Monday, August 8, 2022

Atasi Virus Cincin Pepaya

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Defisiensi silikat menyebabkan pepaya mudah terserang ring spot virus. Atasi dengan sodium silikat.

aba kerap hilang akibat defiseinsi unsur hara yang diikuti virus cincin.
aba kerap hilang akibat defiseinsi unsur hara yang diikuti virus cincin.

Sekitar 50 tanaman pepaya itu tumbuh seragam, daun keriting dan mengecil, dan berwarna kekuningan. Separuh di antara tanaman itu akhirnya mati. Yang tersisa sekitar belasan tanaman, gagal membentuk bunga dan buah. Itulah pemandangan di ladang pepaya milik Irwan Margono pada Maret 2016. Warga Jakarta Timur itu, berupaya menyelamatkan tanaman tersisa.

Untuk mengatasi gangguan itu, Irwan memastikan penyebab daun keriting, kerdil, dan kuning. Penyebab gangguan itu tanaman mengalami defisiensi unsur silikat. Tanaman yang membutuhkan banyak air seperti pepaya, pisang, mentimun, dan melon juga memerlukan silikat. Demikian pula dengan tanaman yang batangnya berair seperti tebu, jagung, dan sorgum. Dampak defisiensi silika sel-sel tanaman kurang kuat secara struktur. Akibatnya, penyakit ring spot virus pun membonceng.

Kerja vektor

Ring spot virus menyerang pepaya di kebun pada berbagai stadia umum.
Ring spot virus menyerang pepaya di kebun pada berbagai stadia umum.

Ahli buah tropis di Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Sobir, mengatakan bahwa gejala pada tanaman pepaya dengan daun keriting, kerdil, dan kuning mengarah pada penyakit ring spot virus. Penyakit itu masuk ke Indonesia pada 2008 lewat Nanggroe Aceh Darussalam. Gejala serangan berupa daun kuning dan tangkai daun memendek. Bila tanaman berbuah, pada buahnya ada ring berwarna kuning di kulit.

Penyakit menyerang lewat biji yang terserang dan perantara (vektor) berupa tungau atau kutu lain. Meski demikian bila tanaman mengalami defisiensi unsur hara, seperti kalium, magnesium, boron, dan silikat yang melemahkan tanaman, penyakit lebih mudah menyerang. Vektor kutu nonpersisten menularkan virus dan tidak berkembang biak dalam vektor. Siklus penyakit bermulai dari kutu daun memakan daun pepaya terinfeksi minimal 15 detik.

Kemudian kutu itu makan daun pada pepaya yang sehat. Itulah sebabnya penularan ke tanaman lain sangat cepat.  Menurut petani pepaya di Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Tatang Halim, daun pepaya keriting bermula dari serangan tungau alias thrips. Hama kecil hitam itu berperan sebagai vektor bagi virus ring spot. Akibat serangan virus itu, petani kehilangan satu masa panen.

Sebab, pucuk menjadi dorman atau daun menjadi tidak normal alias keriting sehingga tidak mampu menghasilkan bunga. Buah yang sudah ada sulit tumbuh hingga panen. Daun keriting atau virus ring spot sebenarnya tidak menular dari satu tanaman ke tanaman lain. Ia berbeda dengan cendawan yang bisa menyebar lewat spora. Namun, virus ring spot menyebar lewat kutu thrips sebagai vektor.

Jika satu kutu tidak tercemar virus, tetapi di kebun ada tanaman yang terkena virus maka kutu bisa terinfeksi virus bila mengisap daun bervirus itu. Kutu hitam itu kemudian menularkan ke tanaman yang bebas virus. Petani mengenali tanaman bervirus dari daunnya yang kaku dan berwarna loreng-loreng. Kasus itu paling sering terjadi pada saat perubahan cuaca, dari musim hujan ke kemarau. Dampaknya akan terlihat pada kemarau.

Kocor silika
Setelah mengetahui penyebabnya, Irwan segera memberikan larutan sodium silikat (SiO2) ke tanamannya. Ia membeli larutan itu di toko kimia dengan nama water glass berkadar sodium silikat 58%. Menurut anggota staf Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia itu lebih bagus lagi bila menggunakan potasium silikat. Sayangnya, bahan kimia itu tidak ada di Indonesia sehingga ia mengganti dengan water glass.

Daun mengalami defisiensi silika.
Daun mengalami defisiensi silika.

Bila pepaya yang mengalami defisiensi silikat relatif banyak—terutama bila penanaman skala luas, maka siapkan 700 gram water glass. Irwan melarutkan unsur kimia itu dalam 1.000 liter air, mengaduk, dan mengocorkan 4 liter per tanaman. Untuk kebun skala kecil, Irwan membagi dalam 2 tahap. Pada tahap pertama, memasukkan 700 g water glass dalam 10 liter air. Setelah itu campurkan 100 ml larutan itu dalam 10 liter air.

Itu setara dengan 700 ppm asam silika. Campuran itu siap diserap akar tanaman. Kocorkan 4 liter larutan silikat itu per tanaman setiap pekan. Perlakukan rutin selama 3 pekan. Dengan perlakuan itu, perlahan-lahan kondisi tanaman membaik. Tanda tanaman membaik antara lain daun baru yang muncul berwarna hijau dan ukurannya membesar, mendekati ukuran normal.

Menurut Irwan silikat penting untuk membuat tanaman mampu bertahan dan sembuh dari virus ring spot. Karena mengetahui penanggulangannya berhasil, pada Juli—Agustus 2016 Irwan akan menanam 100-an pepaya untuk mengganti tanaman yang mati. Menurut Tatang kiat paling ampuh agar pepaya bebas ring spot virus adalah mencegah serangannya. Bila pencegahan rutin, tanaman tumbuh sehat dan produktif.

Untuk mencegah penyakit itu para pekerja di kebun Tatang rutin menyemprotkan akarisida kepada tanaman pepaya. Mereka melakukannya pada malam hari karena vektor hama itu berkumpul di beberapa tempat pada malam hari. Bila menggunakan akarisida sistemik, penyemprotan dapat dilakukan pada siang hari. (Syah Angkasa)

Previous articleTingkatkan Produksi Cabai
Next articleBIJAK PETAI
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img