Thursday, January 29, 2026

Babadotan Antiulat Grayak

Rekomendasi
- Advertisement -

Kenduri pernikahan atau khitanan tak akan lengkap tanpa hidangan sambal goreng kentang. Menu makan penderita diabetes pun lazim mengandalkan Solanum tuberosum itu sebagai pengganti nasi. Sajian perkedel kentang sampai french fries di restoran waralaba menjadi konsumsi harian kita. Pendeknya, tak ada yang meragukan pentingnya kentang sebagai bahan konsumsi harian masyarakat tanahair. Namun, ulat grayak Spodoptera litura dan Spodoptera exigua senantiasa mengintai pertanaman kentang, cabai, ubi jalar, sampai sawi dan kubis. Serangan berat bisa mengakibatkan gagal panen karena tanaman rusak parah.

Sebenarnya, menyingkirkan ulat grayak tidak sulit. Tak perlu insektisida mahal yang sulit terurai dan mengakibatkan akumulasi dalam tubuh. Cukup dengan bandotan alias babadotan Ageratum conyzoides. Zat saponin dalam tanaman gulma itu merusak sistem saraf dan menghilangkan nafsu makan ulat sampai akhirnya mati. Menurut Ir Agus Kardinan MSc, peneliti di Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Aromatik, Bogor, Saponin bisa masuk tubuh ulat lewat oral (saat memakan daun) atau pun kulit (terkena semprotan).

Untuk membuat larutan yang praktis aplikasi, lumatkan 10 genggam (± 50 g) daun babadotan lalu rendam dalam 4 l air bersih dan tambahkan 200 ml biakan mikroba sebagai starter fermentasi. Selanjutnya aduk rata lalu tutup rapat wadah selama 4-7 hari. Aduk larutan setiap hari. Kalau terbentuk bintik-bintik putih di permukaan dan campuran berbau masam, artinya fermentasi berhasil. Setelah disaring dengan kain kasa, pestisida nabati siap disemprotkan dengan alat semprot biasa. ***

Artikel Terbaru

Kenapa Mangga Tidak Berbuah? Inilah Penyebab dan Solusinya

Mangga yang tidak berbuah umumnya dipengaruhi masalah fisiologi tanaman. Terutama ketidakseimbangan fase vegetatif dan generatif. Tanaman yang terlalu subur...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img