keluarga penyandang kanker. Dokter menyarankan untuk segera operasi. Siswoyo mengikuti anjuran dokter demi kesembuhan. Lima hari pascaoperasi, Siswoyo melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui kadar PSA Prostate Specific Antigen untuk memantau perkembangan sel kanker. Hasilnya cukup mengejutkan. Kadar PSA Siswoyo masih tinggi yakni 131, 45 ng/ml.

Pria sehat rata-rata memiliki kadar PSA sekitar 4 ng/ml. Jika melebihi angka normal artinya terjadi kelainan atau kerusakan pada jaringan prostat. Itu sebabnya dokter harus memberikan suntikan hormonal setiap 3 bulan. Biaya per suntikan cukup mahal yakni Rpp4,5-juta. Ia juga harus mengonsumsi tablet pelancar berkemih setiap hari.

Kondisi Siswoyo membaik usai mengombinasikan obat medis dan temumangga.
Kondisi Siswoyo membaik usai mengombinasikan obat medis dan temumangga.

Menurut dr Agus Setiawan SpU, dari Rumah Sakit Umum Persahabatan di Jakarta Timur, pembengkakan prostat atau hiperplasia merupakan titik awal terjadinya tumor prostat. Hiperplasia jinak disebut benigna prostat hipertropi alias tumor prostat; yang ganas, karsinoma prostat atau kanker prostat. Salah satu penyebabnya adalah perubahan hormon testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT) dengan bantuan enzim 5 alfa reduktase.

Kemunculan DHT menyebabkan pertumbuhan sel prostat tak terkendali. Semakin tua usia seseorang maka semakin berisiko mengalami hiperplasia. Peluang kejadian pada pria berusia 60 tahun mencapai 50%. Adapun pada pria berusia 80 tahun sekitar 80%. Globocan, Pusat Penelitian Kanker Internasional di bawah naungan Badan Kesehatan Dunia, menyatakan kanker prostat menempati urutan kelima kanker yang menyebabkan kematian pada pria.

Globocan memperkirakan ada 1,1-juta orang di seluruh dunia didiagnosis kanker prostat pada 2012. Perkiraan kematian mencapai 307.000 pasien. Jumlah kematian tertinggi terjadi di Kepulauan Karibia. Tingkat kematian per tahun akibat kanker prostat mencapi 29 kasus per 100.000 populasi. Jumlah itu sangat banyak dibanding negara-negara di Asia bagian selatan yakni 3 kasus per 100.000 populasi.

Data Ikatan Ahli Urologi Indonesia pada 2011 mencatat terdapat 971 penderita kanker prostat sepanjang 2006—2010. Pasien berusia rata-rata 68,3 tahun. Catatan di sejumlah rumahsakit juga menunjukkan kanker prostat banyak menyerang pria lanjut usia (lansia). Kelompok kerja kanker urologi di Rumahsakit Cipto Mangunkusumo dan Rumahsakit Kanker Dharmais mengungkap kanker prostat sering ditemukan pada pasien berusia lebih dari 60 tahun dengan jumlah penderita mencapai 70—80 orang setiap tahun.

Temumangga
Bersamaan dengan menjalani suntik hormon dan konsumsi obat, Siswoyo juga mengonsumsi kapsul temumangga. Ia mengonsumsi kerabat jahe itu pada pagi dan malam hari, masing-masing 5 kapsul. Menurut Siswoyo, temumangga berguna menjaga daya tahan tubuh. Berkat temumangga pula, ia bisa beraktivitas normal kembali. Bahkan, ia sanggup mengendarai mobil belasan kilometer di usianya yang sudah menua.

Prof Dr Dwiyati Pujimulyani MS meracik temumangga menjadi sediaan kapsul.
Prof Dr Dwiyati Pujimulyani MS meracik temumangga menjadi sediaan kapsul.

Hingga pertengahan 2015, Siswoyo masih menjalani suntik hormon. Hasil pemeriksaan saat itu menunjukkan kadar PSA ayah dua anak itu sebanyak 37,83 ng/ml. Jumlah itu menurun menjelang akhir 2015 yakni 3,76 ng/ml. Pada pemeriksaan berikutnya, dokter tidak lagi memberikan suntikan. Kini, ia sudah tak lagi merasakan sakit di pinggang dan pinggul. Berkemih pun normal kembali.

Kapsul temumangga itu racikan Prof Dr Dwiyati Pujimulyani MP, guru besar Fakultas Agroindustri, Universitas Mercu Buana, Yogyakarta. Dwiyati membuat kapsul dari 100% rimpang temumangga segar yang dikeringkan lalu dibuat serbuk dan dimasukkan ke dalam kapsul. “Temumangga mengandung antioksidan tinggi seperti senyawa fenol berupa flavon, kurkumin, dan asam galat,” ujarnya. kandungan kurkumim dalam rimpang temumangga juga andal memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Riset Sri Nuraesti A. Malek dan rekan dari Institur Ilmu Biologi, Universitas Malaysia, membuktikan ekstrak metanol temumangga memiliki sifat sitotoksik terhadap sejumlah sel kanker seperti kanker payudara, nasofaring, paru-paru, kolon, dan serviks. Itu sejalan dengan penelitian Agung Heri Karsono dan rekan dari Bagian Farmakologi Molekuler, Inovasi Penelitian dan Penemuan, Laboratorium Ilmu Pengetahuan dan Biomolekuler Dexa, membuktikan efek molekul dari fraksi bioaktif temumangga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker prostat dengan cara mereduksi jalur 5 alfa reduktase.

557_ 115-1Rimpang tanaman aggota famili Zingiberaceae itu juga menjadi rujukan para herbalis seperti Valentina Indrajati dan H. Ujang Edi, keduanya di Bogor, Jawa Barat. Valentina menuturkan temumangga mengandung beragam antioksidan yang mampu menghalau sejumlah penyakit, termasuk kanker. Menurut herbalis di Kelapa Gading Timur, Jakarta Utara, Maria Anjarwati, temumangga memang juga berkhasiat meluruhkan lemak dalam aliran darah dan lalu membuangnya bersama urine. (Andari Titisari)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img