Monday, January 26, 2026

Beri Biru Atasi Kanker

Rekomendasi
- Advertisement -
Penanaman bluberi di Indonesia makin luas. Tanaman subtropis itu terbukti adaptif di Indonesia.

 

Buah bluberi terbukti secara ilmiah berkhasiat antikanker.

Dadang Gusyana, S.Si. M.Si, sukses membuahkan bluberi di Cipanas, Kabupaten Cianjur. Tanaman asal negeri subtropis itu berbuah lebat di Indonesia. Penanaman bluberi itu juga meluas. Buah anggota famili Ericaceae itu multikhasiat antara lain sebagai antikanker. Berbagai penelitian mengidentifikasi jenis buah yang mengandung senyawa bioaktif dan berpotensi besar mencegah kanker antara lain bluberi dan stroberi.

Periset di Department of Nutrition, Food and Exercise Sciences, The Florida State University, Amerika Serikat, Sarah A Johnson dan Bahram H Arjmandi, mengungkapkan hingga kini beberapa studi praklinis menunjukkan efektivitas beri-berian dalam menghambat tumorigenesis atau perubahan sel normal menjadi sel kanker, seperti kanker mulut, esofagus, usus, paru-paru, dan kulit.

Senyawa aktif

Sarah menyebutkan, di antara beri-berian itu bluberi yang telah diidentifikasi sebagai buah yang kaya fitokimia kuat yang dapat berperan melawan kerusakan oksidatif, peradangan, berkadar antioksidan tinggi, dan mencegah efek karsinogen alias penyebab kanker. Berbagai penelitian pun telah dilakukan, seperti uji komposisi fitokimia, in vitro, in vivo, dan uji klinis.

Hasil penelitian Sellappan dan rekan-rekan dari Departemen Ilmu Pangan dan Teknologi The University of Georgia, Amerika Serikat, menyebutkan bluberi kaya senyawa fenolat, terutama antosianin yang menjadi pigmen warna bluberi. Buah Vaccinium corymbosum juga kaya flavonoid, seperti katekin, epikatekin, mirisetin, kuersetin, kaempferol, dan asam klorogenat.

Bluberi kaya senyawa aktif antikarsinogenik.

Kandungan senyawa lainnya berupa asam fenolat (asam galat, asam kafeat, asam ferulat, dan asam elagat) dan stilbenes (pterostilbene). Sellappan menyatakan kadar fenolat bluberi sangat bervariasi, tergantung spesies dan kultivar. Namun, semuanya kaya senyawa fenolat dengan kandungan rata-rata 300 mg per 100 g buah segar atau 2.500 mg per 100g buah kering.

Jumlah itu tergolong salah satu yang tertinggi bila dibandingkan dengan buah-buahan dan sayuran lain. Hasil riset Yanita McLeay dan rekan dari School of Sport and Exercise Massey University Palmerston North, Selandia Baru, mengungkapkan bahwa nilai Oxygen Radical Absorbance Capasity (ORAC) bluberi lebih dari 5.000. ORAC sebuah metode untuk mengukur kekuatan antioksidan untuk menetralisir radikal bebas.

Makin tinggi nilai ORAC, makin efektif kekuatan antioksidan untuk menghentikan kerusakan akibat radikal bebas dalam tubuh. Nilai ORAC bluberi Vaccinium corymbosum sangat tinggi bandingkan dengan tomat Lycopersicum esculentum dan anggur Vitis vinifera. Buah tomat memiliki ORAC hanya 200, sedangkan buah anggur hanya 1.100. Bluberi juga terbukti secara ilmiah antikanker.

Subash C. Gupta dan rekan dari Department of Experimental Therapeutics, The University of Texas MD Anderson Cancer Center, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa efek antikanker dari bluberi bekerja melalui beberapa mekanisme. Untuk peradangan kronis, misalnya, bluberi mengurangi peradangan dengan menghambat aktivasi nuklir faktor kappa B (NFKB) dan p38 mitogen activated protein kinase (MAPK).

Metastasis

Stres oksidatif dan oksidatif kerusakan DNA terbukti menjadi pemicu berkembangnya semua jenis kanker. Penelitian Lonneke C Wilms Ph.D. dan rekan dari Department of Health Risk Analysis and Toxicology, Maastricht University, Belanda, membuktikan bluberi mencegah hal itu dalam studi kultur sel in vitro. Selain itu bluberi juga dapat menghambat proliferasi sel kanker dan menyebabkan apoptosis atau mekanisme bunuh diri sel kanker.

