Trubus.id—Serangan Aeromonas hydrophila menjadi kendala saat budidaya ikan lele. Penyakit ini bersifat musiman dan cenderung meningkat selama musim panas. Tubuh ikan yang terserang penyakit berubah menjadi berwarna gelap. Kulit seperti terasa kering dan kasar, lalu melepuh.
Luka kulit bertambah parah hingga melukai jaringan otot. Borok itu berkembang menjadi tukak dan bertambah parah hingga tulang terlihat. Organ internal mengalami pendarahan, ginjal dan limpa berair.
Ginjal dan hati membengkak dan menjadi lunak. Terdapat beberapa bahan alami untuk mengatasi aeromonas.
Kitosan
Menurut dosen Departemen Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB, Dr Sukenda, kitosan juga sebagai sumber polimer alami yang memiliki bobot molekul tinggi, tidak beracun, dapat merangsang sistem imun, mempercepat penyembuhan luka, dan bersifat antibakteri.
Kitosan merupakan limbah perikanan yang berasal dari kulit hewan krustasea atau udang-udangan, yang telah mengalami demineralisasi, deproteinasi, dan deasetilasi.
Jeruk nipis
Jeruk nipis mengandung vitamin C, asam sitrat, flavonoid, dan minyak asiri. Ampuh untuk membantu mengendalikan infeksi bakteri aeromonas pada lele. Itu terbukti pada penelitian Dewi Maharani dari Departemen Budidaya Perairan IPB.
Faedah sari jeruk nipis menghambat pertumbuhan aeromonas juga diduga karena kandungan minyak asiri dan flavonoid. Minyak asiri jeruk nipis mengandung senyawa fenol dan turunannya yang dapat mendenaturasi protein. Adapun flavonoid bersifat lipofilik atau larut dalam lemak sehingga diduga mampu merusak membran mikrob.
Rumput Laut
Bahan alam lain yang berfaedah mencegah serangan aeromonas adalah rumput laut Gracilaria verrucosa. Natalia Puspasari dari Departemen Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB meriset efek pemberian ekstrak etanol rumput laut pada lele yang diinfeksi aeromonas.
Natalia mengungkapkan pertumbuhan lele yang terinfeksi aeromonas kembali pulih karena rumput laut mengandung senyawa-senyawa seperti karbohidrat, protein, sedikit lemak, vitamin, betakaroten, dan mineral-mineral yang berperan dalam pertumbuhan.
Lidah Buaya
Riset Ikbal Kamaludin dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor, menemukan bahwa 40 g ekstrak lidah buaya Aloe vera per kg pakan mampu menyembuhkan luka ikan terinfeksi.
Kadar protein dalam lidah buaya berperan membentuk jaringan baru dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.
Penggunaan ekstrak dengan cara mencampurnya dengan 2% putih telur dari bobot pakan. Setelah tercampur rata, keringkan dalam freezer bersuhu -200C. Pemberian pakan 3 kali sehari selama 7 hari.
