Sambiloto ampuh mengatasi diabetes mellitus. Aman dalam jangka panjang.
Meski Jamal Rahmanto disiplin mengobati, luka di kakinya tak kunjung mengering. Dokter di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan yang menangani Jamal menduga bahwa itu bukan sekadar penyakit kulit biasa. Ia lalu menyuruh Jamal memeriksakan darah di laboratorium pada Desemeber 2015. Betapa terkejut Jamal saat dokter membacakan hasil laboratorium, kadar gula darah mencapai 269 mg/dl. Angka itu jauh melebihi ambang normal yaitu 180 mg/dl.

Jamal tidak mengetahui sejak kapan ia mengidap penyakit gula darah. “Selama ini saya merasa kondisi badan baik-baik saja dan tidak merasakan hal yang mengganggu kesehatan. Namun, dua pekan belakangan ia sering merasa haus dan cepat lelah. “Saya pikir itu wajar karena cuaca di Jakarta memang panas,” ujar Jamal. Walau purna tugas dari sebuah BUMN, Jamal menjalani profesi sebagai konsultan di sebuah perusahaan kontraktor.
Tolak amputasi
Menurut dokter dari Rumahsakit Umum Dr Soetomo, Surabaya, dr Arijanto Jonosewojo SpPD, “Secara umum diabetes baik basah maupun kering, memiliki gejala antara lain sering buang air kecil pada malam hari, sering merasa haus, cepat merasa lelah, luka atau memar sulit sembuh, dan berat badan turun drastis.” Pemicu diabetes di antaranya pola istirahat tidak teratur dan tingkat stres tinggi yang berlangsung lama.
Untuk mengetahui kondisi kadar gula darah seseorang, harus melalui pengecekan secara berkala, meskipun tidak merasakan gangguan kesehatan. Akibatnya banyak pasien sudah terlambat mengetahui telah mengidap diabetes. Bila ada luka terbuka berdiameter 3 cm, membuat dokter memberikan pilihan amputasi sebagai upaya menghambat penyebaran infeksi.
Dokter yang menangani Jamal juga menyarankan amputasi. Namun, Jamal menolak saran itu dan memilih konsumsi obat-obatan selama 14 hari untuk melihat perkembangan penyakitnya. Setelah obat habis ternyata kondisi luka kaki kakek 3 cucu itu malah terlihat menganga semakin lebar dan berair. “Melihat kenyataan itulah saya memutuskan untuk menghentikan pengobatan secara medis dan mencari pengobatan menggunakan herbal,” kata Jamal.
Pria 63 tahun itu mengonsumsi dua kapsul OKM33 dari Prima Solusi Medikal yang berbahan baku sambiloto Andrographis paniculata. Frekuensi konsumsi tiga kali sehari. Dampak positif mulai tampak. Bengkak kaki mengempis, luka mulai mengering dan menutup. Perbaikan itu seiring dengan penuruan kadar gula darah, yakni menjadi 160 mg/dl. “Saya bersyukur sekali terhindar dari amputasi yang berakibat cacat seumur hidup,” ujar Jamal semringah.
Setara obat pabrikan
Keampuhan sambiloto sebagai obat diabetes terbukti secara empiris dan teruji secara ilmiah. Rosnaeni, Hana Ratnawati, dan Sarah Kastilani membuktikan keampuhan sambiloto mengatasi diabetes mellitus. Para periset dari Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung, Jawa Barat, itu meneliti efek ekstrak daun sambiloto terhadap kadar glukosa darah mencit dalam kondisi hiperglikemia dibandingkan dengan glibenklamid.
Glibenklamid obat diabetes pabrikan yang biasa diresepkan oleh dokter. Ide dasar penelitian itu adalah mencari solusi alternatif pengobatan herbal untuk menggantikan pengobatan diabetes mellitus yang harus dilakukan seumur hidup dan membutuhkan biaya mahal. Penelitian dengan metode eksperimen di laboratorium itu menggunakan 25 mencit jantan yang diinduksi aloksan untuk meningkatkan kadar gula darah melebihi ambang normal.

Kadar glukosa normal dalam darah mencit adalah 62—175 mg/dl. Mereka membagi mencit-mencit itu menjadi 5 kelompok perlakuan berdasarkan dosis ekstrak sambiloto, yakni 29,25 mg, 58,5 mg, 117 mg per kg bobot tubuh, grup kontrol, dan pembanding glibenklamid. Rosnaeni melakukan pengamatan selama 7 hari untuk mengetahui tingkat penurunan kadar gula darah pada objek penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak sambiloto berdosis 117 mg yang paling besar pengaruhnya menurunkan kadar glukosa dalam darah. Kadar gula darah mencit semula 261 mg/dl. Setelah mengonsumsi 117 mg ekstrak sambiloto turun secara mencolok menjadi 83 mg/dl. Selisih penurunan 178 mg/dl itu setara 66,67%. Bandingkan dengan penurunan pada perlakuan obat pabrikan hanya 159,7 mg/dl setara 59%.
Kondisi itu menunjukan bahwa khasiat sambiloto pada mencit sebanding dengan perlakuan pemberian glibenklamid. “Khasiat antidiabetik pada sambiloto disebabkan oleh adanya kandungan andrografolida. Senyawa aktif itu menurunkan kadar glukosa darah karena memperbaiki kerusakan pada sel-sel beta pulau langerhans, yaitu tempat produksi insulin,” ujar Arijanto.
Ia juga mengatakan, kini tren pengobatan cenderung kembali ke bahan-bahan hayati karena relatif lebih aman bagi organ tubuh seperti ginjal dan lever jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Menurut kepala Poliklinik Komplementer Alternatif Rumahsakit dr Soetomo itu tindakan paling penting ialah mencegah supaya tidak terkena diabetes melalui gaya hidup sehat dan istirahat cukup dan teratur.
Khasiat daun sambiloto sudah diakui sejak lama oleh kalangan herbalis. Herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, Lukas Tersono Adi, meresepkan sambiloto untuk pasien-pasiennya sejak dahulu. Untuk mengonsumsinya, rebus setengah genggam daun segar sambiloto dengan 2—3 gelas air atau setara 600 ml hingga mendidih dan tersisa segelas atau 300 ml. Setelah dingin, segera minum.
Frekuensi konsumsi 3 kali sehari. Pada umumnya dalam 2—3 hari kemudian gula darah sudah berangsur normal. Citarasa rebusan daun anggota famili Acanthaceae itu memang agak pahit. Seperti peribahasa, pahit jangan dimuntahkan, karena manjur mengusir si manis. (Muhammad Hernawan Nugroho)
