Friday, August 12, 2022

Berbuah Manis di Tanah Masam

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Durian monthong dari kebun Dwi Dally Mulyanto di Bontang, Kalimantan Timur, pantas menjadi rebutan lantaran berdaging tebal, rasanya manis dan legit. Aroma durian introduksi asal Thailand itu juga cukup tajam, mirip durian lokal. Mania durian kerap menyukai aroma tajam karena menambah citarasa si raja buah. Kondisi itu sangat kontras dengan buah pada musim sebelumnya.

Pada Oktober 2010, ratusan buah dari 90 pohon berumur 4 tahun terbuang sia-sia lantaran hambar walau beraroma kuat. “Jangankan ada yang beli, diberikan secara cuma-cuma saja tidak ada yang mau terima,” ujar Dwi. Padahal, Dwi rutin memberikan pupuk kimia berupa campuran NPK seimbang, TSP, dan KCl. Dosis 1 kg per pohon setiap 6 bulan. Saat berumur 3 tahun, ia meningkatkan dosis menjadi 2 kg per pohon dan diberikan setiap 2 bulan sekali.

Hara terbatas

Pada musim buah 2010 itu Dwi gagal menghasilkan durian enak meski rajin memupuk. Menurut peneliti durian di Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, Dr Lutfi Bansir SP MP, durian di kebun Dwi berasa hambar karena tumbuh di tanah podsolik merah kuning yang bersifat masam. Kadar pH-nya biasanya antara 3,9 – 4,7 sehingga beragam unsur hara seperti kalium (K) dan kalsium (Ca) terbatas.

Padahal, tanaman memerlukan kedua unsur itu yang berperan memaniskan buah serta penguat jaringan untuk menjaga keelastisan kulit buah. Kalium berperan dalam proses pembentukan protein serta pati dari karbohidrat yang memberi rasa manis buah. Kalsium berperan dalam mengatur permeabilitas dinding sel. Pada jenis tanah itu yang melimpah justru aluminium. Bila unsur itu berlebih dapat membuat tanaman keracunan.

Lutfi menuturkan pekebun durian di tanah masam sejatinya dapat memperbaiki kualitas buah walau hanya memberikan pupuk kimia. “Yang penting jenis pupuk, dosis, dan waktu pemupukannya tepat,” ujar doktor alumnus Universitas Brawijaya itu. Untuk mempermanis buah, sebaiknya pekebun menambahkan pupuk yang mengandung unsur boron (B). Unsur itu membantu menjerap kalium dan kalsium. Boron juga berperan merangsang pertumbuhan tanaman.

Berikan boron pada 30 hari setelah bunga mekar. Untuk tanaman berumur 4 tahun seperti di lahan Dwi, dosis pupuk 50 g per pohon bila pekebun memberikan boron dalam bentuk borak. Sembilan puluh hari setelah bunga mekar, berikan 25 gram pupuk kalium dan 500 gram kalsium per pohon. Larutkan masing-masing pupuk itu dalam 50 liter air. Frekuensi pemberian kalsium dua kali; kalium sekali setahun. Tambahkan pula 50 – 100 kg pupuk kandang per tahun sebagai tambahan nutrisi.

Organik

Dwi tak ingin kegagalan itu terulang. Oleh karena itu ia menggali berbagai informasi tentang teknik memaniskan buah dengan pupuk organik. Pada awal 2011, Dwi membuat nutrisi organik hasil racikan sendiri berbahan hormon organik cair yang mengandung Bacillus sp – mikrob penghasil zat pengatur tumbuh, 6 telur ayam, 1 kaleng susu kental manis, air sebuah kelapa, dan 20 liter air bersih. Hasil sekresi mikrob berupa zat perangsang tumbuh seperti giberelin dan auksin.

Telur dan susu berperan sebagai media berkembang biak dan sumber asam amino bagi Bacillus sp. Sedangkan air kelapa sebagai sumber auksin – hormon pertumbuhan yang berperan mengatur pembesaran sel dan memicu pemanjangan sel meristem ujung. Dwi mencampur semua bahan dalam jeriken berkapasitas 25 liter. Ia lalu menyimpannya dalam kondisi tertutup. Setiap tiga hari dalam 1 – 2 pekan, ia membuka tutup jeriken dan mengaduk rata.

Direktur Operasional Institut Pendidikan Putra Bangsa itu memberikan ramuan melalui injeksi pada batang. Caranya buat 5 lubang di sekeliling batang pada ketinggian 1 m di permukaan tanah. Setelah itu ia menyuntikkan 20 ml larutan pada setiap lubang sebulan sekali. Dwi juga memberikan ramuan melalui penyemprotan setelah mengencerkan 480 ml ramuan dalam 15 liter air. Frekuensi penyemprotan sepekan sekali. Ia mengatur ukuran nozel agar larutan keluar berbentuk kabut. “Bila ukuran partikel kecil penyerapan larutan hormon oleh tanaman lebih optimal,” ujar Dwi.

Perlakuan itu ternyata membuahkan hasil. “Daun lebih rimbun dan hijau. Saat berbunga, jumlah bunga meningkat 50% ketimbang bila hanya memberikan pupuk kimia,” ujar konsultan keuangan itu. Beberapa durian bahkan berbunga lebih awal. Di kebun Dwi durian monthong berumur kurang dari 4 tahun sudah berbunga lebat. Menurut Lutfi, monthong biasanya berbuah perdana pada umur 5 tahun. Menurut peramu hormon organik dan pupuk hayati di Cibubur, Jakarta Timur, Wayan Supadno, durian berbunga lebih cepat dan lebat berkat kandungan etilen pada hormon organik. Di dalam jaringan tanaman hormon etilen berperan merangsang pembungaan.

Lebih lengkap

Saat berbunga, Dwi menambahkan kompos yang terbuat dari campuran 150 kg kotoran kambing atau sapi, 5 kg TSP, dan 1 kg gula pasir. Ia mencampurkan ramuan itu dengan 1 liter pupuk hayati cair yang terlarut dalam 25 liter air dan memfermentasi hingga 1 – 2 pekan. Dwi membenamkan 5 kg kompos itu di 4 titik di sekitar perakaran dengan radius 30 cm dari pangkal batang setiap 3 bulan.

Hasilnya dari 400 pohon monthong, 33 pohon di antaranya sudah panen: citarasa buah jauh lebih manis dan legit sehingga menjadi rebutan rekan-rekannya. Ukuran buah juga lebih jumbo dari semula hanya 3 – 4 kg menjadi 4 – 5 kg per buah. Menurut Lutfi, pupuk organik dapat memperbaiki rasa buah karena mengandung hara lebih lengkap ketimbang pupuk sintetis kimia. Selain unsur hara makro seperti nitrogen, fosfor, dan kalium, pupuk organik juga kaya unsur hara mikro seperti boron.

Pupuk hayati juga turut andil dalam memperbaiki kualitas buah karena mengandung beberapa jenis bakteri menguntungkan seperti bakteri Azospirillum sp dan Azotobacter sp. Kedua bakteri itu berperan masing-masing sebagai pelarut fosfat, kalium, dan menambat nitrogen dari udara. Berkat kehadiran agen hayati ketersediaan dan penyerapan unsur hara untuk mempermanis buah menjadi lebih optimal. Durian pun lebih manis meski tumbuh di tanah masam. (Tri Istianingsih)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img