Thursday, August 11, 2022

Berkelit dari Busuk Pepaya

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Bakteri penyebab busuk tengah mewabah menyerang pepaya.

Tanaman pepaya rentan serangan penyakit layu akibat Erwinia papayae.
Tanaman pepaya rentan serangan penyakit layu akibat Erwinia papayae.

Bencana itu bermula dari sebuah noktah kecil berwarna hitam di atas daun pepaya. Titik hitam itu lantas menyebar ke batang dan buah. Tanaman anggota famili Caricaceae itu akhirnya mati. Petani di Tangerang, Provinsi Banten, Tatang Halim, bukannya berpangku tangan menghadapi masalah itu. Ia berupaya mengendalikan serangan penyakit itu dengan menyemprotkan fungisida.

Tatang juga menyemprotkan herbisida untuk mematikan rumput yang tumbuh di sekeliling pepaya, membongkar dan memusnahkan bonggol tanaman agar tidak menjadi sumber inokulum. Selain itu Tatang menjaga pola tanam sehingga drainase dan aerasinya baik. Tatang menanam pepaya berpola zig-zag berjarak tanam 3 m x 1,5 m. Namun, semua upaya Tatang gagal, 500 tanaman mati perlahan-lahan hanya dalam tiga bulan.

Cepat menular
Menurut Tatang serangan penyakit itu tidak pandang bulu. Tanaman muda hingga dewasa tak luput dari serangannya. Tatang menduga, penularan terjadi karena vektor yang dapat berpindah cepat. “Kalau terserang melalui benih tidak mungkin, karena banyak daerah terjangkit dengan cepat,” ujar Tatang. Petani pepaya sejak 2010 itu menuturkan penyakit itu bertahun-tahun ada di Indonesia.

Semula penyakit itu muncul di Jakarta dan sekitarnya seperti Bogor dan Tangerang. Namun, sekarang penyakit serupa menyerang kebun pepaya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Beberapa waktu lalu pepaya Tatang yang terserang berumur 1,5 tahun. Ia berupaya mempertahankan buah karena tanaman sudah dewasa. Paling tidak dengan kondisi tanaman setengah sehat, ia masih mampu panen beberapa buah pepaya sebelum tanaman mati.

Penyakit layu juga menyerang buah pepaya matang.
Penyakit layu juga menyerang buah pepaya matang.

Meski terserang penyakit saat tanaman dewasa, buah tetap manis dan berwarna merah. Pekebun pepaya di Kabupaten Wonogiri, Provinsi Jawa Tengah, Sigit Rahadi, menuturkan bahwa penularan penyakit itu cepat. Ia menanam 40 pepaya calina. Namun, saat berbuah dan matang, calina terserang penyakit. Saat Sigit mencicip buah, rasanya hambar. Di pangkal batang terdapat bercak putih, pertumbuhan pucuk tidak normal, dan agak keriting.

Pada buah kedua dan ketiga yang masak, mulai muncul bulatan hitam. Akibat serangan penyakit itu daun rontok dan sebagian pangkal batang busuk. Sigit memusnahkan semua tanaman, karena penyakit itu menulari singkong di sebelahnya sehingga tanaman juga membusuk. “Saya mengira itu serangan bakteri, karena kalau cendawan dapat sembuh dengan fungisida atau trichoderma,” kata Sigit.

Bakteri patogen
Menurut ahli budidaya tanaman buah dari Institut Pertanian Bogor, Prof Dr Ir Sobir MSi, penyakit layu itu karena serangan bakteri Erwinia papayae yang ditularkan oleh serangga. Penyakit itu diidentifikasi pertama di Jawa pada 1931, kemudian menyebar ke berbagai negara, seperti negara-negara di kawasan Karibia, Amerika, dan Asia. Infeksi pertama terjadi pada sisi atas maupun sisi bawah daun.

568_ 55Cara pemencaran penyakit lainnya—selain melalui serangga vektor—belum pasti. Penyakit itu berkembang biak pada musim hujan, ketika kelembapan tinggi. Penularannya sangat cepat, dimulai dari daun, pucuk, batang, buah, tangkai, kemudian menjalar ke seluruh bagian tanaman. Pucuk yang terserang akan hilang dan menyebabkan batang mengering. Dampaknya tanaman pun mati.

Tanaman pepaya dengan daun yang sudah rontok akibat serangan layu Erwinia papayae.
Tanaman pepaya dengan daun yang sudah rontok akibat serangan layu Erwinia papayae.

“Bakteri Erwinia endemik selama 30 tahun,” ujar Sobir. Beberapa tanaman inang bakteri patogen itu adalah melon, kacang tunggak, dan tomat. Guru besar Universitas Padjajaran, Prof Dr Ir Tarkus Suganda M Sc PhD, menuturkan jika tidak segera ditangggulangi, penyebarannya sangat cepat. Dalam waktu beberapa hari, penyakit itu bisa menghabiskan puluhan tanaman pepaya.

Tanah yang lembap, suhu rendah, dan curah hujan tinggi kondisi paling baik bagi perkembangbiakan dan penyebaran busuk bakteri. Bakteri dapat tertular melalui alat potong buah. Satu pisau dari tanaman sakit ke tanaman sehat dapat menularkan penyakit akibat Erwinia papayae itu. Menurut Tarkus penyakit menyerang tanaman sehat melalui lubang alami, luka, atau melalui biji.

Erwinia papayae atau bersinonim dengan Bacillus papayae tidak dapat bertahan lama pada akar tanaman sakit yang membusuk dalam tanah. Namun, bila terdapat tanaman inang alternatif seperti kacang tunggak, blewah dan tomat, bakteri ini dapat hidup lebih lama. Bakteri akan tetap bertahan pada biji pepaya yang terinfeksi meski melalui tahap pengeringan hingga 30 hari.

Bulatan hitam muncul di batang pepaya.
Bulatan hitam muncul di batang pepaya.

Tatang sebetulnya hendak mencegah serangan penyakit itu dengan infus untuk memudahkan proses pemberian pestisida cair secara perlahan. Ia hendak memasang sebuah infus berisi fungsisida di setiap tanaman. Menurut Tatang penggunaan infus menghemat tenaga kerja untuk menyemprotkan pestisida dan tidak perlu terus-menerus memberikan pestisida. Cairan infus langsung mengobati penyakit pepaya dari dalam. Untuk menjaga sterilisasi tanaman, selang infus harus selalu diganti. Namun, kendalanya biaya perlakuan itu relatif mahal.

Menurut Tarkus Suganda, jika penyakit sudah mewabah penanganannya dengan mencabut tanaman dan membakarnya untuk mencegah penularan bakteri ke tanaman sehat. Serangga vektor menularkan bakteri layu Erwinia dari tanaman sakit kepada tanaman sehat. Petani harus memastikan tanah yang akan ditanami bibit harus bersih dari bonggol sisa tanaman sebelumnya. Sebab bonggol tanaman dapat merangsang pertumbuhan cendawan yang merusak tanaman pepaya. (Marietta Ramadhani)

Previous articleRahasia Jeruk Juara
Next articlePot Terbaik Tin
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img