Saturday, December 3, 2022

Bactrocera Terjebak Aroma

Rekomendasi
Daun wangi Malaleuca bracteata mengandung senyawa metil eugenol yang dapat memikat lalat buah jantan untuk memutus reproduksi lalat buah.

Lalat buah menyebabkan kerugian para pekebun. Daun wangi Malaleuca bracteata efektif mengendalikan lalat buah.

Trubus — Pejantan Bactrocera dorsalis mencium aroma betina berahi. Oleh karena itu, ia mencari asal aroma itu. Sumber aroma itu ada di sebuah botol yang digantung dekat pohon mangga. Sayang, di dalam botol itu pejantan tak menemukan betina. Ia terjebak dan jatuh di dasar botol yang tergenang. Sumber aroma itu berupa daun wangi yang mengandung metil eugenol. Begitulah cara Eddy Soesanto di Kota Depok, Jawa Barat, mengontrol lalat buah Bactrocera dorsalis.

Selama ini serangga anggota famili Tephritidae itu kerap mencuri laba pekebun buah. Akibat serangannya kerusakan buah bisa mencapai 100%. Artinya pekebun gagal panen sama sekali. Produksi mangga 300 kg per pohon per tahun dengan populasi 100 tanaman per hektare. Jika harga jual Rp5.000 per kg, pekebun kehilangan potensi pendapatan Rp90 juta. Para pekebun mangga di Desa Cikoang dan Pattopakang, Kecamatan Mangarabombang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, mengeluhkan serangan lalat buah.

Musim hujan

Menurut mantan peneliti di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Sulawesi Selatan, Ir. Muhammad Assad, M.Sc., tingkat kerusakan buah mangga akibat serangan lalat buah mencapai 70%. Padahal, selama ini kedua desa itu sentra mangga di Sulawesi Selatan. Berdasarkan hasil penelitian Assad, di daerah itu lalat buah menyerang pada Agustus—November.

Setelah daun wangi diremas, lalat buah berdatangan tergoda aromanya.

Pekebun dapat memanfaatkan jenis tanaman tertentu sebagai perangkap lalat buah. Contohnya seperti yang digunakan penangkar buah asal Kota Depok, Jawa Barat, Eddy Soesanto. Saat ini pemilik nurseri Tebuwulung itu mengelola kebun aneka jenis buah-buahan seperti mangga di Kota Depok. Pemilik kebun menginginkan seluruh tanaman dibudidayakan secara organik. Itulah sebabnya untuk mencegah serangan lalat buah, Eddy menggunakan bahan alami, yaitu daun wangi Malaleuca bracteata.

Tanaman anggota famili Myrtaceae itu kebutulan banyak tumbuh di sekitar area kebun. Cara menggunakannya mudah. Eddy cukup meremas setangkai daun wangi, lalu mengikatnya dalam botol plastik. Di bagian dasar botol berisi air. Menurut Eddy daun wangi mesti diremas dulu agar aroma minyak asiri menguar. “Begitu selesai diremas lalat buah langsung berdatangan,” ujarnya.

Teruji ilmiah

Menurut peneliti Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah (Balittro) di Bogor, Jawa Barat, Agus Kardinan, selama ini lalat buah menjadi momok bagi pekebun tanaman buah, seperti jambu biji, belimbing, jambu air, nangka, rambutan, dan jeruk. Jenis lalat buah yang paling banyak menimbulkan kerugian adalah Bactrocera dorsalis. “Kerusakan buah dapat mencapai 100%,” katanya.

Para pekebun biasanya menggunakan insektisida sintetis kimia untuk mengatasinya. Namun, jika pekebun menggunakannya terus-menerus dikhawatirkan meninggalkan residu, terutama pada buah yang dikonsumsi langsung tanpa pengupasan. Daun wangi dapat menjadi salah satu bahan alam untuk mengatasi lalat buah. Faedah daun wangi untuk perangkap lalat buah terbukti secara ilmiah.

Serangan lalat buah pada jeruk.

Agus Kardinan dan tim dari Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah (Balittro) menggunakan minyak daun wangi hasil penyulingan yang mengandung 76% metil eugenol. Ia juga menggunakan metil eugenol sintetis yang beredar di pasaran yang mengandung 80% metil eugenol sebagai pembanding. Periset memasang kedua bahan perangkap itu dalam perangkap yang terbuat dari botol plastik. Potong bagian atas botol, lalu pasang kembali secara terbalik sehingga potongan bagian atas botol itu menjadi seperti corong.

Selanjutnya isi botol dengan 60 ml air. Dalam penelitian itu Agus menggunakan daun wangi dengan dua cara. Pertama dengan meneteskan 0,5 ml minyak daun wangi di kapas, lalu menggantungkan di bagian dalam botol. Nantinya lalat buah terbang mendekat ke gumpalan kapas, lalu terperangkap di dalam botol. Kedua, meneteskan minyak daun wangi ke dalam air. Dosis minyak daun wangi berbeda-beda, yaitu 0,1 ml, 0,3 ml, dan 0,5 ml. Agus juga menggunakan 0,5 ml metil ugenol sintetis yang diteteskan pada kapas di dalam alat perangkap.

Konsentrasi metil eugenol yang efektif untuk memerangkap lalat buah adalah 57%. Kemampuan daun wangi memikat lalat buah juga tak kalah dengan metil eugenol sintetis. Menurut Agus penggunaan minyak daun wangi memimiliki beberapa keunggulan. Proses pembuatan minyak lebih mudah dan murah. Pembuatan minyak daun wangi hanya memerlukan penyulingan daun dan langsung menghasilkan metil eugenol.

Pada penyulingan minyak cengkih—yang juga kerap digunakan sebagai perangkap lalat buah alami—untuk menghasilkan eugenol masih perlu proses metilasi untuk memperoleh metil eugenol. Oleh karena itu, prosesnya menjadi lebih panjang dan biayanya lebih mahal. (Imam Wiguna)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img