Sunday, January 25, 2026

Belajar Bersama Komunitas Sukses Beternak Kucing Ras

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Komunitas Sukses Beternak Kucing Ras (SBKR) terbentuk karena kesamaan hobi. Komunitas SBKR juga menjadi wadah tukar pendapat di antara para pencinta kucing. Hal ini karena masih banyak mitos dan pemahaman kurang tepat seputar perawatan dan penangkaran kucing ras.

Cacang Effendi, pendiri Komunitas SBKR, mengatakan, anggota komunitas berasal dari beberapa daerah di Indonesia, mulai dari Bandarlampung (Provinsi Lampung) hingga Surabaya (Provinsi Jawa Timur).

Lebih lanjut, komunitas SBKR memiliki visi memajukan dunia kucing Indonesia. Sementara itu, misi komunitas adalah mengajarkan cara merawat serta menangkarkan kucing ras yang baik dan benar.

Menurutnya, anggota SBKR umumnya para pencinta kucing sehingga memerlukan informasi perawatan kucing. Namun, tidak semua dari mereka itu adalah penangkar dan tidak rutin mengkuti kontes internasional.

“Jika tidak betul-betul hobi, 3–5 tahun menjadi anggota SBKR pasti bosan. Namun, anggota komunitas justru makin ramai karena terus bermunculan pehobi-pehobi baru yang ikut bergabung,” katanya.

Yulis Misbach, pengurus SBKR di Bekasi, Jawa Barat, menyebut, SBKR bukan komunitas kucing ras pertama di Indonesia. Namun, SBKR berani melakukan inovasi acara yang mengajarkan para pencinta kucing.

Beberapa kegiatan yang digelar oleh Komunitas SBKR antara lain menyelenggarakan kontes kucing, seminar cara menangkarkan kucing ras, grooming, pengenalan ras kucing, hingga cara merawat kucing bagi anak-anak.

Pengurus SBKR lain, Ferdy Biel, mengatakan, SBKR juga berbaur dengan komunitas pencinta klangenan lain, mulai dari komunitas reptil, komunitas tarantula, komunitas unggas, hingga komunitas serangga.

Menurut Ferdi, itu penting untuk memperkuat jaringan. Kerap kali SBKR bersama komunitas pencinta klangenan lain berbaur membuat sebuah acara bertema satwa klangenan bersama.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img