Bluberi juga efektif mengurangi metastasis sel kanker secara in vitro. Dalam penelitian in vivo, Harini S. Aiyer dari Brown Cancer Center, University of Louiseville, Amerika Serikat, membuktikan bahwa bluberi berpotensi sebagai agen kemopreventif untuk mengatasi tumor payudara. Aiyer membandingkan efek antitumor pada tikus yang rentan terhadap tumor mamae E-2.

Aiyer memberikan serbuk bluberi berdosis 2,5% dari bobot tubuh tikus. Pada kelompok lain ia memberikan 400 ppm asam elagat yang berasal dari bluberi. Hasil riset ilmiah itu menunjukkan, efeknya hampir sama. Baik serbuk bluberi maupun asam elagat mampu mengurangi volume tumor hingga 40% dalam waktu 24 pekan. Bluberi juga teruji secara klinis sebagai antikanker, seperti hasil penelitian Lonneke C Wilms Ph.D.

Beragam penganan tinggi lemak dan kurang serat terbukti bersifat karsinogenik atau memicu kanker.

Dalam penelitian itu Wilms memberikan 1 liter jus bluberi yang mengandung 16 mg asam askorbat dan 97 mg kuersetin kepada suka relawan yang terpapar hidrogen peroksida (H2O2) secara eks vivo selama 4 pekan. Hidrogen peroksida oksidator kuat yang menyebabkan kerusakan Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) sehingga memicu sel kanker. Hasil penelitian menunjukkan kerusakan DNA oksidatif akibat induksi hidrogen peroksida secara eks vivo berkurang 20%.

Konsumsi bluberi

Riset ilmiah itu kabar menggembirakan bagi masyarakat. Sebab, jumlah penderita kanker melonjak. Sarah A Johnson dan Bahram H Arjmandi mengungkapkan, pasien baru kanker di Amerika Serikat pada 2012 mencapai 1.638.910 orang. Pada 2008 jumlah pasien kanker di Amerika Serikat mencapai 11,9 juta orang. Jumlah itu meningkat dari tahun ke tahun.

Meski dunia kedokteran kian maju, kanker tetap penyebab utama kematian nomor dua di Amerika Serikat. Menurut analisis National Institutes of Health, pada 2010 pengeluaran untuk pengobatan kanker US$24,6 miliar. Institusi itu memperkirakan pengeluaran meningkat hingga US$158 miliar pada 2020. Selain itu sepertiga dari semua kematian akibat kanker karena kelebihan bobot badan, kurangnya aktivitas fisik, dan kekurangan gizi.

Sarah menyatakan perlu upaya pencegahan untuk mengurangi tingkat kematian akibat kanker dan meningkatnya biaya perawatan penyakit mematikan itu. Salah satu upaya pencegahan dengan mengonsumsi makanan fungsional, seperti buah-buahan dan sayuran yang mengandung senyawa bioaktif. Senyawa itu menekan jumlah sel kanker serta beberapa penyakit kronis lainnya.

Gaya hidup sehat dengan rutin berolahraga upaya mencegah serangan kanker.

Selain itu beberapa pekebun sukses membuahkannya di tanahair. Salah satunya PT Strawberindo Lestari yang mengebunkan aneka beri-berian di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, seperti bluberi, stroberi, blackberi, dan raspberi. PT Green World Global memproduksi bluberi dalam bentuk herbal siap konsumsi, seperti serbuk jus, kapsul dan konsentrat.

Menurut Vice Branch Manager PT Green World Global, Tony, produk olahan itu mengandung 100% buah bluberi yang berkhasiat mengatasi penyakit pembuluh darah jantung dan otak, hipertensi, diabetes, kolesterol, kanker, penyakit saluran pernapasan kronis, dan penyakit hati. Kadar antioksidan yang tinggi berperan membersihkan radikal bebas, menjaga kinerja normal sel, dan metabolisme tubuh. Dengan produk olahan itu masyarakat tanahair dapat merasakan khasiat si beri biru. (Imam Wiguna)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img